Bukan Sekadar Jarak Jauh, UT Buktikan Mutu! LPPI Lakukan Benchmarking 

Tangerang Selatan, 03 Juni 2025 – Siapa bilang pembelajaran jarak jauh tak bisa berkualitas? Universitas Terbuka (UT) justru membuktikan sebaliknya—bahwa inovasi dalam sistem belajar dapat menjangkau seluruh Indonesia dengan tetap menjaga mutu. Hal ini yang menjadi alasan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) memilih UT sebagai tujuan benchmarking untuk menggali praktik terbaik dalam proses penyusunan learning design, Selasa (3/6/2025). 

Bertempat di Ruang Mahoni, Wisma 3 UT, kegiatan berlangsung dan diawali dengan sambutan dari Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih sebesar-besarnya  kepada jajaran LPPI yang telah berkunjung ke UT Pusat. Rahmat Budiman, Ph.D. juga menjelaskan bahwa UT merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang tidak memiliki kampus fisik, namun justru hadir sebagai pelopor pendidikan jarak jauh sejak 1984.  

“UT didirikan untuk menjawab tiga tantangan utama saat itu: keterbatasan akses pendidikan tinggi yang sebagian besar hanya tersedia di Jawa, kebutuhan para pekerja untuk tetap bisa belajar tanpa meninggalkan profesinya, serta upaya pemerintah dalam meningkatkan kualifikasi guru yang masih banyak lulusan SMA,” ungkap Rahmat Budiman, Ph.D. 

Dengan prinsip inklusif—tanpa tes masuk, tanpa DO, dan biaya yang terjangkau—UT menghadirkan solusi pendidikan yang fleksibel dan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Didukung oleh infrastruktur teknologi informasi sebagai tulang punggung utama, UT mengembangkan sistem pembelajaran yang adaptif, baik melalui skema Paket maupun Non Paket, dengan jaminan mutu melalui ujian dan bahan ajar yang telah distandarkan secara nasional. Saat ini, UT memiliki lebih dari 600 ribu mahasiswa dan hampir 800 dosen, sebagian besar berperan sebagai tutor dalam berbagai metode pembelajaran seperti Tutorial Tatap Muka (TTM) dan Tutorial Online (Tuton).  

Dalam kunjungannya,  LPPI menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekedar studi banding, tapi studi bersama. “Kita saling belajar. LPPI belajar ke UT, dan UT juga belajar dari LPPI,” ujar Rahmar Budiman, Ph.D., menegaskan pentingnya pertukaran pandangan dan kolaborasi dalam membangun praktik terbaik. 

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur LPPI, Retno Wahyuni Wijayanti. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutan hangat dari UT, dan sedikit mengulas perjalanan LPPI yang sudah berdiri selama 66 tahun.   

“Dalam tiga tahun terakhir, LPPI berkembang tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga merambah ke sektor non-perbankan,” ungkapnya. Retno juga menambahkan bahwa tantangan pembelajaran pasca pandemi mendorong LPPI untuk belajar dari institusi yang sudah terbiasa dengan pendidikan jarak jauh, dan UT menjadi pilihan strategis. “Kami berharap dapat membangun kolaborasi yang kuat bersama UT ke depannya,” tutupnya. 

Sesi utama acara diisi dengan diskusi bersama tiga narasumber dari UT. Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D., memaparkan esensi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ), Dr. Muhammad Rif’an, S.T., M.T., menjelaskan sistem informasi UT, dan Dimas Agung Prasetyo, S.Kom., M.Sc., menyampaikan pengembangan e-learning di lingkungan UT. UT menjelaskan bagaimana mereka mengintegrasikan platform digital, manajemen konten multimedia, serta sistem pembelajaran yang fleksibel. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tinggal di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), tetap bisa belajar secara aktif dan efektif. 

Benchmarking ini menandai komitmen kedua lembaga untuk terus berbagi praktik terbaik. Bagi LPPI, kunjungan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi dapat dimaksimalkan dalam merancang pelatihan yang berkualitas. Di era ketika pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas, UT membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa hadir dari mana saja—selama ada visi yang kuat, sistem yang solid, dan semangat kolaborasi. UT bukan hanya menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi masa depan pembelajaran di Indonesia.