Tangerang Selatan, 30 Juli 2025 — Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Onboarding Session Bina Budaya antar Bangsa (BINAR) 2025. Program ini menjadi program unggulan UT untuk memperluas jejaring global, mempererat diplomasi budaya, serta memperkenalkan wajah Indonesia ke mata dunia melalui pengalaman akademik dan kebudayaan yang mendalam.

BINAR 2025 menjadi edisi kedua dari program international summer camp yang dirancang UT, menghadirkan 20 mahasiswa asing terpilih dari 11 universitas di 7 negara, serta 8 mahasiswa UT Yogyakarta yang bertindak sebagai buddy. Setelah melewati fase daring selama 16 sesi yang ketat, para peserta yang terpilih untuk fase on-site dinilai memiliki dedikasi, semangat lintas budaya, dan potensi kepemimpinan global yang menonjol.
Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Bidang Akademik UT sekaligus Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. mewakili pimpinan universitas, menyampaikan rasa bangga dan antusias atas terlaksananya program ini.
“Kami merasa terhormat dapat menyambut Anda semua dalam Onboarding BINAR 2025. Program ini tidak hanya mempertemukan para mahasiswa dari beragam negara, tetapi juga memperkaya semangat kolaborasi lintas budaya yang menjadi semangat utama BINAR,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, GAO Yue – Program Coordinator for Student Exchange at the International Exchange Office of Shanghai Open University (SOU) juga mengungkapkan rasa senangnya atas terselenggaranya program BINAR ini yang berfungsi sebagai platform untuk pertukaran budaya dan kesempatan global. Gao Yue berharap program BINAR ini dapat berlanjut dan lebih jauh dapat menghasilkan kolaborasi yang lebih luas, khususnya antara SOU dan UT di masa mendatang.
Para peserta akan menempuh pengalaman langsung di Jakarta dan Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat budaya, bahasa, dan masyarakat Indonesia. Mereka juga akan mengikuti berbagai sesi akademik dan kegiatan kebudayaan seperti lokakarya batik, seni pencak silat, tur budaya, hingga pertunjukan puncak Dies Natalis ke-41 UT yang melibatkan penampilan khas dari para peserta internasional. Pengalaman ini diperkuat dengan kewajiban dari setiap peserta untuk mencatat daily log harian dan menyusun final self-report sebagai refleksi mendalam atas proses belajar selama program.
Tak hanya itu, peserta juga dibagi dalam kelompok lintas negara untuk mengerjakan group project bertema budaya, pendidikan, dan kerja sama internasional. Proyek ini akan dipresentasikan pada sesi penutupan BINAR sebagai bentuk kontribusi nyata mereka terhadap pemahaman lintas budaya.
BINAR juga memberikan pembekalan praktis sejak sebelum keberangkatan, mulai dari pengurusan visa, informasi kedatangan, akomodasi, hingga panduan etika budaya lokal Indonesia—seperti pentingnya berpakaian sopan, menjaga etika dalam bersosialisasi, serta mematuhi kebiasaan lokal seperti melepas alas kaki sebelum memasuki rumah.
Program ini tak hanya berdampak bagi mahasiswa asing. Mahasiswa Indonesia yang terlibat sebagai buddy pun mendapat kesempatan emas untuk mengasah keterampilan komunikasi antarbudaya, memperluas jejaring internasional, dan mempersiapkan diri menjadi warga global.
Dengan semangat berbagi budaya dan menjalin kerja sama, BINAR 2025 menjadi bukti bahwa Universitas Terbuka tidak sekadar membuka akses pendidikan tanpa batas geografis, tetapi juga menjadi aktor penting dalam membangun harmoni global melalui pendidikan yang membumi dan berwawasan dunia.



