Tangerang Selatan, 26 Juni 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi terbuka yang tak hanya unggul dalam pendidikan jarak jauh, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Melalui Klinik Pratama UT, kampus ini menggelar kegiatan Sunatan Massal Gratis pada Kamis (26/6/2025), yang diikuti oleh 56 anak dari lingkungan sekitar kampus.

Bertempat di Klinik Pratama Universitas Terbuka, kegiatan sosial ini menjadi bagian dari program tahunan UT sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak dan upaya meringankan beban keluarga, khususnya mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu.
“Program ini bertujuan untuk membantu keluarga prasejahtera, menumbuhkan nilai gotong royong, mengedukasi tentang pentingnya sunat untuk kebersihan dan kesehatan sejak dini, serta mempererat relasi sosial antara UT dan lingkungan sekitar,” ujar Ketua Panitia, Nisa Afriza, M.KM.
Tidak hanya menyediakan layanan sunat gratis, panitia juga menghadirkan berbagai fasilitas tambahan seperti pemeriksaan kesehatan umum, hiburan interaktif untuk anak-anak dan keluarga, serta bingkisan dan uang saku bagi seluruh peserta. Suasana hangat dan penuh kebahagiaan pun terasa sejak pagi hingga siang hari, ketika para peserta dan keluarga turut menyemarakkan kegiatan ini.


Program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak di lingkungan UT, antara lain Dharma Wanita Persatuan Universitas Terbuka, PPBI, serta unit DMAUPBJ. Beberapa mitra eksternal seperti Mandiri Inhealth, BNI Life, RS Hermina Ciputat, serta donatur dari pegawai UT juga turut berkontribusi dalam menyukseskan acara.
Bagi UT, kegiatan sunatan massal bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wujud nyata dari spirit kampus sebagai agen perubahan sosial. Komitmen ini sejalan dengan semangat “Kampus Berdampak”, di mana kehadiran perguruan tinggi dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UT semakin memperkuat perannya sebagai kampus inklusif yang peduli pada persoalan nyata masyarakat. Kepedulian itu tidak hanya ditunjukkan lewat akses pendidikan tanpa batas, tetapi juga lewat aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan.


