Dalam era digital yang terus berkembang pesat, transformasi pendidikan sudah menjadi kebutuhan yang untuk memastikan dunia akademik tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan zaman. Selaras dengan situasi tersebut, Universitas Terbuka (UT) mengambil langkah nyata salah satunya adalah dengan menggandeng dua raksasa teknologi, Amazon Web Services (AWS) dan H3C, untuk menggelar webinar inspiratif bertajuk “Transformasi Pendidikan dengan Cloud: Optimalisasi Pembelajaran di Era Digital”. Webinar ini dilaksanakan pada Rabu, 4 Desember 2024 dan terbuka untuk umum, baik untuk kalangan praktisi, akademisi, mahasiswa, atau masyarakat umum. Acara ini tidak hanya membahas inovasi teknologi dalam pendidikan, tetapi juga mengupas bagaimana cloud computing dapat menjadi landasan bagi pembelajaran yang lebih efisien, inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Webinar ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, Hendry Anwar, Public Sector Solution Architect dari AWS, memaparkan materi bertajuk “The Future of Higher Education with AI.” sementara Jonathan, Senior Solution Architect dari H3C, menyampaikan presentasi tentang “Next of Digital Transformation in Education”. Keduanya memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana teknologi cloud dan solusi digital lainnya mampu merevolusi pengalaman belajar.

Acara diawali dengan sambutan oleh Dr. Subekti Nurmawati, M.Si., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UT yang mengapresiasi kolaborasi strategis dengan mitra AWS dan H3C. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tema yang diusung saat ini sangat relevan dengan komitmen UT sebagai Perguruan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) yang senantiasa memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan. “Kerja sama antara UT, AWS, dan H3C merupakan langkah strategis untuk menggali potensi teknologi cloud dalam pendidikan tinggi Harapannya, wawasan dari para ahli ini dapat membantu mengoptimalkan pengalaman pembelajaran berbasis teknologi cloud, AI, dan solusi digital lainnya,” ungkap beliau. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UT dalam mendukung pencapaian Sustanaible Development Goals (SDGs) poin 4, yakni memastikan pendidikan berkualitas untuk semua.

Acara inti dimulai dengan pemaparan materi oleh kedua narasumber yang dimoderatori oleh Abdurrahman Rahim Thaha, M.A.B. Pada sesi pertama, Hendry Anwar dari AWS menjelaskan tentang The Future of Higher Education with AI, terkait bagaimana AI dapat mentransformasi pendidikan di masa depan khususnya tentang: 1) Tren AI pada konteks pendidikan, penggunaan AI/Machine Learning (ML) yang terdapat pada AWS pada institusi pendidikan, 2) Studi kasus AI yang sudah diterapkan pada pembelajaran, administrasi, dan riset, 3) Fondasi data yang menjadi diferensiasi dari pengimplementasian AI. Hendry Anwar juga menyampaikan bahwa ML/AI mengalami perkembangan yang cepat di industri dan dulunya AI hanya bisa digunakan oleh perusahaan teknologi yang sangat besar dan juga beberapa teknologi bisa dibagikan ke institusi pendidikan yang mempunya riset proyek di bidang AI. “Namun, dengan adanya cloud computing ini memberikan efek demokratisasi terhadap komputasi, data yang dapat digunakan oleh berbagai macam industri, mulai dari finance, retail, sampai ke edukasi. Jadi dengan perkembangan tersebut, setiap organisasi di semua industri di seluruh dunia sekarang sudah menerapkan AI,” ungkapnya.

Hendry Anwar juga menjelaskan bahwa AI mentransformasi pendidikan tinggi di berbagai bidang. Sebagai contoh di bidang akademik, dengan AI dapat membantu mahasiswa untuk mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran. Di bidang pelayanan mahasiswa, AI dapat membantu dalam student advicing, misalnya untuk meningkatkan produktivitas, dan juga meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dengan student services. Pada sisi manajemen kampus, AI dapat membantu untuk menerapkan predictive maintenance supaya dapat melakukan perawatan berkala terhadap fasilitas pembelajaran. Di bidang riset dan inovasi dengan AI dapat mengelola dan menganalisis data set yang sangat besar. Pada bidang administrasi melalui AI dapat membantu dalam pengelolaan dokumen dalam jumlah besar dengan konsep optimasi.
Sesi berikutnya menghadirkan Jonathan dari H3C yang memfokuskan pada solusi ICT dalam transformasi digital pendidikan dengan judul Next of Digital Transformation in Education, khususnya terkait solusi ICT yang disediakan oleh H3C kepada UT. Jonathan menegaskan, “Investasi pada bidang pendidikan sangat penting dan harus tepat sasarannya.” Jonathan memuji, “UT hebat sudah menerapkan transformasi digital dengan sangat baik, mulai dari pembelajarannya, sistem kerjanya, riset, dan pelayanannya.”

Jonathan juga menyoroti bahwa H3C telah menjalin kerja sama dengan dunia pendidikan di kancah global mencakup 17 Representative Office, lebih dari 2.600 universitas dan pusat riset, serta lebih dari 900 Educational Metro Area Network (MAN). Di Indonesia sendiri, H3C juga sudah melayani lebih dari 21 universitas, 3 (tiga) MoU – H3C Academy Program, dan 35+ Program Magang MBKM yang bertujuan untuk mempersiapkan SDM untuk siap terjun di industri. Ini menjadi bukti konkret H3C memiliki perhatian yang besar di dunia pendidikan dan beraksi nyata untuk kemajuan pendidikan di Indonesia maupun global.
Terselenggaranya webinar ini menjadi bukti komitmen UT untuk terus berada di garis depan untuk merealisasikan inovasi pendidikan di Indonesia. Melalui sinergi dan kolaborasi positif dengan mitra teknologi global seperti AWS dan H3C, UT kembali mengukuhkan perannya sebagai pelopor pendidikan berbasis teknologi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui langkah ini, UT tidak hanya menyediakan akses pendidikan yang luas oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja, tetapi juga memastikan bahwa teknologi adalah kunci utama pendidikan.
Dengan teknologi, UT terus mewujudkan visi pendidikan masa depan (future education) yang lebih adaptif dan relevan dalam menghadapi tantangan zaman!


