Buka Akses Kuliah bagi Aparatur dan Masyarakat, UT Samarinda dan Pemkab Mahakam Ulu Jajaki Kerja Sama Pendidikan

SAMARINDA — Melanjutkan pendidikan tinggi di tengah kesibukan bekerja bukan perkara mudah, terutama bagi aparatur yang setiap hari memiliki tanggung jawab melayani masyarakat. Kebutuhan tersebut coba dijawab Universitas Terbuka (UT) Samarinda bersama Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu melalui penjajakan kerja sama pendidikan untuk memperluas akses sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Audiensi yang berlangsung di Kantor UT Samarinda, Jumat (25/9/2026), membahas rencana Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan dua agenda utama, yakni program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi Aparatur Perangkat Desa (APD) serta fasilitasi beasiswa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), APD, dan masyarakat umum.

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samsong Batang, Kabid Dikdasmen Raditya Wibawa, Kasi Dikdas Cecilia Erika Martina, serta Kabag Prokopim Christianus Arie. Dari UT Samarinda, hadir Direktur Drs. Rusna Ristasa bersama jajaran manajer.

RPL Buka Jalan bagi Aparatur Desa Melanjutkan Pendidikan

Bagi aparatur desa, RPL menjadi salah satu poin penting dalam rencana kerja sama. Melalui skema ini, pengalaman kerja dan kompetensi yang telah diperoleh dapat diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran dalam pendidikan formal.

Dengan mempertimbangkan pengalaman dan kompetensi tersebut, aparatur desa memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus mengabaikan pengalaman profesional yang telah dibangun selama bekerja. Skema ini sekaligus membuka akses pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan aparatur di daerah.

Sementara itu, fasilitasi beasiswa dirancang untuk memperluas kesempatan masyarakat Mahakam Ulu memperoleh pendidikan tinggi. Program tersebut menyasar ASN dan APD, sekaligus masyarakat umum yang membutuhkan akses pendidikan.

Perluasan kesempatan belajar ini menjadi penting bagi daerah dengan kondisi geografis yang memiliki tantangan tersendiri. Melalui pendidikan yang lebih mudah dijangkau, masyarakat tidak hanya memperoleh kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik, tetapi juga dapat mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan dan pembangunan daerah.

Kuliah Tetap Jalan, Tugas Pelayanan Tetap Berjalan

Rencana kerja sama tersebut juga mempertemukan kebutuhan daerah dengan karakter pendidikan UT yang terbuka dan berbasis Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Model ini memberikan fleksibilitas bagi ASN, aparatur desa, maupun masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Bagi aparatur, fleksibilitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan kompetensi dan pelaksanaan tugas. Pendidikan yang dapat ditempuh sambil tetap bekerja juga memberi ruang bagi aparatur untuk membawa pengetahuan dan keterampilan baru langsung ke lingkungan kerja.

Pada akhirnya, peningkatan kapasitas SDM tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat mendukung kualitas pelayanan publik serta kesiapan tenaga kerja menghadapi kebutuhan pembangunan daerah. Hal ini sejalan dengan semangat pendidikan berkualitas dan peningkatan kompetensi untuk mendukung pekerjaan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dari Kesempatan Kuliah hingga Penguatan SDM Daerah

Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan berharap pembahasan tersebut segera berlanjut ke tahap implementasi sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.

“Kami tentu mendorong agar kerja sama segera ditindaklanjuti, sehingga program yang telah dibahas dapat mulai direalisasikan pada tahun ini,” ujarnya.

Direktur UT Samarinda Drs. Rusna Ristasa menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Pemkab Mahakam Ulu dapat menjadi langkah positif untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi yang fleksibel dan sesuai dengan kondisi mereka.

“Kami siap melakukan kerja sama ini karena ini merupakan langkah positif untuk menunjang pendidikan bagi masyarakat di Mahakam Ulu,” pungkasnya.

Jika ditindaklanjuti, kerja sama ini bukan sekadar membuka jalur kuliah bagi aparatur dan masyarakat. Lebih jauh, RPL dan fasilitasi beasiswa dapat menjadi bagian dari upaya membangun SDM daerah melalui akses pendidikan yang lebih inklusif, sekaligus memperkuat kompetensi masyarakat agar semakin siap berkontribusi dalam dunia kerja dan pembangunan Mahakam Ulu.

Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kapasitas aparatur, memperkuat pelayanan publik, dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.