PANGKALPINANG — Kreativitas pelajar Bangka Belitung mendapat panggung di UT Fest 2026. Melalui festival bertajuk “Create, Compete, Connect”, Universitas Terbuka (UT) Pangkalpinang membuka kesempatan bagi siswa SMA, SMK, MA, dan sederajat untuk berkompetisi sekaligus mengenal lebih dekat pilihan pendidikan tinggi di UT.
UT Fest 2026 menghadirkan empat kategori kompetisi, yakni Video TikTok POV, Poster Digital, Video Instagram Reels, serta Seni Suara kategori Solo Putra dan Solo Putri. Seluruh kompetisi dapat diikuti secara gratis, dengan hadiah berupa uang tunai, trofi, dan sertifikat bagi para pemenang.
Direktur UT Pangkalpinang Unggul Utan Sufansi mengatakan, UT Fest tidak sekadar dirancang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara UT dengan pelajar sebagai calon mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, pelajar dapat memperoleh informasi mengenai UT sekaligus memahami sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan.
“Tujuannya jelas untuk memperkenalkan UT. Kedua, supaya ada interaksi dengan masyarakat dan calon mahasiswa, sehingga mereka tahu persis UT itu seperti apa,” kata Unggul, Kamis (1/10/2026).
Menurut Unggul, interaksi langsung melalui kegiatan seperti UT Fest melengkapi sosialisasi yang selama ini dilakukan melalui media cetak maupun digital. Pemahaman mengenai sistem pendidikan jarak jauh menjadi penting karena model pembelajaran UT memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dengan beragam kondisi dan latar belakang.
Melalui sistem tersebut, mahasiswa UT dapat menempuh pendidikan tanpa harus berpindah tempat tinggal ataupun meninggalkan pekerjaan. Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi pun dapat dijangkau oleh masyarakat yang menghadapi kendala jarak maupun kondisi geografis.
“Kalau di UT, mahasiswa tidak hadir di pendidikan, tetapi pendidikan yang hadir kepada mahasiswa. Mereka bisa belajar sambil bekerja dan tidak harus ngekos,” jelas Unggul.
Ia menambahkan, jangkauan pendidikan yang luas merupakan bagian dari peran UT dalam menghadirkan kesempatan belajar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pelosok dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“UT memang punya tugas bagaimana memastikan negara itu hadir. Negara itu hadir tidak hanya di kota, tetapi di mana pun, sampai ke pelosok dan daerah 3T jika diperlukan,” ujarnya.
Semangat mendekatkan pendidikan kepada masyarakat tersebut kemudian diterjemahkan UT Pangkalpinang melalui kegiatan yang dekat dengan keseharian generasi muda. Karena itu, kategori lomba dalam UT Fest 2026 dirancang untuk memberi ruang bagi berbagai bentuk kreativitas yang akrab dengan pelajar, mulai dari produksi konten video dan desain digital hingga seni suara.
“Kami ingin mendorong kreativitas peserta. Termasuk lomba nyanyi atau seni suara, kami ingin memfasilitasi mereka yang membutuhkan media untuk menuangkan kemampuan dan kreativitasnya,” ungkap Unggul.
Untuk kategori Seni Suara, tahap penyisihan dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Kantor UT Pangkalpinang. Para finalis kemudian akan tampil pada 9 Oktober 2026 di Warunk Milenial Pangkalpinang.
Sementara itu, pengiriman karya untuk kategori Video TikTok POV, Poster Digital, dan Video Instagram Reels dibuka hingga 6 Oktober 2026.
Informasi mengenai UT Fest telah disebarluaskan melalui Bangka Pos dan berbagai kanal media sosial. UT Pangkalpinang berharap semakin banyak pelajar di Bangka Belitung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan sekaligus karya terbaik mereka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa UT itu ada di Bangka Belitung, sehingga masyarakat aware. UT ada untuk menjamin semua warga negara punya peluang yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi,” kata Unggul.
Pada akhirnya, UT Fest 2026 mempertemukan dua semangat dalam satu ruang: mendorong generasi muda untuk berani berkarya sekaligus mendekatkan mereka pada peluang melanjutkan pendidikan tinggi. Upaya tersebut selaras dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas akses terhadap pendidikan yang inklusif dan merata bagi masyarakat.



