Di tengah hiruk pikuk menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kamis (5/3/2026) sore terasa sedikit berbeda. Senyum warga yang melintas berpadu dengan sapaan hangat dari para relawan yang membagikan paket takjil di depan Bank NTT hingga Masjid Al-Ikhwan. Bukan sekadar membagikan makanan untuk berbuka, aksi sosial ini juga membawa pesan kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Bo’a Development, Remaja Puteri Literasi Budaya Indonesia 2025, serta mahasiswa Universitas Terbuka (UT). Aksi ini menyasar masyarakat umum, pengguna jalan, hingga anak-anak yang berada di sekitar lokasi.
Sebanyak 175 paket takjil disiapkan dan dibagikan kepada warga yang melintas. Namun, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada aksi berbagi semata. Seluruh paket takjil yang dibagikan dibeli langsung oleh PT Bo’a Development dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar area tersebut.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat. Dengan membeli dagangan para pelaku UMKM lokal, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima takjil, tetapi juga bagi para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas harian mereka.
Perwakilan PT Bo’a Development, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pemanfaatan momentum bulan suci Ramadan untuk berbagi keberkahan kepada masyarakat.
“Tentunya ini kita dalam momen Ramadan ini kita mencoba melakukan berbagi supaya semua pihak kita bisa mengambil momen barakah Ramadan,” ujar Samsul Bahri di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah menghadirkan kebahagiaan bagi berbagai lapisan masyarakat, baik mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa maupun masyarakat umum yang berada di sekitar lokasi.
Kehangatan kegiatan ini juga terasa dari keterlibatan langsung Remaja Puteri Literasi Budaya Indonesia 2025, Mayana Tysellanata Saleky. Dengan penuh antusias, ia turut turun ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas.
Mayana mengaku pengalaman tersebut menjadi momen yang berkesan baginya.
“Ini adalah first time saya untuk berbagi takjil kepada saudara kita yang lagi berpuasa, yang sebentar lagi akan berbuka,” ungkap Mayana.
Partisipasi generasi muda dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat berbagi dapat tumbuh dari berbagai kalangan. Hal yang sama juga dirasakan oleh para mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Salah satu perwakilan mahasiswa UT, Sellyn Preskila Defrianti Tallo, menyampaikan apresiasinya kepada PT Bo’a Development yang telah menggagas kegiatan kolaboratif ini. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya bersama untuk memberikan manfaat bagi banyak orang.
Ia menilai bahwa melalui aksi sederhana seperti berbagi takjil, pesan kepedulian sosial dapat tersampaikan dengan cara yang hangat dan dekat dengan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga menjelang waktu berbuka puasa, proses pembagian takjil berlangsung lancar. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari para pengguna jalan dan anak-anak yang berada di sekitar area pembagian.
Di balik kesederhanaannya, kegiatan ini menghadirkan dampak yang lebih luas. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, inisiatif membeli produk UMKM lokal juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat.
Semangat kolaborasi antara perusahaan, generasi muda, dan mahasiswa dalam aksi sosial ini sejalan dengan upaya mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi lokal serta membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Ketika paket-paket takjil terakhir dibagikan dan azan magrib segera berkumandang, satu hal terasa jelas: Ramadan selalu menemukan caranya untuk menghadirkan kebersamaan. Bahkan dari aksi sederhana di tepi jalan, kepedulian dapat tumbuh dan menjalar, menghadirkan manfaat bagi lebih banyak orang.

