TANGERANG SELATAN — Sebuah institusi besar tidak tumbuh hanya dari apa yang tampak di depan. Di balik layanan yang terus bergerak, ada sistem yang bekerja, orang-orang yang memastikan kebutuhan terpenuhi, serta mitra yang ikut menjaga setiap proses berjalan sebagaimana mestinya. Bagi Universitas Terbuka (UT), keberadaan para mitra tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus memperluas jangkauan pendidikan tinggi di Indonesia.
Komitmen itu mengemuka dalam UT Vendor Gathering 2026 yang digelar bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Senin (28/9/2026). Menghadirkan 115 vendor mitra UT dan lima anak usaha BTN, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kemitraan sekaligus membangun kesepahaman mengenai pengadaan barang dan jasa yang profesional, transparan, dan berorientasi pada nilai tambah.
Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menegaskan, vendor perlu ditempatkan sebagai bagian dari kekuatan yang ikut menopang pertumbuhan UT. Terlebih, UT tengah mempersiapkan diri untuk memberikan layanan kepada lebih dari satu juta mahasiswa.
“UT besar sampai seperti ini tidak karena berjuang sendirian. Kita membangun ekosistem untuk kolaborasi, untuk resource sharing, ini menjadi bagian tidak terpisahkan dari pertumbuhan UT,” ujar Ali.
Karena itu, Ali mendorong para vendor untuk tidak melihat hubungan dengan UT sebatas transaksi pengadaan. Para penyedia barang dan jasa diharapkan dapat berkembang menjadi mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mendukung keberlanjutan layanan pendidikan UT. Bagi UT, pola kemitraan seperti ini penting karena keberlanjutan layanan pendidikan tidak hanya bergantung pada kapasitas internal institusi, tetapi juga pada kemampuan berbagai pihak untuk berbagi sumber daya, keahlian, dan tanggung jawab dalam mencapai tujuan yang sama.
Penguatan kemitraan tersebut berjalan beriringan dengan transformasi tata kelola pengadaan barang dan jasa di UT. UT terus membangun sistem yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, independensi, dan value for money. Upaya itu dilakukan melalui pembenahan regulasi, kelembagaan, serta digitalisasi proses pengadaan menggunakan ProMise V2 (Procurement Management Information System).
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Dr. Adrian Sutawijaya, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa transformasi pengadaan tersebut telah menjadi praktik baik yang mulai diadopsi oleh sejumlah perguruan tinggi. Melalui sistem yang terus dikembangkan, UT berupaya memastikan proses pengadaan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan, tetapi menghasilkan nilai tambah bagi organisasi sekaligus mendukung layanan pendidikan bagi mahasiswa.
Dengan tata kelola yang lebih efisien dan akuntabel, sumber daya yang dimiliki dapat diarahkan untuk menjaga kualitas layanan yang diterima mahasiswa. Dengan demikian, proses pengadaan tidak berdiri sendiri sebagai urusan administratif, tetapi turut memiliki keterkaitan dengan upaya UT menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas dan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Di sisi lain, kolaborasi dengan BTN turut membuka ruang dukungan bagi keberlangsungan bisnis para vendor. Direktur Corporate Banking BTN Helmi Afrisal Nugroho menyampaikan bahwa BTN siap mendukung kebutuhan finansial mitra UT melalui berbagai layanan, seperti kredit modal kerja, kredit investasi, KUR, supply chain financing, dan supplier financing.
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui inovasi e-Bank Garansi yang terintegrasi dengan sistem E-Promise UT. Digitalisasi ini dihadirkan untuk membuat proses jaminan pengadaan lebih cepat, mudah, aman, transparan, dan terdokumentasi. Kehadiran sistem tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi antara institusi, perbankan, dan teknologi dapat menciptakan proses bisnis yang lebih efektif bagi seluruh pihak yang terlibat.
Kinerja para mitra kemudian mendapat apresiasi melalui UT Vendor Excellent Awards 2026. Penghargaan diberikan dalam lima kategori, dengan juara pertama masing-masing diraih CV Bintang Timur Gemilang untuk Fasilitas dan Kebutuhan Dasar, PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia untuk Layanan Esensial dan Pendukung, PT Gramedia untuk Komunikasi dan Cetak, PT Pos Indonesia untuk Logistik, Akomodasi dan Promosi, serta PT My Icon Technology untuk Infrastruktur Digital dan Fisik. Dari kategori tersebut, CV Bintang Timur Gemilang ditetapkan sebagai Juara Umum Kualifikasi Kecil, sementara PT Gramedia menjadi Juara Umum Kualifikasi Besar.
Lebih dari sekadar penghargaan, momentum tersebut menjadi ruang bagi UT dan para mitra untuk melihat kembali bahwa hubungan yang dibangun bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan institusi, tetapi juga mengenai kepercayaan, profesionalisme, dan tanggung jawab untuk memberikan hasil terbaik. Hubungan yang sehat antara institusi dan mitra pada akhirnya menciptakan ruang untuk tumbuh bersama, sekaligus memperkuat ekosistem yang menopang keberlangsungan layanan pendidikan.
Komitmen itu bahkan diarahkan lebih jauh pada manfaat sosial. Dalam kesempatan tersebut, Ali mengajak para vendor yang memiliki ruang dari hasil usahanya untuk turut mendukung mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi melalui program beasiswa, termasuk bagi mahasiswa asli Papua.
Dukungan tersebut membuka peluang agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan cara ini, kemitraan yang dibangun UT tidak hanya memberikan manfaat bagi keberlangsungan operasional, tetapi juga dapat berkontribusi pada perluasan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas.
Menurut Ali, pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial dapat berjalan beriringan ketika setiap pihak memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menciptakan peluang tersebut, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh mahasiswa dan masyarakat.
Pada akhirnya, UT Vendor Gathering 2026 menjadi pengingat bahwa perjalanan memperluas akses pendidikan tidak pernah dikerjakan oleh satu pihak saja. Ada institusi, mitra usaha, perbankan, teknologi, dan berbagai elemen lain yang saling menguatkan dalam satu ekosistem.

Dari kemitraan yang profesional dan tata kelola yang semakin transparan, UT ingin membangun fondasi yang kuat untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang terus berkembang. Sebab, ketika berbagai pihak tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan, tetapi juga tumbuh sebagai mitra yang berbagi sumber daya, peluang, dan tanggung jawab, kemitraan tersebut dapat menciptakan dampak yang lebih luas—dari layanan pendidikan yang semakin berkualitas hingga terbukanya kesempatan belajar bagi lebih banyak masyarakat.


