Tangerang Selatan—Belajar tentang Indonesia tak selalu harus dimulai dari buku. Bagi 20 mahasiswa dari tujuh negara, kesempatan mengenal Indonesia justru dimulai dari perjumpaan, percakapan, hingga pengalaman melihat langsung kehidupan masyarakat dan budaya di dalamnya.
Mereka menjadi peserta The Third Universitas Terbuka International Summer Camp atau BINAR 2026 yang digelar Universitas Terbuka (UT). Para mahasiswa tersebut berasal dari Malaysia, Filipina, Timor-Leste, Vietnam, Tiongkok, Turki, dan Pakistan. Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya bersama 10 mahasiswa UT Yogyakarta pada 1–15 September 2026 di Jakarta dan Yogyakarta.
BINAR merupakan program yang dirancang UT untuk memperkuat pertukaran lintas budaya, kolaborasi global, sekaligus memperkenalkan bahasa dan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Program ini juga menjadi bagian dari langkah internasionalisasi UT, khususnya melalui mobilitas mahasiswa dan keterlibatan akademik lintas negara.
Sebelum datang langsung ke Indonesia, para peserta telah mengikuti tahap daring yang berlangsung pada 12 Mei hingga 1 Juli 2026. Sebanyak 107 Mahasiswa mendaftar dari 20 institusi dari 13 negara, yang kemudian diseleksi menjadi 20 peserta dari 10 institusi dari 7 negara. Mereka kemudian mengikuti 16 sesi pembelajaran yang terbagi dalam 10 kelas untuk mengenal bahasa Indonesia serta wawasan sosial dan budaya Indonesia.
Dari proses tersebut, 20 mahasiswa internasional terpilih untuk melanjutkan ke tahap tatap muka. Mereka kemudian dipertemukan dengan 10 mahasiswa UT Yogyakarta yang bertugas sebagai pendamping. Komposisi ini membuat BINAR tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa internasional, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa UT untuk berinteraksi dan bertukar perspektif dengan teman-teman dari berbagai negara.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., berharap BINAR dapat memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar pemahaman mengenai Indonesia. Menurutnya, program ini diharapkan melahirkan persahabatan, kolaborasi, serta jejaring internasional yang dapat terus berkembang setelah peserta kembali ke negara masing-masing.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. Ia menilai keberagaman peserta BINAR menunjukkan bahwa semangat belajar dan membangun hubungan lintas budaya tidak mengenal batas negara, usia, maupun gender. Dari 30 peserta, 20 di antaranya merupakan perempuan, sedangkan usia peserta berada pada rentang 19 hingga 57 tahun.
Selama berada di Indonesia, peserta tidak hanya mengikuti kegiatan di lingkungan kampus. Mereka juga akan menghadiri perayaan Dies Natalis ke-42 UT pada 4 September 2026, sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan di Yogyakarta.
Di Yogyakarta, proses belajar akan berlangsung lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Peserta akan mengenal bahasa dan budaya Indonesia melalui interaksi sehari-hari, seni, tradisi, serta kearifan lokal. Dengan cara tersebut, budaya tidak hanya dipelajari sebagai pengetahuan, tetapi juga dikenali melalui pengalaman dan interaksi langsung.
Semangat belajar bersama bahkan sudah terlihat sejak sesi perkenalan. Para peserta diminta memperkenalkan diri menggunakan bahasa Indonesia. Sebagian mampu menyampaikannya dengan lancar, sementara beberapa lainnya masih mencoba menemukan kata-kata yang tepat. Meski sederhana, momen tersebut memperlihatkan bahwa belajar bahasa juga berarti berani mencoba, berinteraksi, dan membuka diri terhadap budaya baru.
Bagi UT, BINAR juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan UT dalam kegiatan internasional. Sejumlah pimpinan UT berharap pengalaman pertukaran tersebut dapat terus dikembangkan, termasuk melalui keterlibatan program studi sehingga internasionalisasi tidak hanya berlangsung di tingkat institusi, tetapi juga semakin dekat dengan mahasiswa dan bidang keilmuan mereka.

Lebih jauh, semangat BINAR selaras dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran lintas budaya, sekaligus SDG 5 tentang Kesetaraan Gender dan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui keterlibatan peserta dan perguruan tinggi dari berbagai negara.
Pada akhirnya, BINAR 2026 bukan hanya tentang mahasiswa internasional yang datang untuk mengenal Indonesia. Ini adalah ruang bagi setiap peserta untuk belajar memahami perbedaan, berbagi pengalaman, dan menemukan kesamaan di tengah keberagaman. Dari bahasa yang mulai dipahami, budaya yang mulai dikenali, hingga pertemanan yang tumbuh, BINAR membawa satu pesan sederhana: pendidikan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia.


