Bukan Sekadar Nobar, UT Purwokerto Dukung Bioskop Langit Malam Jadi Ruang Belajar Warga 

Tangerang Selatan – Malam mulai menyelimuti Desa Keniten, ratusan pasang mata justru semakin antusias menatap sebuah layar putih yang berdiri di tengah lapangan SD Negeri 2 Keniten. Tawa anak-anak, obrolan hangat keluarga, hingga semangat para pemuda menyatu dalam satu ruang yang sederhana. Malam itu bukan sekadar ajang menonton film bersama, tetapi menjadi bukti bahwa pendidikan dan literasi dapat hadir dengan cara yang dekat, menyenangkan, serta menjangkau siapa saja. Semangat inilah yang turut diwujudkan Universitas Terbuka (UT) Purwokerto melalui dukungannya sebagai sponsor utama dalam gelaran Bioskop Langit Malam, Minggu (19/7/2026). 

Kehadiran UT Purwokerto tidak berhenti pada dukungan sebagai sponsor kegiatan. Lebih dari itu, partisipasi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa batas bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama komunitas desa, UT menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga dapat tumbuh dari ruang-ruang publik yang mempertemukan masyarakat, budaya, dan pengetahuan. 

Komitmen itu diwujudkan melalui kolaborasi dengan Karang Taruna “Taruna Karya” 1 Desa Keniten bersama Festival Film Purbalingga (FFP) 2026. Mengusung tema “Malam yang Menyatukan, Cerita yang Menginspirasi”, kegiatan ini sukses menghadirkan ratusan warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, menikmati malam kebersamaan sekaligus memperoleh pengalaman baru melalui karya-karya film Indonesia. 

Lebih jauh, kegiatan ini memang dirancang bukan sekadar menjadi hiburan akhir pekan. Bioskop Langit Malam hadir sebagai ruang belajar alternatif yang memperkuat literasi media masyarakat, meningkatkan apresiasi terhadap perfilman nasional, sekaligus menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang terbuka menjadi gambaran bagaimana pendidikan dapat tumbuh melalui interaksi sosial yang positif. 

Suasana hangat mulai terasa sejak pukul 18.00 WIB. Alunan musik dari Band Gobras Gabres membuka rangkaian acara yang kemudian disambung dengan bazar UMKM lokal. Aktivitas tersebut tidak hanya menyemarakkan suasana, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha desa untuk memperkenalkan produk-produknya kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan nilai edukasi, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi lokal. 

Memasuki acara inti, layar besar mulai menampilkan film nasional Satria Dewa: Gatotkaca yang disambut antusias oleh para penonton. Setelah itu, masyarakat diajak menikmati empat film pendek pilihan kompetisi Festival Film Purbalingga 2026, yakni Tumbuhlah, Little Rebels Cinema Club, Ompreng, dan Ngibing. Beragam cerita yang dihadirkan membawa pesan tentang kehidupan, harapan, hingga nilai-nilai kemanusiaan yang mampu menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh penonton. 

Tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, manfaat kegiatan ini juga berlanjut melalui penyaluran sebagian alokasi dana sponsorship dan hasil penggalangan dana untuk mendukung keberlanjutan program pendidikan serta pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh Karang Taruna Desa Keniten. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi yang dibangun tidak hanya menghasilkan sebuah acara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perkembangan masyarakat desa dalam jangka panjang. 

Penanggung Jawab Acara sekaligus Ketua Karang Taruna Keniten, Zaki Muhammad Aziz, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk UT Purwokerto. 

“Kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya sponsor seperti UT Purwokerto, menjadi bukti nyata kepedulian perguruan tinggi terhadap kemajuan generasi muda dan masyarakat desa. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat jangka panjang bagi pendidikan dan kegiatan sosial di Desa Keniten,” ujarnya. 

Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi mampu mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat. Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka terus memperluas makna akses pendidikan. Tidak hanya melalui layanan akademik yang menjangkau seluruh Indonesia, tetapi juga dengan hadir langsung mendukung berbagai inisiatif masyarakat yang memberikan dampak sosial dan edukatif. 

Semangat tersebut selaras dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang mendorong akses pendidikan inklusif dan merata, SDG 11 (Pemukiman dan Komunitas Berkelanjutan) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat. Melalui Bioskop Langit Malam, UT Purwokerto kembali menegaskan bahwa pendidikan berkualitas tidak mengenal batas ruang maupun waktu. Di mana ada masyarakat yang ingin belajar dan berkembang, di sanalah Universitas Terbuka hadir sebagai mitra yang membuka lebih banyak kesempatan bagi semua.