SUMEDANG — Aula Tampomas menjadi saksi semangat baru mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bandung, Minggu (09/08/2026). Melalui kegiatan Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ), mahasiswa baru semester ganjil 2026/2027 mulai dibekali kemampuan menjalani perkuliahan secara mandiri, fleksibel, dan bertanggung jawab.
Direktur UT Bandung, Drs. Enceng, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan jarak jauh (PJJ) adalah jawaban atas tantangan abad ke-21. “PJJ adalah ekosistem belajar dewasa dengan karakter khas otonomi tinggi, fleksibilitas bertanggung jawab, integrasi belajar dan kehidupan,” ujarnya. Pesan ini menggambarkan bagaimana mahasiswa dituntut tidak hanya belajar, tetapi juga mengelola diri dan waktu dengan bijak.
Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Kemenko PMK Prof. H. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., serta Kabag Kerja Sama Setda Sumedang Dr. H. Asep D. Darmawan, S.Pd., M.Pd. Kehadiran mereka menegaskan dukungan lintas lembaga terhadap sistem pendidikan jarak jauh yang diusung UT Bandung. Dukungan ini penting agar mahasiswa tidak merasa berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan nasional.
Suasana penuh semangat terlihat ketika mahasiswa baru mengenakan jaket almamater. Simbol sederhana itu menjadi tanda perjalanan baru: mereka tidak lagi harus setiap hari datang ke kampus, tetapi tetap dituntut disiplin dan mandiri. Di sinilah human interest muncul—anak-anak muda dari berbagai daerah, dengan latar belakang berbeda, kini punya kesempatan sama untuk meraih pendidikan tinggi tanpa terbatas jarak.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), UT Bandung membuka akses pendidikan seluas-luasnya. Dengan dukungan teknologi digital, UT mengembangkan e-learning, platform daring, dan aplikasi belajar yang memudahkan mahasiswa belajar kapan saja, di mana saja. Pendekatan ini sejalan dengan SDGs, khususnya tujuan ke-4: Quality Education, yang menekankan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi semua.
Melalui LPKBJJ, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memahami sistem pembelajaran di UT, tetapi juga membangun disiplin, kemampuan mengelola waktu, dan tanggung jawab terhadap proses belajarnya. Bekal tersebut menjadi penting ketika mahasiswa menjalani pendidikan jarak jauh yang menempatkan kemandirian sebagai salah satu kunci keberhasilan studi.



