Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, keputusan untuk kembali belajar bukan sekadar tentang mengejar gelar. Bagi mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Kabupaten Ketapang, langkah itu menjadi awal perjalanan untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Momentum tersebut dimanfaatkan Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, untuk menitipkan pesan penting: kemajuan daerah akan lahir dari generasi yang terus belajar, mengasah kompetensi, dan berani mengambil peran.
Pesan itu disampaikan saat Jamhuri memberikan kuliah umum dan motivasi kepada mahasiswa baru UT Kabupaten Ketapang di Hotel Grand Zuri Ketapang, Sabtu (18/7/2026). Di hadapan para mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan modal paling berharga untuk membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan global.
Menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini menuntut setiap orang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, serta terus mengembangkan kompetensi. Bekal itulah yang akan menentukan apakah seseorang mampu menjadi bagian dari perubahan atau justru tertinggal di tengah derasnya perkembangan zaman.
Karena itu, Jamhuri mengingatkan agar generasi muda tidak hanya menikmati hasil pembangunan yang telah dilakukan berbagai pihak. Lebih dari itu, mereka harus hadir sebagai pelaku yang ikut menentukan arah masa depan Kabupaten Ketapang.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Jadilah pelaku utama pembangunan melalui pendidikan, kompetensi, dan kerja keras,” tegas Jamhuri.
Baginya, membangun daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan alam. Yang jauh lebih menentukan adalah kualitas manusianya. Ketika generasi mudanya memiliki ilmu pengetahuan, karakter yang kuat, dan semangat untuk terus berkembang, maka daerah akan memiliki fondasi yang kokoh untuk melangkah lebih maju.
Pandangan itu juga ia kaitkan dengan makna bela negara yang kini terus berkembang. Jika pada masa lalu identik dengan perjuangan fisik, saat ini pengabdian kepada bangsa dapat diwujudkan melalui kesungguhan meningkatkan kualitas diri.
“Bela negara hari ini bukan lagi soal mengangkat senjata, tetapi mengangkat kualitas diri. Siapa yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan karakter, dialah yang akan memenangkan masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui kuliah umum tersebut, Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap mahasiswa baru UT mampu memanfaatkan setiap kesempatan belajar secara optimal. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
UT Pontianak melalui jaringan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) juga memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Ketapang. Layanan ini memudahkan masyarakat memperoleh layanan akademik tanpa harus datang ke Pontianak, sehingga kesempatan menempuh pendidikan tinggi menjadi semakin terbuka.
Pada akhirnya, pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek-proyek besar. Ia juga lahir dari ruang-ruang belajar, ketika seseorang memutuskan untuk terus menambah ilmu dan mengembangkan diri. Dari keputusan sederhana itulah, satu per satu lahir generasi yang siap membawa Ketapang melangkah lebih maju—bukan sebagai penonton perubahan, melainkan sebagai mereka yang menciptakan perubahan itu sendiri.



