Program Kampus Berdampak UT Sentuh Sektor Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial di Desa 

Bogor, 25 Juni 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali membuktikan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi terbuka yang tak hanya unggul dalam pembelajaran jarak jauh, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat. Kali ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema nasional bertajuk “Desa Binaan” yang dilaksanakan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mulai Juni hingga Oktober 2025. 

Program ini menjadi salah satu implementasi nyata dari semangat Kampus Berdampak yang digaungkan UT dalam berbagai aktivitas tridarma perguruan tinggi. Dengan melibatkan empat fakultas sekaligus—Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)—UT merancang sejumlah kegiatan berbasis kebutuhan dan potensi lokal desa. 

Desa Sukamakmur sendiri memiliki kekayaan alam dan ekonomi yang menjanjikan. Terletak di kaki Gunung Salak, desa ini dikelilingi empat sumber mata air yang dikelola oleh BUMDes Makmur Anugerah Lestari, serta masyarakat yang bergerak dalam sektor industri kecil seperti pembuatan sandal dan sepatu, pertanian, hingga konveksi. Namun, potensi tersebut belum seluruhnya dimaksimalkan. Inilah yang menjadi fokus utama program PkM UT—membantu masyarakat mengembangkan potensi lokal agar lebih berdaya dan berkelanjutan. 

“Kegiatan PkM ini merupakan bentuk sinergi konkret antara kampus dan masyarakat. Kami ingin menghadirkan transformasi sosial yang bermula dari desa,” ujar Dr. Heriani, S.IP., M.A., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UT dalam acara pembukaan yang digelar di kantor Kepala Desa Sukamakmur, 26 Juni 2025. 

Pada kesempatan ini, Heriani didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama pada FKIP  Dr. Mukti Amini, M.Pd; Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum pada FHISIP  Yanti Hermawati, S.Sos.I., M.Si; Wakil Dekan III FST Prof. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si 
serta  Kordinator PkM Desa Sukamakmur, Irmawaty dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Dari pihak desa binaan, hadir Kepala Desa Sukamakmur Sri Widiarti dan Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sukamakmur, Mad Yusep Udin serta sejumlah ibu-ibu kader penggerak PKK Desa Sukamakmur. 

Setiap fakultas membawa kontribusi spesifik. FEB fokus pada branding air minum kemasan yang bersumber dari PAM desa milik Bumdes. FHISIP menggelar pelatihan optimalisasi media sosial untuk pemasaran digital bagi UMKM sandal dan sepatu. FKIP mengadakan pelatihan parenting positif untuk orang tua, guru, dan remaja, sementara FST mengembangkan sistem pertanian hidroponik serta pengolahan pangan berbasis bahan lokal. 

Kepala Desa Sukamakmur, Sriwidiarti, SIP, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. “Kami merasa bersyukur karena menjadi mitra dari UT. Program ini sangat membantu dan bisa memotivasi warga untuk terus berkembang,” tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Bumdes Mad Yusep Udin menambahkan bahwa keterlibatan UT membawa energi baru bagi pengembangan usaha lokal. “Kami siap memaksimalkan potensi yang ada. Dukungan dari UT mendorong kami lebih percaya diri mengembangkan usaha lokal agar dikenal lebih luas,” ungkapnya. 

Program ini tidak hanya menyasar penguatan kapasitas masyarakat, tetapi juga menjadi sarana belajar langsung bagi mahasiswa UT yang tergabung dalam tim pelaksana PkM. Dengan terjun ke lapangan, mereka mendapatkan pengalaman konkret dalam mengintegrasikan ilmu dengan praktik sosial, sekaligus memperkuat nilai-nilai pengabdian sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan tinggi. 

Langkah UT ini sejalan dengan visi besar sebagai Kampus Berdampak, yakni perguruan tinggi yang tak sekadar memberikan layanan akademik, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial melalui kolaborasi dengan masyarakat. Konsep ini menjadi semakin relevan di era digital dan pascapandemi, saat perguruan tinggi dituntut untuk lebih adaptif, solutif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. 

Melalui kegiatan Desa Binaan ini, UT membuktikan bahwa pendidikan tinggi terbuka mampu menjangkau hingga pelosok dan memberikan kontribusi yang terukur. Tidak hanya membuka akses pendidikan seluas-luasnya, UT juga membuka jalan bagi pemberdayaan masyarakat menuju masa depan yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. 

Dengan semangat kolaborasi dan kebermanfaatan, UT mengajak generasi muda untuk tidak sekadar belajar dari buku, tetapi juga dari kehidupan nyata. Karena di sanalah ilmu menjadi hidup, dan kampus menjadi benar-benar berdampak.