Bagi masyarakat Nagari Pangian, ruang belajar kini memiliki makna yang lebih luas. Dalam menghadapi kehidupan pascabencana, akses terhadap informasi, teknologi, dan pengetahuan menjadi bagian penting untuk memperkuat kesiapan sekaligus ketangguhan masyarakat.
Semangat itulah yang mendorong Universitas Terbuka (UT) bersama Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan sejumlah mitra memperkuat kapasitas masyarakat Nagari Pangian melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaboratif.
Salah satu wujudnya adalah pengembangan Smart Learning Center “Medan Nan Balinduang” berbasis platform digital BASAMO. Pusat pembelajaran tersebut dirancang sebagai ruang yang mempertemukan teknologi, pengetahuan, dan kebutuhan belajar masyarakat, termasuk materi mengenai kesiapsiagaan serta dukungan psikologis dalam konteks pascabencana.
Agar ruang belajar tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, peningkatan kapasitas kader menjadi salah satu perhatian utama. Dosen UT Apri Kasman, M.Pd. memberikan pelatihan kepada para kader Nagari Pangian mengenai pemanfaatan teknologi dan berbagai sumber belajar digital.
“Melalui peningkatan kapasitas tersebut, Smart Learning Center diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” katanya, Selasa (25/8).
Pendekatan tersebut menempatkan kader dan masyarakat sebagai bagian penting dari keberlanjutan program. Mereka tidak hanya menjadi pengguna fasilitas, tetapi memiliki ruang untuk turut mengelola, memanfaatkan, dan mengembangkan pusat pembelajaran sesuai kebutuhan di lingkungan masing-masing.
Peran pemerintah nagari juga menjadi bagian tak terpisahkan. Wali Nagari Pangian Hijraj Adi Syukria turut mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama dalam menjaga keberlanjutan fasilitas dan sistem pembelajaran setelah rangkaian kegiatan PkM berakhir.
Pada saat yang sama, UT bersama mitra mengembangkan Learning Management System (LMS) untuk digunakan di nagari-nagari sasaran. Platform tersebut disiapkan sebagai ruang belajar digital yang memungkinkan masyarakat mengakses materi pembelajaran dan sumber pendampingan secara lebih terstruktur dan fleksibel. Dengan demikian, proses belajar diharapkan tetap berjalan meski rangkaian kegiatan PkM telah berakhir.
“Pendekatan tersebut menempatkan pemulihan pascabencana tidak hanya pada pembangunan kembali infrastruktur fisik,” ucapnya.
Pengembangan Smart Learning Center tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui perluasan akses pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat untuk membangun komunitas yang lebih tangguh dan adaptif.
Untuk menunjang pemanfaatan teknologi tersebut, UT menyerahkan hibah berupa laptop dan proyektor kepada Nagari Pangian. Perangkat tersebut diharapkan memperluas akses terhadap pembelajaran berbasis digital sekaligus mendukung berbagai kegiatan edukasi di Smart Learning Center.
“Dengan dukungan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengelola Smart Learning Center secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Nagari Pangian merupakan satu dari tiga nagari yang menjadi lokasi pelaksanaan PkM kolaboratif tersebut. Program ini mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah nagari, kader masyarakat, dan berbagai mitra dalam menggabungkan keahlian, sumber daya, teknologi, serta pengalaman akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Tim UT yang terlibat terdiri atas Erna Risnawati, M.Si., Siti Utami Dewi Ningrum, M.A., Apri Kasman, M.Pd., Mutia Kamalia Mukhtar, M.Si., dan Dola Suciana, M.Pd.
Pada akhirnya, yang ingin ditinggalkan dari program ini bukan sekadar sebuah ruangan dengan perangkat digital di dalamnya. Ada ekosistem belajar yang diharapkan terus hidup: kader yang mampu menggerakkannya, teknologi yang bisa dimanfaatkan, dan masyarakat yang memiliki ruang untuk terus berbagi pengetahuan.
Sebab, keberlanjutan sebuah program tidak selalu diukur dari apa yang diberikan pada hari pelaksanaannya, tetapi dari apa yang tetap tumbuh setelahnya. Di Nagari Pangian, Smart Learning Center “Medan Nan Balinduang” diharapkan menjadi salah satu ruang yang menjaga proses itu tetap berjalan—hari ini, esok, dan seterusnya.



