UT Bengkulu Lahirkan 689 Sarjana, Bukti Kuliah Fleksibel Bisa Cetak Generasi Tangguh

Bengkulu, 30 September 2025 – Sebanyak 689 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bengkulu resmi menyandang gelar sarjana dalam wisuda yang digelar Selasa pagi. Prosesi yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan terbuka mampu menghadirkan kesempatan belajar yang berkualitas tanpa batas ruang dan waktu.

Kehadiran Plt. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum UT, Adrian Sutawijaya, menegaskan komitmen UT dalam mendampingi dan memastikan mutu lulusan di setiap daerah. “UT berkomitmen menjaga kualitas agar para lulusan mampu bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dari ratusan mahasiswa yang diwisuda, sejumlah nama mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Hasni Syaqira Rahayu, mahasiswa asal Kabupaten Rejang Lebong dari Program Studi PGSD, meraih IPK tertinggi 3,94. Sementara itu, Azizah Muhtadia Billah dari Prodi Manajemen mencetak IPK 3,51, Sesi Andriani dari Hukum memperoleh IPK 3,67, dan Agam dari Sistem Informatika menorehkan IPK 3,76. Prestasi ini membuktikan bahwa fleksibilitas belajar di UT tidak mengurangi standar mutu akademik.

Wisuda UT Bengkulu tahun ini juga dikemas dengan rangkaian kegiatan inspiratif. Sehari sebelumnya, digelar seminar nasional bertajuk “Meraih Prestasi di Era Digital: Sinergi Akademis dalam Bidang Kewirausahaan untuk Masa Depan Gemilang.” Lewat forum tersebut, mahasiswa didorong untuk membangun mental wirausaha dan inovasi agar mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ketua Ikatan Alumni UT Bengkulu, Brawijoyo, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para wisudawan tetap rendah hati, menjaga nama baik almamater, sekaligus mengabdikan ilmu untuk daerah masing-masing. “Alumni UT sudah tersebar luas, kini saatnya yang muda ikut berkontribusi nyata,” ujarnya penuh semangat.

Selama lebih dari tiga dekade, UT konsisten menjadi pionir pendidikan jarak jauh di Indonesia. Dengan sistem belajar fleksibel, UT menjangkau mereka yang sulit mengakses pendidikan konvensional, mulai dari pelosok daerah, pekerja, hingga ibu rumah tangga. Kehadiran UT di Bengkulu menjadi bagian dari upaya mengikis kesenjangan akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat sumber daya manusia di daerah.

Momentum wisuda kali ini tidak hanya menjadi ajang pengukuhan gelar, tetapi juga wujud kontribusi UT terhadap agenda pembangunan berkelanjutan. Melalui penyediaan pendidikan bermutu yang terbuka untuk semua kalangan, UT berperan aktif mendukung SDG 4 (Pendidikan Bermutu). Di sisi lain, lulusan yang dibekali dengan keterampilan relevan dan semangat kewirausahaan ikut memperkuat SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Sebagai universitas yang terus bertransformasi, UT membuktikan bahwa inovasi dan inklusivitas adalah kunci untuk mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga siap bersaing di kancah global. Wisuda UT Bengkulu tahun ini menjadi pengingat bahwa mimpi untuk mengenyam pendidikan tinggi kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan yang bisa diraih siapa saja.