MATARAM — Hari pertama menjadi mahasiswa biasanya diisi dengan pengenalan kampus, sistem perkuliahan, hingga berbagai layanan akademik. Namun, 520 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Mataram mendapat pengalaman yang sedikit berbeda. Mereka tak hanya pulang membawa pengetahuan baru tentang dunia perguruan tinggi, tetapi juga membawa satu bibit pohon untuk ditanam.
Momen itu terjadi dalam rangkaian Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) UT Mataram tahun akademik 2026/2027 ganjil yang digelar di Narmada Convention Hall, Hotel Sapadia, Mataram, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) tersebut dibuka langsung Direktur UT Mataram, Ronny Basista, Ph.D. Bagi mahasiswa baru, OSMB menjadi pintu awal untuk memahami sistem pendidikan jarak jauh dan perjalanan akademik yang akan mereka jalani di UT.
Ronny menjelaskan, pembekalan melalui LPKBJJ menjadi bagian penting sebelum mahasiswa memasuki masa studi. Para peserta diperkenalkan dengan sistem pembelajaran jarak jauh, mekanisme registrasi dan ujian, hingga berbagai layanan digital seperti UT Online dan My UT.
Namun, OSMB kali ini tidak berhenti pada pengenalan sistem akademik. UT Mataram turut menggaungkan gerakan “Satu Pohon Satu Mahasiswa” yang didukung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) sebagai bagian dari komitmen kampus mengembangkan konsep Green University.
“Satu mahasiswa, satu pohon, satu kontribusi nyata untuk lingkungan,” menjadi jargon yang mengiringi pembagian bibit kepada mahasiswa baru.
Ronny menegaskan, bibit tersebut bukan sekadar pelengkap kegiatan orientasi. Di balik satu bibit yang dibawa pulang setiap mahasiswa, terdapat pesan bahwa pendidikan tinggi semestinya melahirkan manusia yang tidak hanya mengejar pencapaian akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Program ini bukan sekadar seremonial belaka. Penyerahan bibit pohon menjadi simbolisasi bahwa melangkah ke dunia perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada capaian gelar akademik, tetapi juga membangun tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap alam,” terang Ronny Basista.
Pesan mengenai tanggung jawab tersebut juga sejalan dengan karakter pembelajaran di UT yang menuntut mahasiswa membangun kemandirian dan kedisiplinan dalam menjalani proses belajar.
Karena itu, pembagian bibit pohon menjadi penutup yang bermakna setelah mahasiswa mengikuti berbagai sesi pembekalan mengenai perguruan tinggi, sistem pembelajaran, registrasi, ujian, serta pemanfaatan layanan digital UT. Momen tersebut kemudian diabadikan melalui dokumentasi dan foto bersama mahasiswa baru dengan pihak kampus.
Lebih dari sekadar aksi menanam, gerakan ini membawa semangat pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDG 15 mengenai ekosistem daratan.
UT Mataram berharap, kepedulian yang diperkenalkan sejak hari pertama kuliah tidak berhenti ketika OSMB berakhir. Sebaliknya, satu bibit yang dibawa pulang diharapkan tumbuh bersama kesadaran mahasiswa untuk terus memberi manfaat.
Sebab, perjalanan menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan ijazah. Ada ilmu yang perlu dibagikan, ada masyarakat yang perlu diberi dampak, dan ada masa depan yang perlu dijaga. Dari satu bibit yang ditanam hari ini, mahasiswa baru UT Mataram belajar bahwa masa depan yang lebih hijau juga bisa dimulai dari tangan mereka sendiri.


