Sebagai perguruan tinggi yang terus berinovasi dalam sistem pendidikan jarak jauh, UT semakin mengukuhkan perannya dalam membangun generasi unggul yang siap bersaing di era digital. Ini dibuktikan dengan sebanyak 350 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang tergabung dalam Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Majalengka mengikuti Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) 2025. Acara ini berlangsung di Gedung Islamic Center Majalengka pada Sabtu (15/3/2025) dan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memahami sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT.
Kepala SALUT Majalengka, H. Joko Setiyono, M.Kom, menegaskan pentingnya OSMB sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi sistem pembelajaran daring. Menurutnya, dengan orientasi ini, mahasiswa akan lebih siap beradaptasi dan tidak merasa kesulitan saat menjalani perkuliahan di UT, terutama bagi mereka yang berasal dari Kabupaten Majalengka dan Indramayu.
“Kami berharap mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan eksistensi UT di Majalengka, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UT,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko mengungkapkan bahwa SALUT Majalengka telah mencetak berbagai prestasi membanggakan. Dari 753 SALUT di seluruh Indonesia, SALUT Majalengka berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori pengelolaan media sosial terbaik serta juara kedua dalam pengelolaan UT terbaik secara nasional. Selain itu, jumlah mahasiswa UT Majalengka saat ini telah mencapai 2.100 orang, dengan 800 di antaranya telah menyelesaikan studi sejak UT berdiri di Majalengka pada 2017.
Direktur UT Bandung, Drs. Enceng, M.Si, menambahkan bahwa OSMB merupakan layanan pendukung yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru guna meningkatkan daya tahan dan keberhasilan mereka dalam studi. Ia menekankan bahwa UT Bandung memiliki cakupan wilayah yang luas, dan Majalengka memenuhi syarat sebagai lokasi penyelenggaraan layanan pendidikan UT.
“UT memiliki empat program utama dalam Layanan Pendukung Kegiatan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ), salah satunya adalah OSMB. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami konsep pendidikan tinggi terbuka dan mandiri, mengenal visi-misi UT, serta mendapatkan wawasan tentang lingkungan SALUT. Selain itu, ada pula pelatihan keterampilan pembelajaran jarak jauh untuk memastikan mahasiswa dapat mengoptimalkan proses belajar mereka,” jelas Enceng, M.Si.
Keunggulan UT sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh menjadikannya solusi pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel. Model pembelajaran ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas dan akses pendidikan yang merata bagi semua. UT memungkinkan siapa saja, termasuk mereka yang berada di daerah terpencil, pekerja, maupun ibu rumah tangga, untuk meraih pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka.
Dengan semakin banyaknya mahasiswa yang memilih UT sebagai tempat mengenyam pendidikan tinggi, UT konsisten membuktikan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas SDM di Indonesia. Keberhasilan SALUT Majalengka dalam mencetak lulusan serta meraih prestasi nasional menjadi bukti nyata bahwa UT bukan hanya menyediakan akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjamin kualitas dan keberlanjutan pembelajaran bagi para mahasiswanya.



