Tangerang Selatan, 08 Juli 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali menorehkan bukti bahwa pendidikan tinggi berkualitas tidak mengenal batas. Melalui prosesi Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 Genap Wilayah 1, UT secara resmi mewisuda 1.213 lulusan dari seluruh penjuru tanah air di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Kantor UT Pusat, Tangerang Selatan, pada Selasa (8/7).
Mengusung tema “Menuju Masa Depan Era Digital Meraih Prestasi Gemilang,” wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol keberhasilan sistem Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ) yang selama ini dijalankan UT secara inklusif, fleksibel, dan terintegrasi teknologi.


Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri berbasis pendidikan jarak jauh (PJJ) di Indonesia, UT melayani lebih dari 676.588 mahasiswa aktif dari berbagai latar belakang: ASN, guru wilayah 3T, pekerja industri, ibu rumah tangga, hingga mitra dari dunia usaha/dunia industri. Wisuda ini menegaskan bahwa keterbatasan geografis, usia, maupun kesibukan bukanlah penghalang untuk meraih gelar sarjana dan menciptakan perubahan.
Prosesi wisuda diawali dengan Pembacaan SK Rektor tentang Pengukuhan Lulusan TA 2024/2025 Genap oleh Direktur Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK), Firmansyah, S.Kom., M.M., yang kemudian dilanjutkan dengan Pengukuhan oleh Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, M.A., serta pembacaan SK Rektor tentang Lulusan Terbaik TA 2024/2025 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman. S.S., M.Hum., Ph.D.
Dalam sambutannya, Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, M.A. menegaskan bahwa para lulusan bukan hanya pemilik ijazah, tetapi juga agen perubahan.
“Lulusan UT adalah wajah masa depan Indonesia—tangguh, adaptif, dan berdampak nyata,” tegasnya.
Mohamad Yunus juga menyampaikan bahwa saat ini kita sedang menghadapi era revolusi industri 4.0 dan bahkan menuju society 5.0. UT tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pada peningkatan kualitas lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inklusif secara sosial, dan unggul dalam kompetensi profesional. “Melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang terus dikembangkan, digitalisasi bahan ajar, layanan tutorial online, hingga ekosistem microcredentials dan sertifikasi kompetensi, UT mendorong proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan industri masa kini,” ungkap Mohamad Yunus.
“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi harus menjadi lokomotif penggerak kemajuan bangsa. Oleh karena itu, UT secara aktif menjalin kolaborasi strategis dengan pemerintah, dunia usaha dan industri, dan lembaga internasional dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan terampil secara digital,” tambah Mohamad Yunus,

Momentum membanggakan datang dari salah satu lulusan yang mendapat apresiasi. Ia adalah Hendri Setiawati, lulusan Program Magister Studi Lingkungan UT Malang, yang berhasil meraih IPK sempurna 4,00 dan predikat Dengan Pujian. Kisahnya menjadi cermin dari kualitas penyelenggaraan akademik UT dengan sistem belajar mandiri dapat setara dengan perguruan tinggi konvensional. Acara dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada Wisudawan Terbaik dari IKA UT kepada:
- Lulusan Terbaik : Hendri Setiawati
- Wisudawan Tertua : Ramli Marbun
- Wisudawan Tertua : Magdalena
- Wisudawan Termuda : Fitri Sukma Rahayu
Selain itu, selanjutnya terdapat sesi penyerahan 12 wisudawan dari UT kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM yang saat kuliah mendapat program beasiswa dari PNM sebagai bagian dari sinergi antara UT dan dunia usaha/dunia industri (DUDI). Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi UT dengan BUMN yang fokus pada pemberdayaan UMKMK dan keluarga pra-sejahtera, serta dukungan PNM dalam mencetak SDM unggul melalui pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.
Nuansa budaya turut memperkaya suasana wisuda, sebagai cerminan harmoni akademik, seni, dan inovasi. Tari Saman dan persembahan lagu dari Lidia Mayangsari (UT Jember), Runner-up Kontes Ambyar Indonesia 2023, menjadi wujud harmoni antara intelektualitas dan seni. Acara diakhiri dengan pembacaan janji wisudawan serta penyerahan alumni kepada Ikatan Alumni UT (IKA UT) sebagai jembatan kontribusi di masyarakat.
Sebagai kampus digital, UT mengimplementasikan output pembelajaran berbasis teknologinya dengan mencetak lulusan berdampak. Terbukti hampir 3 juta alumni UT tersebar di berbagai sektor strategis. Dengan ekosistem belajar berbasis daring, materi multimedia, bahan ajar interaktif, ujian online, dan layanan administrasi digital, UT menciptakan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang menjadi pembelajar sepanjang hayat.
Mahasiswa UT tidak hanya belajar teori, tapi terbiasa mengelola waktu, belajar secara mandiri, dan mengasah daya juang. Model ini melahirkan lulusan yang bukan hanya berpendidikan, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan siap bersaing secara global.
Dengan kredo pendidikan tanpa batas, UT hadir sebagai solusi nyata bagi siapa pun yang ingin meraih pendidikan tinggi bermutu—kapan saja, di mana saja. Lulusan UT adalah wujud dari cita-cita pendidikan nasional—akses merata, mutu unggul, dan kontribusi berdampak.
Karena di UT, kuliah bukan soal tempat, tapi soal tekad dan dampak.

