Di sebuah panggung yang dipenuhi sorot lampu dan tepuk tangan penonton, satu nama akhirnya diumumkan sebagai pemenang kategori Best Look Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026: Rana Putri Pratiwi (@ranazulfia9). Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Terbuka (UT) itu berdiri tenang, tersenyum, lalu melangkah dengan penuh rasa syukur. Di balik pencapaian itu, ada perjalanan panjang yang tidak hanya tentang dunia modeling, tetapi juga tentang bagaimana pendidikan di UT memberi ruang luas bagi mahasiswanya untuk berkembang tanpa batas.
Rana berasal dari Lampung dan sejak awal tidak pernah membayangkan dirinya akan sampai di panggung sebesar itu. Semuanya berawal dari hal sederhana ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, ia hanya ikut lomba fashion show antarsekolah. Dari pengalaman kecil itu, ia mulai mengenal rasa gugup, percaya diri, hingga akhirnya jatuh cinta pada dunia catwalk. Perjalanan yang terlihat sederhana itu perlahan berubah menjadi jalan yang ia tekuni hingga kini.
Seiring waktu, ketertarikan Rana pada dunia modeling terus berkembang. Ia mulai mengikuti berbagai kegiatan, berlatih, dan memperbaiki diri. Dari proses panjang itu, ia dikenal sebagai salah satu model muda berbakat di Lampung. Namun yang menarik, di saat banyak orang harus memilih antara pendidikan atau passion, Rana justru menjalani keduanya sekaligus. Di sinilah peran Universitas Terbuka menjadi sangat penting dalam hidupnya.
Sebagai mahasiswa UT, Rana merasakan langsung bagaimana sistem pembelajaran yang fleksibel membuka peluang besar untuknya. Ia bisa tetap mengikuti perkuliahan di Program Studi PGSD sambil aktif di dunia modeling tanpa harus meninggalkan salah satunya. UT memberinya ruang untuk mengatur waktu sendiri, belajar secara mandiri, dan tetap melanjutkan pendidikan tinggi meski memiliki kesibukan di luar kampus. Bagi Rana, inilah yang membuatnya bisa terus berkembang di dua dunia yang berbeda.
Tidak hanya itu, UT juga menjadi fondasi yang membuatnya tetap fokus pada cita-citanya sebagai calon pendidik. Meski aktif di dunia fashion, ia tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Ia merasa bahwa apa yang ia pelajari di UT tidak hanya soal teori, tetapi juga membentuk cara berpikir, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang kemudian terbawa dalam kehidupannya sehari-hari, termasuk saat berada di atas panggung.
Selain dunia modeling dan kuliah, Rana juga memiliki aktivitas lain yang membentuk karakternya. Sejak SMP, ia aktif bermain basket dan menyukai membaca puisi. Aktivitas ini membuatnya terbiasa tampil percaya diri, ekspresif, dan mampu mengelola emosi—kemampuan yang sangat berguna saat ia berada di dunia modeling maupun pendidikan.
Dalam ajang Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026, Rana tidak hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga membawa misi yang ia yakini. Ia ingin mengedukasi perempuan muda tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit dari dalam dan luar. Baginya, kecantikan bukan sekadar penampilan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang merawat diri dan memahami tubuhnya. Pengalaman di ajang tersebut juga memperkaya dirinya. “Di sana saya mendapatkan teman baru, wawasan luas tentang dunia model, dan yang terpenting, bisa menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk lebih peduli pada kesehatan kulit,” ujarnya.
Jika ditarik lebih jauh, kisah Rana menjadi gambaran nyata bagaimana Universitas Terbuka berperan dalam membuka akses pendidikan tanpa batas. UT tidak hanya memberi kesempatan belajar bagi siapa saja, tetapi juga memungkinkan mahasiswanya untuk tetap mengejar mimpi di bidang lain tanpa harus berhenti kuliah. Dalam kasus Rana, UT menjadi jembatan yang menghubungkan pendidikan, passion, dan pengembangan diri secara seimbang.
Kini, dengan gelar Best Look yang ia raih, Rana melangkah lebih mantap. Ia tidak hanya membawa nama dirinya sebagai model, tetapi juga sebagai representasi mahasiswa UT yang mampu berprestasi di berbagai bidang. Dari Lampung, kisahnya menunjukkan bahwa ketika pendidikan dibuat terbuka dan fleksibel, seperti yang dihadirkan Universitas Terbuka, maka tidak ada batas bagi siapa pun untuk tumbuh, belajar, dan bersinar di jalannya masing-masing.



