“Wow, Begini Ternyata Kampusnya!” 385 Mahasiswa Salut UT Serang Kunjungi UT Pusat

Riuh semangat terdengar sejak pagi di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Sebanyak 385 mahasiswa dari lima Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) wilayah UT Serang — yaitu SALUT Labuan Gemilang, SALUT Kota Tangerang, SALUT Ceria, SALUT Cerdas, dan SALUT Kresek — berkunjung ke UT Pusat dalam agenda bertajuk Kunjungan SALUT UT Serang.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/10/2025) ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat ekosistem kampus digital Universitas Terbuka. Tak hanya mengenal layanan akademik dan fasilitas belajar, para peserta juga diajak memahami nilai-nilai kemandirian dan pembelajaran sepanjang hayat yang menjadi ciri khas UT sebagai pelopor pendidikan terbuka dan jarak jauh di Indonesia.

Setelah pembukaan acara dan penayangan video profil Universitas Terbuka, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pemasaran dan Kerja Sama yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Pemasaran dan Kerja Sama (DPKS), Dora Sophianingtyas, S.E., MBA. Dalam sambutannya, Dora menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada mahasiswa UT yang berkunjung ke UT Pusat. Dora juga menekankan pentingnya sinergi antara UT dan SALUT dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Usai sambutan, para peserta mengikuti sesi materi dari Kepala Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT, Dr. Sri Sediyaningsih, M.Si., yang memaparkan berbagai inovasi layanan digital di Perpustakaan UT. Mahasiswa diperkenalkan pada beragam sumber referensi daring yang dapat diakses kapan saja, sebagai bentuk transformasi digital yang mendukung budaya literasi dan kemandirian belajar di era teknologi.

Acara dilanjutkan dengan Sharing Session bersama alumni berprestasi, Shan Syuja Adiwinata. Dalam sesi tersebut, Shan — yang merupakan penerima Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA) 2023 — membagikan kisah inspiratif tentang pentingnya Student-Friendly Internationalization, yakni pendekatan internasionalisasi yang berpusat pada mahasiswa. Ia menyoroti bagaimana mahasiswa UT dapat memanfaatkan peluang global, seperti pertukaran pelajar, magang internasional, dan program lintas budaya, dengan dukungan fasilitas serta bimbingan dari UT dan SALUT.

Shan juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan berbahasa Inggris dan aktif mencari program internasional sesuai minat mereka. Menurutnya, kemampuan bahasa dan kepercayaan diri merupakan kunci untuk menembus peluang global. Selain itu, ia menekankan peran penting SALUT sebagai garda terdepan yang mendukung mahasiswa dalam mendapatkan informasi dan pendampingan menuju kesempatan internasional.

Kunjungan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi foto bersama di UTCC. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi sarana belajar inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami lebih dalam peran UT dalam membuka akses pendidikan tinggi yang merata dan berkualitas.

Melalui kegiatan seperti ini, UT terus membuktikan kontribusinya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4: Quality Education. Dengan sistem pendidikan terbuka yang fleksibel, inklusif, dan berbasis teknologi, UT menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat — membuka jalan bagi siapa pun untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi bagi bangsa.