Universitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Ilmu Komunikasi menggelar Pelatihan Digital Wellness bagi pemuda Desa Leuwikaret, Kabupaten Bogor, sebagai upaya meningkatkan kesadaran penggunaan teknologi digital secara bijak. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Leuwikaret ini diikuti oleh 40 peserta dan difokuskan pada pencegahan risiko kecanduan judi online di kalangan generasi muda.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional yang diketuai oleh Gunawan Wiradharma, S.Pd., S.I.Kom., M.Si., M.Hum., di bawah koordinasi LPPM Universitas Terbuka. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY), yang bersumber dari Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) LPDP, Kementerian Keuangan RI Tahun Anggaran 2025/2026. Acara dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Desa Leuwikaret, Hendi.
UT melihat fenomena judi online sebagai tantangan nyata yang semakin dekat dengan kehidupan generasi muda, khususnya usia 16 hingga 30 tahun. Kemudahan akses internet melalui perangkat pribadi membuat praktik ini kian marak dan berisiko menimbulkan dampak serius, mulai dari kerugian finansial, utang, gangguan kesehatan mental, hingga potensi masalah hukum. Karena itu, edukasi dan pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi masa depan pemuda.
Melalui pelatihan ini, UT tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang partisipatif dan kontekstual. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai digital wellness, serta diskusi terbuka yang mendorong peserta berbagi pengalaman terkait penggunaan teknologi, termasuk fenomena judi online di lingkungan mereka.
Dari proses tersebut, peserta diajak mengidentifikasi risiko sekaligus merumuskan langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kondisi nyata. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan.
Peran Universitas Terbuka dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai penyedia akses pendidikan berkualitas yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Melalui pendekatan yang fleksibel dan berbasis kebutuhan, UT terus menghadirkan program yang mampu menjawab tantangan aktual di masyarakat, termasuk dalam isu literasi digital.
Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui upaya menjaga kesehatan mental generasi muda, serta SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan dengan meningkatkan literasi digital di tingkat desa. Selain itu, pelatihan ini mendukung visi Desa Leuwikaret sebagai desa digital yang mandiri, aman, dan berdaya.
Melalui Pelatihan Digital Wellness ini, Universitas Terbuka berharap para pemuda tidak hanya memahami risiko penggunaan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara positif dan produktif. Dengan akses pendidikan yang semakin terbuka, UT terus mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan di era digital.


