Ada satu hal yang seharusnya selalu menjadi tujuan setiap perjalanan: pulang dengan selamat. Sebab, di rumah ada keluarga yang menunggu, orang-orang yang berharap kita kembali dalam keadaan baik. Pesan sederhana itulah yang menjadi napas kegiatan Safety Riding Training Universitas Terbuka (UT) 2026 bertajuk “Ride Safe, Ride Smart, and Ride Together”.
Kegiatan yang digelar UT bersama komunitas UT Riders ini tidak hanya membahas keterampilan mengendarai sepeda motor dengan aman. Lebih dari itu, keselamatan ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab setiap pengendara di jalan raya. Rangkaian kegiatan mencakup talk show, diskusi, pemeriksaan kendaraan, pengenalan perlengkapan keselamatan hingga praktik berkendara.
Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktianto, S.E., M.Si. saat membuka kegiatan menekankan pentingnya membangun kesadaran keselamatan, terutama di kalangan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa sebagian besar korban kecelakaan roda dua merupakan anak muda, sehingga kebiasaan berkendara secara disiplin perlu dibangun sejak dini.
Menurutnya, pengendara harus memahami kapan harus menambah kecepatan dan kapan harus mengerem. Keselamatan di jalan bukan sekadar aturan, melainkan “tiket” untuk dapat kembali bertemu keluarga.
Pesan tersebut semakin kuat melalui kehadiran Indro Warkop, tokoh komedi sekaligus pegiat otomotif dan bikers. Berbagi pengalaman panjangnya di dunia sepeda motor, Indro juga mengakui pernah mengalami berbagai pengalaman berkendara yang kemudian menjadi pelajaran penting tentang keselamatan.
Bagi Indro, berkendara bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga pengetahuan (knowledge). Karena itu, ia mengapresiasi UT yang menjadikan safety riding sebagai bagian dari perhatian lembaga pendidikan. Menurutnya, kesadaran berkendara yang baik tidak terlepas dari pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki seseorang.
Di titik inilah kegiatan Safety Riding Training UT menemukan maknanya. Sebagai perguruan tinggi yang menjangkau mahasiswa di berbagai wilayah, UT tidak hanya mendorong akses terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga berupaya memastikan sivitas akademikanya memiliki pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut sejalan dengan semangat UT Riders yang selama ini membawa misi memperluas jangkauan UT. Perjalanan komunitas ini bukan hanya tentang menempuh jarak, tetapi juga menjadi sarana menyapa mahasiswa dan memperkuat kehadiran UT di berbagai daerah. Keselamatan pun menjadi bagian penting dari setiap perjalanan tersebut.


Indro juga menitipkan pesan kepada mahasiswa UT agar tidak menyia-nyiakan kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Baginya, ilmu merupakan bekal penting bagi kehidupan dan pendidikan dapat membuka kesempatan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Pada akhirnya, perjalanan UT Riders bukan semata tentang seberapa jauh roda berputar atau seberapa banyak wilayah yang berhasil dilewati. Ada pesan yang jauh lebih penting untuk dibawa: bahwa pendidikan harus menjangkau lebih banyak orang, pengetahuan harus memberi dampak dalam kehidupan, dan setiap perjalanan untuk mewujudkannya harus dilakukan dengan aman.

Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan kontribusi UT terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui peningkatan kesadaran keselamatan berkendara, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan pengetahuan dan pembelajaran yang berdampak dalam kehidupan, serta SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan melalui komitmen UT memperluas akses pendidikan tinggi tanpa batas jarak dan wilayah.
Sebab, perjalanan terbaik bukanlah perjalanan yang paling cepat atau paling jauh, melainkan perjalanan yang membawa kita sampai tujuan dan kembali pulang dengan selamat.


