Menembus Batas Ilmu, UT Jawab Tantangan Global di The 2nd International FUSION 2025

Tangerang Selatan, 22 Oktober 2025 — Tak henti memberikan dampak bagi masyarakat, Universitas Terbuka (UT) kembali memperkuat kiprahnya di panggung akademik internasional melalui penyelenggaraan The 2nd International FUSION 2025 (Forum for University Scholars in Interdisciplinary Opportunities and Networking). Forum kali ini mengusung tema “Bridging Disciplines, Building Futures: Multidisciplinary Approaches for Global Impact”. Tak hanya sekadar menjadi tuan rumah, diselenggarakannya FUSION 2025 ini menjadi wadah bagi para akademisi lintas bidang untuk berkolaborasi, bertukar gagasan, dan menciptakan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Sambutan pertama disampaikan oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran para peserta dari berbagai institusi.

“Suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda semua dalam acara ini. Universitas Terbuka merasa terhormat menjadi tuan rumah dari forum akademik yang begitu prestisius ini,” ujar Prof. Maman dalam sambutannya.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis Universitas Terbuka, Dr. Hendrian, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa FUSION 2025 merupakan cerminan komitmen Universitas Terbuka untuk terus mengintegrasikan pengetahuan, kolaborasi, dan inovasi melalui pendekatan multidisiplin.

Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Lebih dari 300 peserta mengirimkan karya ilmiah, dan sekitar 160 di antaranya terpilih untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam sesi paralel yang mencakup beragam bidang seperti manajemen, teknologi informasi, pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi hijau, dan kebijakan publik.

Sebagai Keynote Speaker, hadir Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Sementara itu, empat pembicara internasional turut memperkaya diskusi tersebut, di antaranya ada Tammara Soma, Ph.D. (Simon Fraser University, Kanada), Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. (BPJS Kesehatan, Indonesia), Dr. Vilma B. Ramos (Nueva Ecija University of Science and Technology, Filipina), serta Prof. Meahabo Dinah Magano dan Dr. Denzil Chetty (University of South Africa, Afrika Selatan)

Lebih dari sekadar forum ilmiah, FUSION 2025 merupakan perwujudan nyata komitmen Universitas Terbuka dalam mengimplementasikan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya peningkatan kolaborasi internasional, publikasi ilmiah, dan penguatan kapasitas mahasiswa. Melalui kegiatan ini, UT mempertegas perannya sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang berorientasi pada inovasi, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Tidak hanya itu, FUSION 2025 turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Diskusi dan riset yang dihadirkan dalam forum ini selaras dengan berbagai tujuan global, seperti SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas akademik dan akses pendidikan terbuka, SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui dorongan terhadap penelitian dan teknologi berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kerja sama antara universitas, industri, dan lembaga internasional.

Dengan semangat multidisiplin, Universitas Terbuka terus membuktikan bahwa pendidikan jarak jauh bukan hanya tentang akses, tetapi juga tentang dampak-dampak nyata bagi masyarakat, ilmu pengetahuan, dan masa depan global yang berkelanjutan.