SERANG – Bagi lembaga layanan sosial, menyampaikan informasi tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan cara-cara konvensional. Di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan ruang digital, kemampuan mengelola konten dan media sosial menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus menjaga keberlanjutan program.
Hal inilah yang didorong Universitas Terbuka (UT) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama Yayasan Senyum Insan Nusantara di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Banten, Jumat (21/8/2026).
Mengangkat tema “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Peningkatan Layanan dan Keberlanjutan Lembaga Layanan Sosial”, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami sekaligus mempraktikkan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung aktivitas lembaga sosial.
Program Abdimas ini diketuai Arief Rahman Susila, Direktur Manajemen Aset, Umum, dan Pengadaan Barang/Jasa UT. Kegiatan turut dihadiri Etty Puji Lestari selaku Pembina Yayasan dan Madiha Dzakiyyah Chairunnisa sebagai pemantau dan evaluator program PkM.
Kolaborasi tersebut mempertemukan perguruan tinggi, lembaga sosial, mahasiswa, dan masyarakat dalam pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan.
Dalam kegiatan itu, Arief Rahman Susila bersama narasumber lainnya menyampaikan materi mengenai pemanfaatan teknologi digital, digital marketing, pengembangan konten, dan storytelling untuk media sosial.
Peserta diajak memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi konten yang menarik dan relevan. Tidak berhenti di sana,ide tersebut juga dikembangkan menjadi konsep kampanye digital untuk mendukung komunikasi program sosial kepada masyarakat.
Kemampuan membangun cerita (storytelling) menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian. Melalui penyampaian cerita yang tepat, program maupun aktivitas sosial dapat dikomunikasikan dengan cara yang lebih mudah dipahami dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Bagi lembaga layanan sosial, pemanfaatan teknologi digital memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menyebarkan informasi. Teknologi dapat membantu lembaga memperkenalkan program, membangun interaksi dengan masyarakat, meningkatkan visibilitas, serta membuka peluang untuk membangun kepercayaan publik.
Karena itu, peserta yang memiliki ketertarikan pada digital marketing dan pengembangan konten didorong untuk mengembangkan ide secara kreatif, sekaligus mempertimbangkan kebutuhan dan karakter audiens di berbagai platform digital.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, praktisi, lembaga sosial, dan masyarakat. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman diharapkan dapat memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola komunikasi digital secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan keterampilan dan literasi digital, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung penguatan lembaga layanan sosial.
Melalui Abdimas ini, UT kembali menegaskan komitmennya menghadirkan program pengabdian yang relevan dan aplikatif. Kolaborasi dengan Yayasan Senyum Insan Nusantara diharapkan dapat terus berkembang, sehingga pemanfaatan teknologi digital tidak hanya membuat program sosial lebih dikenal, tetapi juga membantu lembaga layanan sosial memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.



