Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan peran perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional. Pada Selasa, 29 Juli 2025, UT resmi membuka program PkM Nasional di Desa Lengkong Kulon, Kabupaten Tangerang, yang digagas untuk menjadikan desa tersebut sebagai percontohan desa hijau, sehat, dan berdaya saing global.

Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai fakultas di UT yang akan melakukan pendampingan selama tiga tahun ke depan. Berbagai program pembinaan dilaksanakan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan toilet ramah lingkungan, literasi pangan dan sanitasi, hingga pengajaran bahasa Inggris sederhana bagi anak-anak dan pemuda desa. Kehadiran UT menjadi angin segar bagi masyarakat Lengkong Kulon, yang selama ini menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan lingkungan.
Dr. Heriani, Kepala Pusat PkM LPPM UT, menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi membangun kesadaran kolektif agar masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan. “UT hadir untuk menggerakkan perubahan mindset warga, dari sekadar membuang sampah menjadi mengelola sampah, bahkan menjadikannya sumber nilai ekonomi,” ujarnya. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah mendorong terbentuknya bank sampah di desa, sehingga sampah tak lagi dibakar atau dibuang sembarangan, melainkan dikelola dan bernilai guna.
Kepala Desa Lengkong Kulon, Muhammad Sohib, menyambut baik langkah ini dan berharap kerja sama dengan UT dapat membawa desanya menuju transformasi nyata. “Kami ingin warga tergerak menjadi pegiat lingkungan aktif. Desa hijau bukan hanya slogan, tetapi gaya hidup,” tegasnya. Dukungan dari aparat desa dan antusiasme warga menjadi modal penting bagi keberhasilan program yang diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia.
Program ini juga mencerminkan kontribusi nyata UT terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG Indonesia), terutama SDG 6 tentang air bersih dan sanitasi, SDG 11 tentang komunitas dan pemukiman berkelanjutan, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Integrasi antara pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian lingkungan menunjukkan bagaimana UT tidak hanya fokus pada penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, tetapi juga mendorong perubahan sosial-lingkungan yang memberi dampak positif nyata.
Langkah UT di Desa Lengkong Kulon semakin menegaskan posisi UT sebagai universitas yang tidak hanya memfasilitasi akses pendidikan bagi siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, tetapi juga mengubah ilmu menjadi aksi nyata. PkM Nasional ini membuktikan bahwa UT bukan sekadar penyelenggara pendidikan jarak jauh, tetapi agen transformasi masyarakat. Dengan menggabungkan inovasi akademik, teknologi pembelajaran, dan kepedulian sosial, UT mengangkat nilai-nilai keberlanjutan dan menjadikannya bagian dari DNA kampus.
Melalui desa binaan seperti Lengkong Kulon, UT menegaskan perannya sebagai Kampus Berdampak yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat kepercayaan publik, dan mendukung Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.



