Di tengah padatnya permukiman perkotaan, halaman rumah sering kali hanya dipandang sebagai ruang kosong yang luput dari perhatian. Padahal, dari sudut pekarangan yang sederhana itulah harapan akan keluarga yang lebih sehat dan mandiri bisa mulai tumbuh. Kesadaran itulah yang ingin ditanamkan Universitas Terbuka (UT) Surakarta melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional di RW 08, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, dengan mengajak warga membangun budaya hidup bersih sekaligus mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Mengusung tema Intervensi Sanitasi Berbasis Komunitas untuk Mendukung Akses Sanitasi Layak Berkelanjutan serta Pemanfaatan Lahan Pekarangan melalui Penanaman Berbagai Buah, Sayur, dan Tanaman Obat dalam Rangka Menciptakan Ketahanan Pangan Keluarga, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen UT Surakarta dalam menghadirkan pengabdian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Bukan sekadar memberikan penyuluhan, tetapi mendorong perubahan yang dapat dirasakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Surakarta, Purwanti, S.K.M., M.Kes. Ia mengapresiasi langkah Universitas Terbuka yang menghadirkan program pengabdian yang menyentuh persoalan mendasar masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Menurut Purwanti, upaya menciptakan masyarakat yang sehat tidak cukup hanya melalui pembangunan fasilitas fisik. Kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar menjadi bagian yang tak kalah penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Kelurahan Jajar, Ibnu Tri Wibowo, S.E. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mendorong kemandirian warga melalui pemanfaatan lahan pekarangan.
Bagi UT Surakarta, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. Direktur Universitas Terbuka Surakarta, Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si., menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Universitas Terbuka Surakarta terus berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Komitmen itu diwujudkan melalui program yang diketuai oleh Fadloli, M.Pd., dan Heny Kurniawati, S.ST., M.Kes. Keduanya merancang kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang tidak berhenti pada penyampaian teori, melainkan mengedepankan praktik langsung agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Warga diajak memahami pentingnya akses sanitasi yang layak, mengenal kembali prinsip Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Edukasi tersebut dipadukan dengan penguatan sarana sanitasi dan kelembagaan masyarakat agar perubahan yang dibangun tidak berhenti setelah kegiatan usai.
Setelah membangun kesadaran mengenai sanitasi, peserta diajak melihat potensi lain yang selama ini kerap terabaikan, yakni pekarangan rumah. Melalui praktik penanaman berbagai jenis buah, sayuran, dan tanaman obat keluarga (TOGA), warga diperlihatkan bahwa ruang terbatas di sekitar rumah dapat diubah menjadi sumber pangan yang produktif sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Suasana kegiatan pun berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga RW 08 Kelurahan Jajar tidak sekadar menjadi peserta yang mendengarkan paparan, tetapi ikut terlibat dalam praktik menanam dan berdiskusi mengenai cara merawat tanaman agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Interaksi tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama dalam membangun perubahan berbasis komunitas.
Lebih dari sekadar menanam bibit atau menyampaikan materi edukasi, kegiatan ini membawa pesan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Ketika sanitasi yang layak menjadi budaya, perilaku hidup bersih menjadi kebiasaan, dan pekarangan rumah berubah menjadi ruang produktif, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh.
Melalui PkM Nasional ini, UT Surakarta berharap semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat terus tumbuh sebagai fondasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkualitas. Sebab, perubahan yang paling bermakna bukan selalu dimulai dari program yang besar, melainkan dari kesediaan setiap orang untuk mengambil langkah kecil dari rumahnya sendiri lalu menggerakkannya bersama menjadi perubahan yang berdampak bagi banyak orang.



