Tangerang Selatan, 22 juni 2026 – Datang jauh-jauh dari Beijing, Tiongkok, delegasi Beijing Open University (BJOU) menyeberangi lautan menuju Indonesia dengan satu misi besar: berkolaborasi meruntuhkan sekat-sekat pendidikan. Sebagai salah satu institusi pendidikan terbuka terkemuka di Negeri Tirai Bambu, BJOU menyadari bahwa tantangan global di era digital memerlukan sinergi lintas negara demi memperluas akses belajar bagi semua kalangan.
Alasan inilah yang melatarbelakangi jalinan kerja sama strategis antara BJOU dan Universitas Terbuka (UT). Kedua kampus pelopor pembelajaran jarak jauh (open and distance learning) ini resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) secara simbolis di Ruang Operasi, Gedung Biro, UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Senin (22/6/2026).
Langkah ini kian mempertegas posisi UT sebagai perguruan tinggi negeri yang konsisten menyediakan akses pendidikan berkualitas tanpa batas, tidak hanya di tingkat domestik tetapi juga di panggung internasional. UT yang kini melayani lebih dari 750.000 mahasiswa aktif membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk meraih bangku kuliah.
Pertemuan penting tersebut dihadiri langsung oleh jajaran petinggi BJOU, termasuk Director of the Organization Publicity and United Front Work Department Ms. Yan Xiaochun, Secretary of the Party Branch of the Office of Lifelong Learning Mr. Liu Zhongqiu, serta Vocational Education Division Teaching Administrator Associate Professor Wu Shasha. Kedatangan mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan serta staf ahli UT.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Oliatati Dian menegaskan bahwa kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan peluang akademik maupun non-akademik jangka panjang yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. Kemitraan yang dirancang untuk periode lima tahun ini mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari riset akademik bersama, pengembangan teknologi, mobilitas dosen dan staf, hingga pembagian sumber daya pendidikan.
“Kami berharap perjanjian ini akan menjadi awal dari banyak kolaborasi yang berdampak luas dan berkelanjutan di masa depan guna memajukan pendidikan terbuka secara global,” tutur Prof. Oliatati optimis.


Tujuan utama ke depan dari MoU ini adalah saling memperkuat ekosistem pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) bagi semua umur. Dalam sesi diskusi, BJOU memaparkan inovasi credit bank system mereka yang mampu menjembatani program bergelar (degree) dan non-gelar (non-degree), serta layanan Elderly Open University untuk lansia.
Di sisi lain, UT membagikan praktik terbaiknya mengenai kurikulum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), tata kelola sekolah jarak jauh, hingga platform online learning marketplace melalui Indonesia Cyber Education (ICE) Institute.
Sinergi internasional ini secara organik menyokong agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) yang inklusif, serta SDGs Nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mengakselerasi teknologi digital pendidikan. Lewat pertukaran ilmu ini, UT membuktikan bahwa batas negara bukan lagi halangan untuk merajut masa depan pendidikan dunia yang merata dan berkeadilan.


