Ketika Ilmu Bertemu Kepedulian: UT Dampingi Yayasan Sosial Bangun Kepercayaan Publik

Serang, Banten – Di tengah hiruk-pikuk tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, Universitas Terbuka (UT) kembali hadir membawa semangat perubahan. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas), UT menyalakan kembali api kepercayaan dan profesionalisme bagi pengelola yayasan sosial di Provinsi Banten.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Yayasan Senyum Insan Nusantara, Link Mesjid Boru, Kota Serang, Banten, Sabtu. Diikuti oleh para pengurus dari berbagai yayasan sosial di wilayah setempat. Tim pelaksana Abdimas UT dipimpin oleh Dra. Any Meilani, M.Si. beranggotakan Prof. Dr. Etty Puji Lestari, S.E,.M.Si., Nuraini Aunidya Cakrawala, S.Sos., dan Dina Mariyana, S.E., M.Ak., dengan dukungan tim monitoring Dr. Ir. Nurhasanah dan Harris Rovandi, S.Kom.

Fokus utama kegiatan ini bukan sekadar pelatihan administrasi dan keuangan, melainkan membangun pondasi kepercayaan dan transparansi bagi lembaga sosial agar tetap tangguh dan dipercaya masyarakat. Literasi keuangan menjadi jantung kegiatan ini — sesuatu yang sederhana, namun memiliki dampak besar bagi keberlanjutan kerja sosial yang jujur dan berintegritas.

“Pelatihan ini membantu yayasan membangun kepercayaan publik. Laporan keuangan yang tertata dan disiplin waktu menunjukkan profesionalisme, dan itu akan berdampak langsung pada keberlanjutan program serta dukungan para donatur,” ujar Dra. Any Meilani.

Tak hanya membekali peserta dengan ilmu, kegiatan Abdimas ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa tata kelola yang baik adalah wujud tanggung jawab moral. Prof. Dr. Etty Puji Lestari menegaskan, lembaga sosial perlu siap diaudit bukan semata karena aturan, tetapi demi menjaga amanah masyarakat.

“Yayasan perlu memiliki tata kelola yang baik, tidak hanya agar dipercaya masyarakat, tetapi juga agar siap diaudit kapan pun. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan profesional dalam mengelola dana yang dipercayakan kepada lembaga,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, tim UT menyerahkan hibah peralatan kantor berupa meja kerja, komputer, kursi belajar, dan perlengkapan administrasi kepada Yayasan Senyum Insan Nusantara. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja serta memperkuat semangat para pengurus dalam melayani masyarakat.

Ketua Yayasan Senyum Insan Nusantara, Jaka Pamungkas, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.

“Bantuan ini bukan hanya berupa fasilitas, tetapi juga ilmu dan semangat profesionalisme yang sangat berharga bagi kami. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya dengan penuh syukur.

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, langkah UT ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat menebar manfaat. Melalui Abdimas, UT menegaskan perannya dalam memperkuat literasi, akuntabilitas, dan pemberdayaan sosial di tengah masyarakat.

Upaya ini sejalan dengan komitmen UT terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mendorong pendidikan berkualitas (SDG 4) serta lembaga yang transparan dan akuntabel (SDG 16). Sebab, setiap yayasan yang lebih tertata bukan hanya berarti lembaga yang lebih kuat, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat yang mereka layani.