Universitas Terbuka (UT) terus menunjukkan komitmennya dengan memperluas akses pendidikan berkualitas di era digital. Salah satu langkah konkret UT adalah berkolaborasi dengan 2C2P, perusahaan financial technology (fintech) payment terkemuka, melalui webinar bertema “Inklusi Keuangan dalam Pendidikan Jarak Jauh: Peran Fintech dalam Meningkatkan Akses Pendidikan di Era Digital”. Webinar ini diselenggarakan pada Kamis, 28 November 2024 dan terbuka untuk umum.
Kolaborasi ini sejalan dengan tujuan SDGs, khususnya pada poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas serta poin ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, dengan menghadirkan solusi inovatif dalam meningkatkan akses pendidikan melalui teknologi keuangan. Kegiatan yang mempertemukan pemangku kepentingan dari sektor pendidikan dan industri, menunjukkan komitmen nyata UT khususnya untuk berkolaborasi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).
Webinar ini membahas bagaimana inovasi di bidang fintech dapat mendukung inklusi keuangan, sehingga pendidikan jarak jauh menjadi lebih mudah diakses dan menjangkau semua kalangan tanpa memandang batas geografis dan ekonomis. Narasumber pada webinar ini adalah Melisa Nurmala Sari selaku Associate Manager Business Development 2C2P serta Eka Wirajuang Daurrohmah, S.E.I., M.Ak selaku Ketua Program Studi Akuntansi UT. Mengawali webinar ini disampaikan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. yang sekaligus akan membuka rangkaian acara webinar. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada 2C2P yang telah membantu UT dalam menyediakan channel pembayaran dengan menggunakan teknologi yang terkini. “Tema yang diangkat saat ini sangat relevan karena ini sangat selaras dengan visi UT untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat tanpa batas geografis dan ekonomi,” tambahnya.

Selain itu, Rahmat Budiman, Ph.D. juga menyampaikan bahwa PJJ menawarkan solusi bagi tantangan geografis dan ekonomis, dan dengan hadirnya fintech dapat menjadi jembatan untuk mengatasi kesenjangan yang ada saat ini. Beliau juga menekankan betapa pentingnya peranan fintech dalam konteks pendidikan, seperti untuk mempermudah transaksi keuangan pendidikan, menyediakan solusi pembiayaan, dan yang terpenting adalah mengedukasi terkait literasi keuangan. “Contohnya, sejak implementasi teknologi pembayaran dari 2C2P, UT mencatat peningkatan aksesibilitas bagi ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah yang sebelumnya menghadapi kendala geografis dan ekonomis dalam membayar biaya pendidikan,” ujar Pak WR4.


Pemaparan materi oleh para narasumber yang dimoderatori oleh Nur Ambia Ama, M.AP. Pemaparan pertama disampaikan oleh Melisa Nurmala Sari, yang menggagas tentang peran fintech dalam meningkatkan akses pendidikan di era digital. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa peranan fintech di era digital saat ini sangat penting terutama dalam konteks pendidikan jarak jauh. Dengan fleksibilitas, jangkauan yang lebih luas, serta efisiensi dan tingkat keamanan yang lebih tinggi membuat fintech semakin memiliki peranan yang besar dalam membuka akses pendidikan, terutama untuk konteks mahasiswa UT yang memiliki demografis yang beragam. Dengan berbagai variasi metode pembayaran dan kanal yang tersedia yang memanfaatkan teknologi terbaru, 2C2P tidak hanya memperluas akses keuangan tetapi juga mendukung sektor pendidikan dengan solusi pembayaran yang fleksibel, efektif, efisien, dan terjamin keamanannya.
Pemaparan narasumber kedua oleh Eka Wirajuang Daurrohmah, S.E.I., M.Ak. yang menyampaikan bahwa dengan hadirnya fintech dapat mengakselerasi akses masyarakat akan pendidikan tinggi, khususnya pendidikan jarak jauh. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini per-tahun 2024 masih terdapat ketimpangan antara tingkat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan. Dengan adanya situasi seperti ini, menurut beliau sudah menjadi keharusan terjalinnya kolaborasi antar sektor khususnya fintech. “Dengan adanya kolaborasi antara institusi pendidikan, seperti kita bertemu hari ini, dengan 2C2P itu adalah untuk kemudahan pembayaran dan layanan-layanan lainnya,” tambahnya.


Selaras yang sudah disampaikan oleh narasumber sebelumnya, Eka Wirajuang, M.Ak. juga menyampaikan bahwa fintech saat ini memainkan peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Di antaranya adalah masyarakat semakin cepat dan mudah mendapatkan akses pendidikan, sistem pembayaran yang sudah berbasis digital, tersedianya layanan tabungan dan pinjaman pendidikan, serta semakin bervariasinya solusi pembayaran yang berbasis digital, sehingga harapannya dengan kehadiran fintech ini akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan tidak ada lagi halangan yang berarti untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas.
Kehadiran fintech di Indonesia memiliki arti dan peranan penting, khususnya untuk membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan terciptanya kolaborasi dan sinergi yang positif antara UT sebagai pionir PTJJ di Indonesia dan 2C2P sebagai fintech terkemuka, membuat pendidikan berbasis online learning dapat memberikan lebih banyak manfaat kepada masyarakat dan tentunya meningkatkan inklusi pendidikan di era digital.



