Tangerang Selatan — Universitas Terbuka (UT) memperkuat perannya sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai mitra strategis. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Seminar Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil Wilayah 1 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Senin (27/10/2025). Seminar dengan tema “Melangkah dengan Inovasi, Wujudkan Generasi Cemerlang” ini diikuti oleh 1.306 calon wisudawan dan menjadi rangkaian menjelang prosesi Wisuda Nasional UT yang akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2025.
Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK), Firmansyah, S.Kom., M.M., yang menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan penyelenggaraan wisuda. Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para calon wisudawan yang akan segera dikukuhkan. “Selamat datang kepada para calon lulusan Universitas Terbuka. Momen ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar sepanjang hayat. Semoga kehadiran saudara sekalian membawa semangat baru dalam memperkuat kontribusi nyata di masyarakat,” ujarnya.
Momentum seminar ini juga menjadi panggung penting bagi UT dalam memperluas jejaring kerja sama. Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menandatangani MoU dengan sejumlah lembaga, yakni Universitas Negeri Manado, Politeknik Negeri Manado, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Melalui kesepakatan ini, para pihak berkomitmen untuk meningkatkan mutu Tridharma Perguruan Tinggi serta memperluas kolaborasi dalam penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain MoU, UT juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Pemkab Trenggalek melalui UT Malang. Perjanjian tersebut berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan kelembagaan di tingkat daerah. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan upaya UT dalam membangun hubungan sinergis antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah daerah, sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan seminar juga diisi dengan sosialisasi Tracer Study oleh Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., serta sosialisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) oleh Mayjen TNI (Purn.) Erro Kusnara, S.IP. Keduanya menekankan pentingnya konektivitas antara lulusan, alumni, dan institusi dalam menciptakan ekosistem akademik yang berkelanjutan.
Suasana seminar semakin hidup saat menghadirkan narasumber inspiratif, Marsekal Muda TNI R. Tjahjo Khurniawan, S.T., M.Si., Deputi Bidang Strategi dan Kebijakan Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya literasi keamanan digital di dunia pendidikan. Acara kemudian ditutup dengan sesi motivasi oleh Prof. Gorky M. Sembiring yang menggugah semangat peserta untuk terus berinovasi dan berintegritas di dunia kerja.
Di balik suasana akademik yang khidmat, kisah para calon wisudawan turut menghadirkan inspirasi tersendiri. Robert Pangihutan Radjagoekgoek (64 tahun) dari UT Jakarta tercatat sebagai calon wisudawan tertua, membuktikan bahwa semangat belajar tak pernah padam meski usia tak lagi muda. Sebaliknya, Lusiana Oktavian Putri Talisman (21 tahun), juga dari UT Jakarta, menjadi calon wisudawan termuda yang berhasil menuntaskan studinya di usia muda dengan tekad kuat. Dari luar negeri, pasangan ibu dan anak, Veronica Yuliana dan Audrey Marcella, dari UT Luar Negeri Los Angeles, meraih predikat Calon Wisudawan Berdedikasi karena komitmen mereka menempuh pendidikan jarak jauh lintas generasi.


Kisah-kisah tersebut mencerminkan makna sejati dari pendidikan terbuka yang dijalankan UT—bahwa kesempatan belajar tidak dibatasi oleh usia, jarak, atau latar belakang. Melalui sistem pendidikan yang fleksibel dan inklusif, UT terus memberikan ruang bagi setiap individu untuk tumbuh dan berkontribusi bagi masyarakat.
Seminar Wisuda Wilayah 1 UT menjadi bukti nyata bahwa inovasi, kolaborasi, dan pembelajaran sepanjang hayat bukan hanya slogan, tetapi semangat yang terus dihidupkan dalam setiap langkah universitas ini. Dari ruang virtual hingga panggung wisuda, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang terbuka, adaptif, dan relevan bagi generasi masa depan Indonesia.



