UT Serang Sasar PORSENI dan Madrasah Expo untuk Dekatkan Informasi Pendidikan Tinggi

Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) serta Madrasah Expo Kementerian Agama Kabupaten Serang 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi siswa madrasah menunjukkan prestasi di bidang olahraga dan seni. Di tengah kemeriahan kegiatan tersebut, Universitas Terbuka (UT) Serang memanfaatkan momentum untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui sosialisasi berbagai program studi dan sistem pembelajaran yang fleksibel. 

Melalui kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Darunnajah 14 Pabuaran, Kabupaten Serang, UT Serang menargetkan sekitar 2.500 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, guru, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga siswa madrasah aliyah. Kehadiran UT Serang merupakan bagian dari kolaborasi bersama Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serang dalam memperluas jangkauan informasi pendidikan tinggi kepada masyarakat. 

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, khususnya di lingkungan madrasah, untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama. Melalui sistem pembelajaran yang adaptif, UT Serang ingin menghadirkan pilihan pendidikan tinggi yang dapat diakses oleh berbagai kalangan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Kepala Seksi Penma Kemenag Kabupaten Serang, M. Harusman Rinaldi, mengatakan kehadiran UT Serang merupakan strategi untuk memperluas jangkauan informasi pendidikan tinggi, terutama bagi tenaga pendidik dan lulusan madrasah yang selama ini membutuhkan sistem perkuliahan yang fleksibel dengan model pembelajaran yang memungkinkan dapat dilakukan dimana saja.

“Kami ingin informasi mengenai pendidikan tinggi dapat menjangkau seluruh madrasah di Kabupaten Serang, sehingga guru maupun siswa memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Di area Madrasah Expo, UT Serang membuka stan informasi yang memperkenalkan berbagai pilihan program studi mulai dari Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor. Program studi tersebut berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP).

Sasaran sosialisasi pun tidak hanya tertuju kepada siswa yang tengah merancang pendidikan setelah lulus sekolah. Guru pembina, Kelompok Kerja Madrasah (KKM), hingga ASN di lingkungan Kementerian Agama juga menjadi bagian dari kelompok yang diperkenalkan pada berbagai pilihan jenjang dan program studi yang dapat ditempuh secara lebih fleksibel sesuai kebutuhan masing-masing.

Dukungan terhadap upaya memperluas akses pendidikan tersebut juga datang dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serang, H. Uesul Qurni. Di hadapan peserta PORSENI, ia mengajak seluruh guru dan siswa memanfaatkan kesempatan itu untuk mulai merancang masa depan melalui pendidikan tinggi.

Menurutnya, keberhasilan membangun sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh prestasi di bidang olahraga maupun seni. Kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi juga menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. Karena itu, ia mendorong para peserta agar menjadikan informasi program studi yang ditawarkan UT Serang sebagai salah satu referensi ketika menentukan pilihan pendidikan.

Semangat yang sama disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Khairul Umam. Ia menilai PORSENI bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi terbaik peserta didik madrasah.

Khairul mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan di Pondok Pesantren Darunnajah 14 Pabuaran yang mampu mempertemukan ribuan peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Serang. Ia juga mengungkapkan bahwa para juara PORSENI nantinya akan mewakili Kabupaten Serang pada ajang Madrasah Light Competition (MLC) tingkat Provinsi Banten yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Juli 2026.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Hidayat Muslih bersama Sekretaris M. Syaefi menjelaskan, sosialisasi program studi UT Serang berlangsung selama tiga hari mengikuti rangkaian PORSENI dan Madrasah Expo.

Di balik kemeriahan kompetisi, kolaborasi antara UT Serang dan Kementerian Agama Kabupaten Serang menghadirkan makna yang lebih luas. Setiap informasi yang diterima peserta bukan sekadar mengenalkan pilihan kampus, melainkan membuka keyakinan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja, termasuk guru yang tetap mengajar maupun lulusan madrasah yang ingin terus melangkah. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen memperkuat SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui pemerataan akses pendidikan yang semakin inklusif.