UT dan FKIP UMS Kompak Siapkan Guru Masa Depan, Kuliah Hybrid Jadi Senjata Hadapi Era Digital
Di tengah derasnya arus transformasi digital, dunia pendidikan dituntut bergerak lebih cepat dan adaptif. Menjawab tantangan itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk merancang strategi pendidikan masa depan, khususnya dalam mencetak calon guru yang siap menghadapi perubahan zaman.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja strategis jajaran pimpinan FKIP Universitas Terbuka ke FKIP UMS pada Rabu (20/5). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang diskusi penting untuk memperkuat tata kelola fakultas yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.
Delegasi Universitas Terbuka dipimpin langsung oleh Dekan FKIP bersama jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Wakil Dekan Bidang Akademik, hingga Ketua Program Studi PGSD dan Pendidikan Kimia. Kehadiran rombongan UT disambut langsung oleh jajaran pimpinan serta program studi internal FKIP UMS.
Bagi Universitas Terbuka, sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kolaborasi akademik nasional. Tidak hanya soal pertukaran gagasan, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi yang semakin dibutuhkan di era digital.
Dalam diskusi yang berlangsung intensif, kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama berkelanjutan, mulai dari penguatan tridarma perguruan tinggi, inovasi pembelajaran digital, hingga kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Menurutnya, kampus juga harus mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, hari ini kita tidak lagi berbicara tentang siapa kampus yang paling besar,” ujar Anam. Ia menilai, era global lebih membutuhkan institusi pendidikan yang siap berkolaborasi dan berinovasi demi melahirkan generasi guru yang kreatif dan progresif.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang fleksibel dan berbasis teknologi. Dalam sesi diskusi, pihak UT juga menunjukkan ketertarikan terhadap model layanan pendidikan digital yang dikembangkan FKIP UMS dan memanfaatkan kunjungan ini sebagai sarana benchmarking.
Topik mengenai metode kuliah hybrid menjadi salah satu pembahasan utama. Kedua pihak saling bertukar gagasan terkait strategi peningkatan literasi digital mahasiswa serta penguatan kompetensi dosen agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran masa kini.
Bagi Universitas Terbuka, penguatan ekosistem pembelajaran digital bukan sekadar tren, melainkan bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Langkah ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas melalui pengembangan sistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, UT berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, sinergi antarperguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan nasional dan melahirkan calon guru yang siap menghadapi tantangan masa depan.Di tengah derasnya arus transformasi digital, dunia pendidikan dituntut bergerak lebih cepat dan adaptif. Menjawab tantangan itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk merancang strategi pendidikan masa depan, khususnya dalam mencetak calon guru yang siap menghadapi perubahan zaman.
Kolaborasi tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja strategis jajaran pimpinan FKIP Universitas Terbuka ke FKIP UMS pada Rabu (20/5). Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang diskusi penting untuk memperkuat tata kelola fakultas yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern.
Delegasi Universitas Terbuka dipimpin langsung oleh Dekan FKIP bersama jajaran pimpinan fakultas, mulai dari Wakil Dekan Bidang Akademik, hingga Ketua Program Studi PGSD dan Pendidikan Kimia. Kehadiran rombongan UT disambut langsung oleh jajaran pimpinan serta program studi internal FKIP UMS.
Bagi Universitas Terbuka, sinergi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas kolaborasi akademik nasional. Tidak hanya soal pertukaran gagasan, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi yang semakin dibutuhkan di era digital.
Dalam diskusi yang berlangsung intensif, kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama berkelanjutan, mulai dari penguatan tridarma perguruan tinggi, inovasi pembelajaran digital, hingga kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, S.Pd., M.Hum., menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik. Menurutnya, kampus juga harus mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, hari ini kita tidak lagi berbicara tentang siapa kampus yang paling besar,” ujar Anam. Ia menilai, era global lebih membutuhkan institusi pendidikan yang siap berkolaborasi dan berinovasi demi melahirkan generasi guru yang kreatif dan progresif.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Terbuka dalam menghadirkan layanan pendidikan yang fleksibel dan berbasis teknologi. Dalam sesi diskusi, pihak UT juga menunjukkan ketertarikan terhadap model layanan pendidikan digital yang dikembangkan FKIP UMS dan memanfaatkan kunjungan ini sebagai sarana benchmarking.
Topik mengenai metode kuliah hybrid menjadi salah satu pembahasan utama. Kedua pihak saling bertukar gagasan terkait strategi peningkatan literasi digital mahasiswa serta penguatan kompetensi dosen agar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran masa kini.
Bagi Universitas Terbuka, penguatan ekosistem pembelajaran digital bukan sekadar tren, melainkan bagian dari upaya menciptakan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Langkah ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas melalui pengembangan sistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, UT berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, sinergi antarperguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan nasional dan melahirkan calon guru yang siap menghadapi tantangan masa depan.


