Ternate, 23 September 2025 – Dari ujung timur Indonesia, tepatnya Papua, hadir sebuah kisah inspiratif yang menggambarkan tekad, kerja keras, serta perjuangan tanpa henti dalam meraih impian. Putra terbaik suku Dani dari Lembah Baliem, baru saja menyelesaikan pendidikannya hingga mendapatkan gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Terbuka (UT Ternate). Di samping kesibukan profesinya sebagai anggota Polresta Kupang Kota, Kapolsek Alak AKP Albertus Mabel, S.I.K., ternyata sangat peduli terhadap pendidikannya.
Wisuda Universitas Terbuka (UT) Ternate Periode II Tahun Akademik 2024/2025 memiliki makna yang jauh lebih dari sekadar seremoni kelulusan bagi AKP Albertus Mabel. Ia tidak hanya berdiri sebagai peraih toga, tetapi juga sebagai simbol semangat anak Papua yang berhasil menembus batas-batas geografis, menjembatani perbedaan budaya, dan menaklukkan dinamika profesi sebagai aparat negara.
“Dengan rasa syukur, di sela tugas sebagai abdi negara, saya bisa menyelesaikan pendidikan ini. Bagi saya, belajar adalah perjalanan seumur hidup,” ujarnya dengan rasa bangga.
Judul tesis yang dibuatnya pun mengangkat tema selaras dengan profesinya, yaitu Evaluasi Kebijakan SOP Kepolisian tentang Masa Demonstrasi dalam Penanganan Kepolisian di Polres Kota Ternate. Kerja kerasnya berbuah manis dengan IPK 3,80. Sungguh luar biasa, mengingat kesibukannya dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara, AKP Albertus Mabel mampu menuntaskan pendidikan pascasarjana dengan baik.
Kisah inspiratif ini menjadi bukti bahwa sekat geografis, budaya dan kesibukan profesi tidak menjadi penghalang dalam menempuh pendidikan. UT melalui pendidikan jarak jauh menghadirkan pendidikan yang fleksibel dan terjangkau serta bisa diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, tanpa terhalang jarak, waktu, maupun kesibukan pekerjaan.
Peran UT dalam menyediakan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Pengurangan ketimpanngan (SDG 10) yakni dengan menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel melalui teknologi digital, serta menyediakan akses dan peluang belajar bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak, waktu, maupun kondisi ekonomi.
Kisah AKP Albertus Mabel bukan hanya sekadar pencapaian akademik, melainkan juga simbol nyata bahwa pendidikan adalah hak dan peluang yang harus dapat diraih oleh siapa saja, di mana saja, tanpa batasan ruang dan waktu. Melalui peran strategis Universitas Terbuka, harapan untuk menggapai ilmu dan meningkatkan kualitas hidup semakin terbuka luas, khususnya bagi mereka yang berada di wilayah terdepan dan terpencil. Semangat pantang menyerah dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Albertus menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan tekad kuat dan akses pendidikan yang tepat, setiap individu mampu menorehkan prestasi gemilang dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa.
Semoga kisah ini menginspirasi generasi muda Indonesia untuk tidak pernah berhenti belajar, serta terus berusaha meraih prestasi di bidang masing-masing, di mana pun dan dalam kondisi apa pun.



