SINGARAJA – Perubahan teknologi telah mengubah cara masyarakat mencari dan mengakses informasi. Menyadari tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng memilih tidak sekadar beradaptasi, tetapi mengambil langkah lebih jauh dengan memperkuat transformasi layanan perpustakaan melalui kolaborasi bersama Universitas Terbuka (UT). Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih modern, mudah dijangkau, sekaligus memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembahasan rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng dan UT yang berlangsung secara daring pada Senin (20/7/2026). Pertemuan yang digelar dari Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng itu menjadi tahapan penting sebelum kerja sama resmi diimplementasikan.
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif UT yang membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang perpustakaan dan kearsipan yang kini dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pada prinsipnya kami berkomitmen menjalani PKS ini untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan juga berdampak positif bagi UT,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah itu sejalan dengan proses yang telah dibangun sebelumnya. Kepala DAPD Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah menandatangani Letter of Intent (LoI) pada 5 Juni 2026. Kini, pembahasan memasuki tahap penyusunan PKS sebagai landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif.
Menurut Dody, kerja sama tersebut akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan mutu layanan perpustakaan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kelembagaan di bidang perpustakaan dan kearsipan. Ketiga aspek itu dinilai saling melengkapi untuk membangun layanan yang lebih profesional sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
“UT berkomitmen untuk membantu kami dalam meningkatkan kompetensi SDM pengelola perpustakaan. Selain itu, fokus utama kami adalah adopsi teknologi melalui peningkatan kualitas layanan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” kata Dody.
Tidak berhenti pada peningkatan kompetensi, kerja sama ini juga mencakup bimbingan teknis dan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan sistem informasi perpustakaan modern. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi layanan sehingga proses pengelolaan koleksi maupun penyajian informasi menjadi lebih efektif dan efisien.
Transformasi itu nantinya akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan sistem perpustakaan berbasis daring, pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum dapat mengetahui ketersediaan buku dan koleksi perpustakaan daerah secara digital tanpa harus datang lebih dahulu ke lokasi. Kemudahan akses tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus mendorong meningkatnya minat baca masyarakat Buleleng.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya menyasar dunia pendidikan tinggi, tetapi juga layanan publik yang semakin mudah diakses masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Universitas Terbuka, perpustakaan diharapkan berkembang menjadi pusat literasi modern yang inklusif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.



