Jarak Bukan Penghalang untuk Mengakses Ilmu, Perpustakaan Digital UT Raih Penghargaan Terbaik 2026

Perpustakaan kini tak lagi selalu identik dengan rak buku dan ruang baca yang harus dikunjungi secara langsung. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan cara belajar, akses terhadap sumber pengetahuan dapat hadir lebih dekat melalui layanan digital. Bagi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) yang menjalani perkuliahan dari berbagai daerah, kemudahan ini menjadi semakin penting. Kebutuhan akan bahan bacaan dan referensi akademik tetap berjalan, meskipun jarak dan waktu kerap menjadi tantangan. Karena itu, perpustakaan digital menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses belajar tetap berlangsung tanpa batas ruang.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu perhatian Universitas Terbuka (UT) dalam mengembangkan layanan perpustakaannya. Upaya itu mendapat pengakuan melalui penghargaan peringkat pertama kategori Best Digital Library Innovation Award 2026 dalam ajang Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN).

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional FKP2TN 2026 yang diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu (28/10/2026). Ajang ini memberikan apresiasi kepada perpustakaan perguruan tinggi atas inovasi, transformasi digital, serta pengembangan tata kelola dan layanan perpustakaan.

Pada tahun ini, FKP2TN Award menghadirkan 10 kategori penghargaan yang mencakup berbagai aspek pengelolaan dan pengembangan perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut mengusung tema “Reimagining Academic Libraries: Advancing Learning, Research, and Inclusive Services”, yang menekankan pentingnya pengembangan perpustakaan akademik dalam mendukung pembelajaran, penelitian, dan layanan inklusif.

Kepala Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT, Dr. Sofjan Aripin, M.Si., mengatakan bahwa pengembangan layanan digital menjadi bagian penting dari dukungan UT terhadap kebutuhan mahasiswa dan pengguna perpustakaan lainnya.

“Sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh, UT mengembangkan layanan perpustakaan digital untuk mempermudah mahasiswa dan pengguna lainnya mengakses sumber belajar,” kata Sofjan dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Melalui portal pustaka.ut.ac.id, pengguna dapat menelusuri berbagai koleksi bahan pustaka secara mandiri tanpa harus datang langsung ke perpustakaan. Layanan ini mencakup akses informasi mengenai koleksi tercetak maupun noncetak yang dikelola Perpustakaan UT.

Selain penelusuran koleksi, kemudahan juga diberikan melalui layanan peminjaman dan perpanjangan bahan pustaka yang dapat dilakukan melalui saluran komunikasi digital. Dengan dukungan layanan tersebut, pengguna memiliki alternatif untuk memperoleh informasi dan mengurus kebutuhan perpustakaan secara lebih praktis.

Pengembangan layanan ini mendukung akses terhadap sumber belajar bagi mahasiswa yang tersebar di berbagai wilayah. Ketersediaan informasi dan bahan pustaka secara digital menjadi salah satu unsur penting dalam menunjang proses pembelajaran jarak jauh serta upaya menciptakan pendidikan yang berkualitas sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4.

Perpustakaan UT pun terus mengembangkan pengelolaan koleksi dan layanan berbasis teknologi agar sumber informasi dapat diakses dengan lebih mudah. Penghargaan FKP2TN Award 2026 menjadi bentuk pengakuan terhadap inovasi digital yang telah dikembangkan dalam mendukung kebutuhan akademik mahasiswa dan pengguna perpustakaan.

Penghargaan ini menjadi dorongan bagi Perpustakaan UT untuk terus memperkuat layanan digital. Dengan akses sumber belajar yang semakin mudah dijangkau, dukungan terhadap mahasiswa dalam menjalani pendidikan jarak jauh dapat terus ditingkatkan.