TANGERANG SELATAN — Sebuah panggung seni tidak selalu berhenti pada siapa yang menjadi juara. Di balik penampilan yang disaksikan penonton, ada keberanian untuk tampil, proses bekerja sama, serta kesempatan bagi seseorang untuk mengenali dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Semangat itulah yang dibawa Universitas Terbuka (UT) melalui Festival Talenta Disporseni Nasional UT 2026 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Jumat (14/8/2026). Berlangsung hingga 20 Agustus 2026, kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa, pelajar SMA/SMK/MA sederajat, serta pegawai UT dalam berbagai kompetisi seni tingkat nasional.
Mengusung tema “Sportivitas dan Kreativitas untuk Prestasi Negeri”, Festival Talenta menjadi bagian dari rangkaian Disporseni Nasional UT 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari 39 UT Daerah dan UT Layanan Luar Negeri, mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Keterlibatan peserta dari beragam institusi tersebut membuat panggung Festival Talenta tidak hanya menjadi tempat berkompetisi, tetapi juga ruang pertemuan bagi peserta dengan latar pendidikan dan wilayah yang berbeda.
Dalam sambutan Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama FHISIP UT, Anto Hidayat, S.IP., M.Si., keterlibatan peserta secara luas diharapkan dapat memupuk kecintaan terhadap budaya, menjadi ruang silaturahmi, sekaligus tempat menyalurkan kreativitas dan menorehkan prestasi.
Dalam sambutan Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) UT yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama FHISIP UT, Anto Hidayat, S.IP., M.Si., keterlibatan peserta secara luas diharapkan dapat memupuk kecintaan terhadap budaya, menjadi ruang silaturahmi, sekaligus tempat menyalurkan kreativitas dan menorehkan prestasi.

Gambar 2. Prof. Rahmat Budiman, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., mengatakan Festival Talenta dirancang sebagai ruang bagi peserta untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi melalui seni.
“Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk membuka sebuah perlombaan seni. Kita membuka panggung bagi keberanian, kreativitas, dan pelestarian budaya bangsa,” ujar Prof. Rahmat.
Menurutnya, proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Pengalaman untuk berani tampil, bekerja dalam tim, menjalani proses secara disiplin, serta menghargai karya orang lain juga menjadi bagian dari pembentukan diri peserta.
Melalui seni dan budaya, peserta mendapatkan ruang untuk mengembangkan rasa percaya diri sekaligus belajar berkolaborasi dengan orang lain. Karena itu, keberagaman peserta menjadi bagian penting dari Festival Talenta tahun ini.
“Dari Sabang sampai Merauke, dari mahasiswa, pelajar, hingga pegawai UT, semua berada dalam satu panggung yang sama,” tutur Prof. Rahmat.
Festival Talenta 2026 menghadirkan sejumlah cabang kompetisi, mulai dari Seni Tari, Modern Dance, Monolog, Stand Up Comedy, Seni Suara Mahasiswa melalui UT Idol, hingga Kompetisi Suara Persahabatan (KSP) Pegawai.
Babak final berlangsung secara bertahap mulai 14 hingga 20 Agustus 2026. Final Seni Tari digelar pada 14 Agustus, dilanjutkan Modern Dance pada 15 Agustus, Monolog pada 16–17 Agustus, Stand Up Comedy pada 18 Agustus, serta Seni Suara Mahasiswa (UT Idol) dan KSP Pegawai pada 19–20 Agustus.
Keragaman cabang dan peserta tersebut menjadi bagian dari upaya UT menyediakan ruang bagi pengembangan bakat dan minat sekaligus penguatan karakter.
Setelah rangkaian kompetisi seni berakhir pada 20 Agustus 2026, Disporseni Nasional UT 2026 akan dilanjutkan dengan agenda diskusi ilmiah dan pertandingan olahraga. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-42 UT dengan semangat sportivitas, kreativitas, dan prestasi.
Lebih dari sekadar panggung perlombaan, Festival Talenta menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan di luar pencapaian akademik. Melalui pengalaman tampil, berkompetisi, dan berkolaborasi, seni ditempatkan sebagai bagian dari proses membangun karakter serta membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru.
Panggung Festival Talenta mungkin mempertemukan peserta untuk berkompetisi, tetapi pengalaman yang dibawa pulang tidak berhenti pada hasil perlombaan. Keberanian tampil, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta apresiasi terhadap karya orang lain menjadi bagian dari proses pengembangan diri. Pertemuan peserta dari berbagai wilayah dan latar pendidikan juga membuka kesempatan untuk saling belajar dan mengenal keberagaman.
Melalui ruang seperti ini, seni menjadi bagian dari proses pendidikan yang mendorong peserta untuk terus mengembangkan potensi, membangun karakter, dan memperoleh kesempatan yang lebih luas untuk menunjukkan kemampuan. Pada akhirnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi peserta untuk tumbuh, berkolaborasi, dan berprestasi di luar panggung kompetisi.

