JAKARTA – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang menetap dan bekerja di Korea Selatan resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda Universitas Terbuka Layanan Luar Negeri (UT Luar Negeri) 2025 yang digelar secara hybrid, Minggu (20/4/2025).

Momen kelulusan ini menjadi bukti nyata bahwa batas geografis bukan penghalang untuk meraih mimpi. Di tengah rutinitas sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), para lulusan ini tetap konsisten menjalani perkuliahan daring hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi.
“Semangat belajar mereka tak mengenal jarak, waktu, atau keterbatasan. Ini adalah buah dari perjuangan panjang dan ketekunan luar biasa,” kata Direktur UT Layanan Luar Negeri, Dr. Pardamean Daulay, dalam sambutannya.
Hingga tahun ini, UT Luar Negeri tercatat melayani 7.097 mahasiswa yang tersebar di 56 negara dan 90 kota dunia. Di Korea Selatan sendiri, terdapat 367 mahasiswa aktif, dan 29 di antaranya kini berhasil menuntaskan studinya.
Menurut Dr. Pardamean, gelar yang diraih bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga simbol harapan. “Ini bukti bahwa mimpi bisa tumbuh di tanah rantau. Setiap malam begadang, setiap rindu yang ditahan dari keluarga, hari ini terbayar dengan satu gelar sarjana,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan sejumlah pihak yang berperan penting dalam penyelenggaraan wisuda, termasuk KBRI Seoul, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Atase Ketenagakerjaan, serta seluruh tim Sentra Layanan UT (SALUT) Korea Selatan.
“Tanpa dukungan moril dan fasilitasi dari banyak pihak, acara ini tidak akan berjalan sebaik ini,” tambah Pardamean.
Wakil Rektor II UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, turut memberikan pesan bermakna bagi para wisudawan. Ia menekankan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar.
“Semangat belajar sepanjang hayat adalah filosofi UT yang harus terus dipegang. Saya yakin, Saudara semua adalah orang-orang yang luar biasa. Tidak mudah membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Tapi Saudara mampu menjalaninya dengan baik,” kata Ali.
Ia juga menyampaikan harapan agar semakin banyak PMI yang melanjutkan pendidikan tinggi melalui UT. Harapan ini sejalan dengan program peningkatan kualitas pelindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang menjadi bagian dari visi pemerintah.
Sebagai informasi, pada Maret 2025 lalu, UT telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi para-PMI.
Menutup acara, Ali Muktiyanto mengapresiasi kerja keras panitia, mahasiswa, dan tim SALUT Korsel yang telah menyukseskan penyelenggaraan wisuda. Ia berharap perjuangan mereka menjadi ladang pahala dan motivasi bagi anak bangsa lainnya di luar negeri.
Dengan keberhasilan para mahasiswa di Korea ini, Universitas Terbuka kembali membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat hadir bagi siapa saja, di mana saja. Komitmen UT dalam menjangkau WNI di luar negeri menjadikannya sebagai pionir transformasi pendidikan global yang inklusif dan fleksibel.



