Di Balik Ledakan Industri Maluku Utara, UT Siapkan SDM untuk Masa Depan 

TANGERANG SELATAN – Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara terus melesat. Di balik geliat industri hilirisasi nikel yang menjadikan provinsi tersebut sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, tersimpan tantangan yang tak kalah besar: memastikan masyarakat lokal memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu tumbuh secepat industrinya. 

Kesadaran akan pentingnya penguatan SDM itulah yang menjadi mempertemukan antara Universitas Terbuka (UT) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Kampus Universitas Terbuka, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis yang diarahkan untuk memperkuat kualitas SDM melalui pendidikan tinggi yang fleksibel, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan. 

Rektor Universitas Terbuka Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menegaskan bahwa sejak didirikan pada 1984, UT membawa misi menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau oleh sistem pendidikan konvensional. 

“Kalau perguruan tinggi tatap muka mengharuskan mahasiswa datang ke kampus, maka UT justru mendatangi mahasiswa. Kami membawa seluruh perangkat pendidikan kepada mereka sehingga tetap bisa belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan, keluarga, maupun aktivitas sosialnya,” ujar Prof. Ali. 

Menurutnya, model dinilai semakin relevan bagi wilayah kepulauan seperti Maluku Utara yang masih menghadapi tantangan akses pendidikan. 

Prof. Ali pun optimistis kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat melahirkan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas SDM daerah. 

“Mudah-mudahan dengan Maluku Utara dan platform yang dimiliki Ibu Gubernur, kita bisa menciptakan kerja sama yang paling strategis dalam berbagai hal, utamanya perguruan tinggi, untuk membantu dan bersinergi dalam penguatan SDM di Maluku Utara,” katanya. 

Pandangan tersebut mendapat sambutan positif dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. Ia mengungkapkan, kunjungannya ke wisuda Universitas Terbuka tahun lalu memberikan kesan tersendiri setelah bertemu mahasiswa yang tetap mampu menyelesaikan pendidikan tinggi meski telah bekerja, berkeluarga, bahkan berusia di atas 30 tahun. 

Menurut Sherly, pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa model pendidikan yang dikembangkan UT mampu membuka kesempatan belajar bagi siapa saja, tanpa harus meninggalkan kehidupan maupun pekerjaannya. 

“Saya sangat setuju dengan yang disampaikan Pak Rektor bahwa UT menjangkau yang tidak terjangkau,” ujarnya. 

Sherly menjelaskan, Maluku Utara saat ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi berkat hilirisasi nikel. Namun, di balik capaian tersebut, masih terdapat pekerjaan besar untuk meningkatkan kualitas human capital agar mampu mengimbangi kebutuhan industri. 

“Saya percaya bahwa kemajuan suatu daerah itu bukan banyaknya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi kualitas dari manusia yang mengelola daerahnya. Saat ini human capital kita masih jauh dari kemajuan industrinya,” katanya. 

Menurutnya, dunia pendidikan perlu lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan kerja sehingga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai dengan perkembangan industri. Dengan demikian, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerahnya. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melihat Universitas Terbuka sebagai mitra strategis untuk mempercepat peningkatan kompetensi masyarakat tanpa harus menunggu pembangunan kampus atau infrastruktur pendidikan baru. 

“Harapannya UT bisa menjadi jembatan antara harapan dan masa depan, meningkatkan nilai tambah human capital Maluku Utara sehingga mereka memiliki skill yang dibutuhkan, siap kerja, mengonversi human capital menjadi nilai ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka, sekaligus mengisi kebutuhan industri yang ada di Maluku Utara,” tutur Sherly. 

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak juga membahas sejumlah langkah konkret sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama. Di antaranya penyusunan konsep peningkatan SDM melalui pendidikan tinggi, pengembangan program studi dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor unggulan Maluku Utara, pemetaan kebutuhan Digital Learning Hub, pembahasan skema pendanaan maupun beasiswa, hingga pembentukan tim bersama untuk menyiapkan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama. Program awal ditargetkan mulai diimplementasikan pada Januari 2027. 

Bagi Universitas Terbuka, kolaborasi ini bukan sekadar membangun kemitraan antarlembaga. Lebih dari itu, kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen UT untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang menjangkau siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Sementara bagi Maluku Utara, sinergi ini diharapkan menjadi langkah awal agar pertumbuhan ekonomi yang begitu pesat dapat berjalan beriringan dengan lahirnya SDM unggul yang mampu mengelola potensi daerahnya sendiri.