Di Balik Latihan Kepemimpinan IKM UT Serang, Ada Proses Menempa Karakter Mahasiswa

Di tengah kesibukan kuliah jarak jauh, pekerjaan, dan tanggung jawab keluarga yang kerap menyatu dalam keseharian mahasiswa Universitas Terbuka (UT), ruang untuk belajar memimpin menjadi hal yang sangat berharga. Kesadaran inilah yang mendorong Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Terbuka (IKM UT) Serang menggelar Latihan Kepemimpinan dan Musyawarah Besar di Bumi Kali Talang, Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Bagi mahasiswa UT di wilayah Serang, momen tersebut menjadi ruang bertemu, bertukar gagasan, sekaligus bertumbuh—baik secara personal maupun kolektif. Sebanyak 37 calon pengurus mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, membawa semangat belajar dan kesiapan untuk mengemban amanah organisasi.

Pembina IKM UT Serang, Darwin Effendi, S.Kom, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang latihan kepemimpinan yang sesungguhnya. Ia menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, kemampuan berkomunikasi, serta sikap tidak egois dalam menjalankan roda organisasi. “Latihan kepemimpinan ini sangat penting sebagai bekal awal untuk menjadi pengurus yang baik dan efektif,” ujarnya. Menurut Darwin, kepemimpinan yang sehat lahir dari kemampuan bekerja sama dan memahami peran masing-masing, bukan dari dominasi individu.

Ketua Umum IKM UT Serang, Nurul Alim, menjelaskan bahwa organisasi ini berfokus pada upaya mewadahi kepentingan mahasiswa, baik dalam bidang kemahasiswaan maupun akademik. Ia menyebut, Latihan Kepemimpinan dan Musyawarah Besar merupakan agenda rutin yang dirancang sebagai proses kaderisasi berkelanjutan. “Kegiatan ini sering kita adakan setiap tahun untuk melatih kepemimpinan dan sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi mahasiswa,” katanya.

Forum musyawarah menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan harapan terhadap organisasi. Proses ini tidak hanya melatih keberanian berbicara, tetapi juga membangun budaya dialog dan pengambilan keputusan bersama. Di sinilah nilai demokrasi tumbuh secara nyata, selaras dengan semangat partisipasi dan inklusivitas yang dibutuhkan dalam organisasi modern.

Wakil Ketua Umum IKM UT Serang, Dimas Agus Pamungkas, menambahkan bahwa kepengurusan periode ini mengusung nama Kabinet Ananta, yang berarti “tak terbatas”. Filosofi tersebut mencerminkan semangat kekeluargaan yang terbuka dan melampaui sekat perbedaan latar belakang mahasiswa. “Sama seperti jargon kita, ‘Beyond Infinity’, yang mempunyai arti melampaui batas tak terhingga,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kegiatan internal organisasi, Latihan Kepemimpinan dan Musyawarah Besar ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 16 mengenai penguatan institusi yang inklusif dan partisipatif. Pembinaan kepemimpinan mahasiswa menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing.

Ketika kegiatan berakhir, yang tertinggal bukan hanya hasil musyawarah dan susunan kepengurusan, tetapi juga kesadaran kolektif bahwa kepemimpinan adalah proses yang terus dibentuk. Dari Bumi Kali Talang, para mahasiswa UT Serang memulai langkahnya—belajar memimpin diri sendiri, mendengar sesama, dan bersiap memberi dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan masyarakat.