Semua Bisa di UT! Ini Kisah Wisudawan Inspiratif,  Usia 65 Tahun, Disabilitas, Hingga Berprestasi Cetak IPK Sempurna! 

Tangerang Selatan, 29 Juli 2025 – Di tengah derasnya arus transformasi digital, Universitas Terbuka (UT) dengan sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) terus menegaskan diri sebagai pionir pendidikan tinggi berbasis teknologi di Indonesia. Hal ini kembali diperlihatkan melalui penyelenggaraan Wisuda Tahun Akademik 2024/2025 Genap Wilayah 3 yang berlangsung di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), UT Pusat, Tangerang Selatan. Wisuda merupakan suatu tradisi akademik  yang selalu dinanti-nantikan dan memiliki kesan penting dalam perjalanan hidup para wisudawan sebagai titik puncak yang menandai selesainya perjuangan panjang mahasiswa UT dalam meraih gelar akademik mereka.  

Dengan mengusung tema “Menuju Masa Depan Era Digital, Meraih Prestasi Gemilang,” puji syukur UT telah mewisuda kurang lebih 1.500 wisudawan/wisudawati dari 14 UT Daerah di Indonesia bagian barat, tengah, dan timur, serta dari UT Layanan luar negeri. Sejak pagi, para wisudawan memasuki UTCC dengan wajah penuh bahagia, disambut lantunan Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan Hymne Universitas Terbuka yang mengiringi prosesi masuk Pimpinan dan Senat UT.  

Suasana makin khidmat saat prosesi wisuda dibuka oleh Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. yang kemudian dilanjutkan oleh Pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Pengukuhan Lulusan Tahun Akademik 2024/2025 Genap oleh Direktur Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK), Firmansyah, S. Kom., M.M. yang dilanjutkan dengan pengukuhan lulusan oleh Rektor UT.  

Momen ini menjadi titik puncak perjalanan akademik para mahasiswa UT, ditandai dengan lantunan “Padamu Negeri” yang menggema di seluruh ruangan. Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.  kemudian membacakan Surat Keputusan Rektor tentang Lulusan Terbaik. 

Sorotan utama wisuda kali ini tertuju pada Resno Ijar, lulusan terbaik dari Program Magister Administrasi Bidang Minat Administrasi Publik, UT Sorong yang meraih IPK sempurna 4.00 dengan predikat Dengan Pujian. Tepuk tangan meriah mengiringi penyerahan piagam penghargaan dan foto bersama Rektor. Capaian ini menunjukkan bukti UT berhasil mendidik mahasiswa menjadi lulusan yang berkualitas,  unggul secara akademik, dan berdaya saing.  

Tak kalah menginspirasi, penghargaan Wisudawan Inspiratif diberikan kepada Choirul Anam, lulusan Program Studi Ilmu Hukum dari UT Layanan Luar Negeri. Meski sudah bergelar Ph.D. dan pernah menjabat sebagai Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Periode 2020-2021, ia kembali menempuh pendidikan S1 di UT. Kisahnya membuktikan bahwa belajar memang tidak mengenal akhir, dan UT membuka ruang bagi siapa saja untuk terus menimba ilmu sambil berkiprah, bahkan di panggung dunia. Dengan fleksibilitas sistem UT, Anam mampu mengatur studinya sambil tetap aktif berkontribusi dan memimpin jejaring pelajar Indonesia di berbagai negara, menjadi simbol nyata bahwa UT adalah kampus tanpa batas.  

Rangkaian acara berlanjut dengan pemberian apresiasi kepada wisudawan terbaik, lulusan berprestasi wilayah 3, dan pada lulusan berdedikasi (berkebutuhan khusus, usia 65 tahun, dan lulusan termuda) oleh Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT), yakni oleh Ketua I Muhammad Yudi Firmansyah; Ketua II IKA UT, Mayjen TNI Dr. Dr. Yenny Purnama; dan Bendahara Umum IKA UT Purnomo, S.E. Selain lulusan terbaik, Resno Ijar, berikut nama-nama yang mendapat apresiasi: 

  • LULUSAN BERPRESTASI WILAYAH 3  

Nama : Wahyu Budiyantoro  

Program Studi : Magister Studi Lingkungan  

UT Daerah : Bandung  

IPK : 4,00  

Predikat Kelulusan : Dengan Pujian  

 (Simbol kegigihan dan perjuangan tiada henti dalam meraih prestasi akademik tertinggi) 

  • LULUSAN BERDEDIKASI (BERKEBUTUHAN KHUSUS)  

Nama : Ananda Rizky Wijaya  

Program Studi : Ilmu Administrasi Negara (S1)  

UT Daerah : Purwokerto  

IPK : 3,13  

Predikat Kelulusan : Sangat Memuaskan  

(Simbol UT memberikan akses kuliah tanpa batas termasuk bagi penyandang disabilitas)  

  • LULUSAN BERDEDIKASI (USIA 65 TAHUN / LULUSAN TERTUA)  

Nama : Syamsudin Burhan  

Program Studi : Ilmu Hukum (S1)  

UT Daerah : Bandung  

(Simbol belajar di UT memang tak mengenal usia)  

  • LULUSAN BERDEDIKASI (USIA 21 TAHUN/ LULUSAN TERMUDA)  

Nama : Gin Gin Ginayanti  

Program Studi : Ilmu Perpustakaan (S1)  

UT Daerah : Serang  

(Simbol wajah generasi muda yang tak ragu memilih UT sebagai pilihan kuliah).  

Para wisudawan UT ini juga menjadi bukti bahwa usia, letak geografis, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk dapat terus berprestasi. Capaian positif tersebut memantapkan kredo  “Semua Bisa Kuliah di UT” dari pekerja profesional, penyandang disabilitas, hingga mahasiswa di luar negeri – semua dapat belajar, berprestasi, dan mengejar impian.   

Selanjutnya dilakukan sesi penyerahan alumni kepada IKA-UT sebagai simbol bahwa alumni UT adalah bagian penting dari keberlanjutan kemajuan bangsa. Banyak di antara alumni UT yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, hingga organisasi internasional.   

Acara dilanjutkan dengan pembacaan janji wisudawan yang dilantunkan dengan khidmat oleh Antonius Cakra, lulusan Program Studi Teknologi Pendidikan, disusul dengan momen penuh haru ketika wakil wisudawan, Eva Maylani (Program Studi Akuntansi), memberikan ucapan terima kasih kepada UT, mewakili ribuan wisudawan yang hadir. 

“Universitas Terbuka bukan sekadar kampus. Ia adalah rumah bagi mereka yang gigih, yang belajar di sela kerja, membaca modul di malam hari ketika anak-anak telah tidur, menjadikan ruang tamu sebagai kelas, dan waktu istirahat sebagai kuliah. Hari ini kita buktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang—justru membentuk ketangguhan,” ucap Eva, yang juga menceritakan perjalanan pribadinya menabung setelah lulus SMK agar dapat kuliah. 

Eva menutup sambutannya dengan pantun penuh semangat: 
“Ilmu ditimba bekal dibawa, siap mengabdi di mana jua. Universitas Terbuka membentuk kita semua, insan yang tangguh dan penuh makna.” 

Acara dilanjutkan dengan penyerahan alumni kepada IKA-UT, dilanjutkan sambutan Rektor UT Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. yang menjadi momen reflektif sekaligus penguatan komitmen UT. 

Rektor mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan menyampaikan kembali mandat besar UT sejak berdiri 40 tahun lalu: pemerataan akses pendidikan tinggi, memberi kesempatan belajar bagi mereka yang sudah bekerja, dan menjawab keterbatasan daya tampung perguruan tinggi konvensional. 

“Wisuda ini adalah hari bersejarah. Gelar yang saudara raih bukan hanya simbol pencapaian akademik, tetapi kerja keras dan semangat belajar sepanjang hayat. UT telah menjadi perguruan tinggi inklusif di mana usia, fisik, dan ekonomi bukan lagi batasan untuk menempuh pendidikan,” ujar Rektor. 

Ia menegaskan bahwa UT terus mengembangkan Learning Management System (LMS), digitalisasi bahan ajar, tutorial online, hingga microcredentials dan sertifikasi kompetensi untuk membentuk lulusan yang adaptif terhadap teknologi dan kompetitif di era global. 

Rektor menutup sambutannya dengan pantun: 
“Setelah hujan tampak pelangi, pertanda indah di ujung sana. Gelar didapat, siap berbagi, membangun negeri dengan penuh makna.” 

Wisuda Wilayah 3 UT ditutup dengan doa, penyerahan ijazah, ucapan selamat dari jajaran pimpinan, dan konferensi pers yang menegaskan UT sebagai perguruan tinggi yang unggul, terjangkau, fleksibel, dan terus menjadi pilar SDM unggul Indonesia

Dengan 676 ribu mahasiswa aktif dan lebih dari 2 juta alumni, UT bukan hanya pusat pendidikan digital terbesar di Indonesia, tetapi juga motor penggerak kualitas SDM nasional. Filosofi “UT untuk Semua” menjadikannya rumah bagi siapa saja yang menolak menyerah pada keterbatasan. Wisuda Wilayah 3 pun berakhir dengan rasa haru, syukur, dan keyakinan bahwa para lulusan UT siap menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik.