Tangerang Selatan, 11 November 2025 — Ribuan wajah penuh semangat memenuhi UTCC pada Selasa (11/11/2025) pagi. Di hari yang bersejarah itu, Universitas Terbuka kembali menggelar Wisuda Tahun Akademik 2025–2026 Ganjil untuk Wilayah 2, sebuah momentum penting yang tidak hanya menandai pencapaian akademik, tetapi juga semangat perjuangan tanpa batas dalam meraih pendidikan tinggi.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda kali ini memiliki makna yang sangat istimewa. “Hari ini bukan hanya puncak dari proses belajar, tetapi juga penanda bagi kami untuk mengembalikan lulusan terbaik ke masyarakat. Mereka akan menjadi champion, inspirator, motivator, sekaligus teladan di lingkungannya,” ujarnya.
Dalam suasana yang hangat dan khidmat, Prof. Ali mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga semangat kepahlawanan di setiap langkah kehidupan, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh sehari sebelumnya. “Menjadi pahlawan hari ini tidak harus di medan perang. Dengan ilmu dan integritas, jadilah pahlawan yang menebarkan manfaat, menciptakan solusi, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat,” pesannya.


Sebanyak kurang lebih 1.700 wisudawan dari berbagai daerah hadir dengan kebanggaan tersendiri, Dari jumlah tersebut, terdapat sosok-sosok inspiratif yang menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia, kondisi, maupun profesi.
Salah satunya adalah Dr. Handito Hadi Joewono, CEO RB Consulting, yang terdaftar sebagai mahasiswa UT sejak tahun 1984, dan memutuskan untuk melanjutkan kuliah kembali hingga menuntaskan studi di UT pada usia 62 tahun. “Beliau adalah lulusan tertua dan tersetia, bukti nyata bahwa belajar tidak pernah mengenal kata terlambat,” ujar sang rektor disambut tepuk tangan hadirin.
Kisah inspiratif juga datang dari Sri Rahayu, lulusan termuda berusia 20 tahun dari UT Palembang, serta Ana Moliana, peraih IPK sempurna 4,00 dari program Magister Pendidikan Matematika UT Palu. Tak kalah mengharukan, pasangan Parjono dan Marlina Nunung Cahyani dari UT Palangkaraya turut diwisuda bersama sebagai suami istri.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., menambahkan bahwa keberagaman profil wisudawan ini menunjukkan peran besar Universitas Terbuka dalam membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya. “Ada wisudawan yang mendaftar sejak tahun 1984, dan ada pula tokoh-tokoh penting seperti pimpinan DPRD. Ini bukti bahwa keberadaan UT memberi kesempatan bagi siapa saja untuk reskilling dan upskilling, meningkatkan kompetensi, dan kualifikasi tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” ujarnya.
Salah satu tokoh yang hadir, Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, turut menjadi bagian dari wisudawan hari itu. Ia mengaku ingin memberi teladan kepada masyarakat di kotanya yang mayoritas adalah pekerja industri. “Saya ingin menunjukkan bahwa aktivitas kita bukan hambatan untuk menempuh pendidikan. Pemerintah sudah menghadirkan aksesnya, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya,” tuturnya.
Dengan jumlah mahasiswa aktif yang kini mencapai lebih dari 766 ribu dan lebih dari 2 juta alumni tersebar di dalam dan luar negeri, universitas ini terus menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas (SDG 4) dan mengurangi kesenjangan (SDG 10).

Menutup sambutannya, Prof. Ali mengingatkan para lulusan untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. “Perjalanan tidak berhenti di sini. Teruslah berinovasi, berkontribusi, dan menginspirasi. Jadilah duta pendidikan tanpa batas, karena ilmu yang bermanfaat adalah amal yang tak pernah putus,” tutupnya penuh makna.



