“Aku senang banget hari ini!” suara ceria seorang anak memecah suasana halaman Panti Asuhan Al Hilal Al Burhan Assa’adah Alhanifiyah Astana Anyar, Sabtu (14/3). Tak hanya sekadar buka puasa bersama, Himpunan Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bandung membawa momen yang sarat makna, mengubah hari biasa menjadi penuh tawa, canda, dan kebahagiaan. Suasana hangat itu menjadi bukti bahwa perhatian kecil sekalipun bisa menebar dampak besar bagi anak-anak yang membutuhkan.
Para mahasiswa membaur dengan anak-anak yatim piatu, ikut bermain, bercengkrama, dan menyemai semangat. Ada permainan edukatif, canda tawa, hingga sesi berbagi cerita inspiratif. Tidak ada jarak antara mahasiswa dan anak-anak; di momen itu, mereka semua sama—berbagi, belajar, dan merasakan kebahagiaan bersama. Setiap senyum, tawa, dan sorak sorai menegaskan bahwa perhatian dan kasih sayang mampu menjadi energi positif yang menghidupkan suasana.
Ketua Himpunan Mahasiswa UT Bandung, Febri Pratiwi Hendriyani, menjelaskan filosofi di balik kegiatan ini. “Sesuai dengan komitmen kami yaitu bersama dan berdampak. Jadi hari ini kami menginginkan anak-anak hebat ini bisa berbahagia bersama kami di sini. Mereka bisa mengetahui bahwa tidak sendirian dalam tumbuh dan berkembang. Anak-anak bisa berbaur dengan mahasiswa dan keluarga serta bermain edukatif bersama. Semuanya kita sama di sini,” ujarnya.
Febri menambahkan, panti asuhan ini mengayomi ratusan anak, sehingga keberadaannya penting untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan anak bangsa tanpa terkecuali. Kehadiran masyarakat dan institusi pendidikan, kata dia, merupakan salah satu bentuk dukungan agar anak-anak memiliki kesempatan yang setara dalam pendidikan dan pengembangan diri. “Keberadaan panti seperti ini patut didukung untuk pertumbuhan dan pengembangan anak bangsa tanpa terkecuali,” tambahnya.
Ramadan kali ini juga menghadirkan kegiatan yang berbeda dari program rutin himpunan mahasiswa. Selain berbuka puasa bersama, mahasiswa UT aktif berbagi takjil ke masyarakat sekitar, melakukan sosialisasi tutorial online Universitas Terbuka, memberikan mentor kakak asuh kampus, hingga membagikan wawasan perkembangan profesi baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, mereka berencana menghadirkan perpustakaan keliling bagi masyarakat, menunjukkan kepedulian jangka panjang yang nyata.
“Kegiatan ini Insya Allah rutin digelar setiap tahun. Alhamdulillah, para pemangku kepentingan, baik internal maupun masyarakat eksternal kampus, sangat mendukung. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat agar berbagai kegiatan kami dapat berjalan lancar dan berdampak. Kami juga mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk bergabung dalam himpunan mahasiswa agar bisa bergerak bersama,” tutup Febri dengan semangat yang menular.
Di balik tawa, kegiatan ini juga menyentuh tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya SDG 4 tentang pendidikan inklusif dan SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan. Hadirnya mahasiswa UT menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya mencetak intelektual, tapi juga agen perubahan sosial yang peduli pada anak-anak yang membutuhkan.
Momen ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadan adalah waktu untuk hadir, berbagi, dan menebar kebaikan. Anak-anak yang tersenyum lebar di panti asuhan itu bukan hanya mendapatkan makanan dan mainan—mereka mendapatkan perhatian, kehangatan, dan rasa bahwa mereka tidak sendirian. Dan bagi para mahasiswa, momen itu menjadi pelajaran berharga: bahwa kepedulian kecil bisa menyalakan kebahagiaan yang besar.
Dengan kegiatan seperti ini, UT menunjukkan bahwa kampus bukan hanya ruang belajar, tapi juga tempat lahirnya aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Di tengah Ramadan, senyum anak-anak yatim menjadi hadiah terbesar dan pengingat bahwa kebahagiaan bisa lahir dari kehadiran, perhatian, dan kepedulian yang tulus.


