Kuliah Online Bukan Halangan! Lulusan UT Aceh Buktikan Bisa Berprestasi 

Sebanyak 304 lulusan Universitas Terbuka (UT) Aceh resmi diwisuda pada Minggu (20/4/2025) di Auditorium Ali Hasjmy, Banda Aceh. Mereka berasal dari jenjang diploma, sarjana, hingga pascasarjana pada Periode Wisuda I tahun 2025. 

Suasana wisuda semakin istimewa dengan kehadiran Renold Zifa Muntazir, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik berkat capaian IPK nyaris sempurna, yakni 3,90. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum. Tiga lulusan lainnya yang turut mencatat prestasi akademik membanggakan adalah Firdaus (IPK 3,77), T. Irfansyah (IPK 3,74), dan Nurmayanti (IPK 3,74), yang juga berasal dari program studi yang sama. 

Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT, Prof. Dr. Paken Pandiangan, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Paken menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal kontribusi nyata di tengah masyarakat. 

“Setelah diwisuda, Anda harus mampu berpikir kritis dan menyelesaikan masalah dengan baik. Masyarakat menanti kiprah Anda,” ujar Prof. Paken. 

Prof. Paken juga mengingatkan bahwa UT kini berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), sebuah pengakuan atau jaminan atas mutu pendidikan dan tata kelola terbaik dalam sistem pendidikan nasional. 

Tak hanya memberikan apresiasi pada para lulusan, Prof. Paken juga mendorong masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil dan para pekerja aktif, untuk tak ragu mengambil langkah pendidikan melalui UT

“Tidak ada alasan lagi untuk tidak kuliah. UT hadir sebagai solusi bagi siapa saja yang ingin terus belajar, termasuk bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat kota,” tambahnya. 

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Aceh, Plh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Dra. Henny Sri Wahyuningsih, M.Si., mewakili Gubernur Aceh, menyampaikan rasa bangganya atas kontribusi UT dalam memperluas akses pendidikan di wilayah tersebut.  

“Kami mengapresiasi UT yang turut mendorong pemerataan akses pendidikan di Aceh. Pendidikan tinggi punya peran penting dalam pembangunan,” ujarnya. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya demi memperkuat ekosistem pendidikan yang merata dan inklusif. 

“Semoga semakin banyak masyarakat Aceh yang terdorong untuk menempuh pendidikan tinggi. Semangat ini jangan berhenti di sini,” tutupnya. 

Wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pembelajaran jarak jauh yang diterapkan UT bukan hanya efektif, tapi juga mampu melahirkan lulusan berprestasi dan siap terjun langsung membangun bangsa.