Kunjungan studi tiru Universitas Hasanuddin (Unhas) ke Universitas Terbuka (UT) pada 27 November 2025, di Kantor Pengawas Internal Universistas Terbuka, menghadirkan ruang dialog yang hangat dan kolaboratif tentang tata kelola serta penguatan fungsi pengawasan di perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk berbagi praktik baik sekaligus menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pendidikan yang transparan, akuntabel, dan inklusif, sejalan dengan semangat SDGs, khususnya tujuan pembangunan kelembagaan yang kuat (SDG 16).
Wakil Rektor IV UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., membuka pertemuan dengan menegaskan bahwa transformasi peran pengawasan internal tak hanya menyangkut sistem, tetapi juga perubahan paradigma. Ia mengakui bahwa selama ini auditor kerap dipersepsikan sebagai pihak yang mengawasi dengan pendekatan “watchdog”. Namun melalui pembinaan, edukasi, dan dialog yang berkelanjutan, UT berhasil mendorong unit pengawasan menjadi lebih konsultatif dan bersahabat tanpa mengurangi ketegasan dan profesionalismenya.

“Kami mengaudit itu hanya lima hari. 360 hari lainnya, kita adalah partner,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa pendekatan baru tersebut justru membuka ruang komunikasi yang lebih sehat antara auditor dan unit kerja. Banyak temuan bukan lagi sekadar hasil pemeriksaan, melainkan informasi awal yang disampaikan langsung oleh unit terkait. “Dengan pendekatan konsultatif ini, hasil kerja kami jauh lebih bermanfaat,” katanya.
Transformasi cara pandang ini menjadi penting karena UT merupakan PTNBH yang relatif baru jika dibandingkan sejumlah kampus besar lain seperti Unhas. Karena itu, bagi UT, kolaborasi dan ruang diskusi menjadi kebutuhan sekaligus peluang belajar. “Ini bisa menjadi kolaborasi di antara kita, bagaimana menjadikan SPI atau KPI di PTNBH lebih hebat lagi,” ujar Dr. Hendrian.
Kepala KPI UT, Antonio Vivaldi, S.E., MBA., memperkuat pesan tersebut. Bagi UT, kunjungan Unhas bukan sekadar studi tiru, tetapi kehormatan sekaligus ruang pertukaran praktik baik. Ia menegaskan bahwa UT pun masih terus berproses melalui continuous improvement di tengah tantangan ruang lingkup kerja yang sangat luas—mencakup 39 wilayah layanan dari Aceh hingga Sorong.
Antonio menyoroti bahwa dalam tata kelola PTNBH, KPI berperan memastikan harmonisasi kebijakan serta konsistensi peraturan rektor agar tidak terjadi tumpang tindih antar-wakil rektor atau unit. Dalam beberapa audit, UT juga melibatkan tenaga ahli luar untuk memperkuat kualitas laporan hasil audit, terutama ketika berkaitan dengan audit bangunan atau aspek teknis tertentu.
“Tujuan kita selalu pada sharing praktisi dan penguatan tata kelola. KPI memastikan adanya harmonisasi kebijakan sehingga peraturan rektor menjadi landasan hukum yang kuat,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua KPI Universitas Hasanuddin, Dr. Ir. Dody Dharmawan Trijuno, M.App.Sc., menyampaikan alasan Unhas memilih UT sebagai tujuan studi tiru. Ia melihat UT sebagai institusi yang sangat maju dalam pengelolaan sistem informasi dan kontrol internal berbasis digital. Kesannya muncul sejak kunjungan sebelumnya ketika Unhas melihat bagaimana UT membangun sendiri sistem pengendalian berbasis data yang terintegrasi hingga ke seluruh UPBJJ-UT di daerah.
“UT ini kalau kata orang Betawi, bule bilang, sudah one step ahead. Walaupun jaraknya jauh, UT sangat maju dalam bidang tertentu, terutama dalam pengelolaan dan pengendalian sistem informasi,” ujarnya. Ia menambahkan, kemampuan UT dalam memastikan tata kelola modern menjadi inspirasi bagi Unhas dalam memperkuat peran SPI di lingkungan PTNBH.
Pertemuan tersebut menjadi simbol bagaimana perguruan tinggi saling belajar dan berbagi demi mewujudkan tata kelola pendidikan yang lebih baik. Bagi UT, keterbukaan pengetahuan adalah bagian dari misinya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan akses pendidikan tanpa batas. Kolaborasi seperti ini diharapkan tidak hanya memperkuat institusi, tetapi juga memperkuat layanan pendidikan yang menjangkau masyarakat luas—dari perkotaan hingga wilayah 3T—dengan kualitas yang tetap terjaga.



