UT Palembang Terapkan UAS 100 Persen Online, 41 Ribu Mahasiswa Ikuti Ujian Lebih Fleksibel

Bagi sebagian mahasiswa, ujian akhir semester bukan hanya soal datang tepat waktu dan menjawab soal. Ada jadwal kerja yang bisa berubah tiba-tiba, jarak tempuh yang tidak selalu dekat, hingga tanggung jawab keluarga yang ikut menuntut perhatian. Di tengah situasi itulah Universitas Terbuka (UT) Palembang menghadirkan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) 2025/2026 Genap dengan format 100 persen online.

Pelaksanaan ini menjadi catatan baru bagi UT Palembang. Sebanyak 41.230 mahasiswa mengikuti ujian yang digelar secara bertahap di 86 lokasi di seluruh Sumatera Selatan. Ujian online perdana dimulai pada Sabtu (20/6/2026) di 47 lokasi dan berlangsung hingga 5 Juli 2026.

Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abunaim, M.M., mengatakan UAS kali ini tetap dirancang sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran mahasiswa. Skema yang digunakan menyesuaikan karakteristik mata kuliah, mulai dari ujian online, ujian tatap muka, hingga take home exam.

“Ujian akhir semester ini merupakan evaluasi untuk mengukur capaian pembelajaran mahasiswa. Pelaksanaannya disesuaikan dengan karakteristik mata kuliah yang diambil,” ujarnya.

Menurut Naim, sapaan akrabnya, UT Pusat sebelumnya menargetkan minimal 80 persen pelaksanaan ujian berbasis online dan 20 persen tatap muka. Namun, UT Palembang berhasil melampaui target tersebut dengan menerapkan ujian sepenuhnya secara online.

“Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan di 47 lokasi dengan total 41.230 mahasiswa dan 239.920 mata kuliah yang diuji. Ujian berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB,” katanya.

Di balik angka besar itu, ada perubahan cara pandang terhadap layanan pendidikan tinggi. Ujian tidak lagi diposisikan semata sebagai agenda akademik yang kaku, tetapi sebagai layanan yang perlu menyesuaikan realitas mahasiswa. Bagi mahasiswa UT yang banyak menjalani kuliah sambil bekerja, fleksibilitas menjadi kebutuhan nyata.

Naim menjelaskan, mahasiswa yang mengalami perubahan jadwal pekerjaan atau kondisi tertentu dapat mengajukan perpindahan lokasi ujian maupun penjadwalan ulang. Fasilitas itu dapat dilakukan di wilayah Sumatera Selatan, bahkan ke UT daerah lain.

“Ketika mahasiswa memiliki perubahan jadwal yang mengharuskan mereka pindah lokasi, kami bisa memfasilitasi perpindahan baik di dalam Sumsel maupun ke UT daerah lain. Bahkan jika ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, ujian dapat dijadwalkan ulang hingga 5 Juli, meskipun dikenakan biaya administrasi,” jelasnya.

Meski disebut ujian online, pelaksanaannya tetap berlangsung di lokasi yang telah ditentukan kampus. UT Palembang menyiapkan komputer dan jaringan internet agar ujian berjalan efektif, tertib, dan lebih efisien dibandingkan sistem konvensional.

“Nilai ujian juga bisa keluar lebih cepat karena seluruh proses sudah terintegrasi secara digital,” tambahnya.

Transformasi ini tidak berhenti pada penggunaan komputer. UT Palembang juga menyiapkan inovasi untuk semester mendatang, termasuk ujian melalui telepon seluler dan sistem Automatic Online Proctoring (AOP), yaitu pengawasan digital yang memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari rumah.

“Mudah-mudahan kedepan sistem ujian semakin baik sehingga mahasiswa bisa mengikuti ujian dari rumah. Tentu akan ada perangkat pendukung untuk memastikan seluruh peserta tetap mematuhi tata tertib yang berlaku,” ujarnya.

Kampus berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh tahapan ujian dengan baik, mulai dari memastikan lokasi ujian, mencetak kartu peserta, hingga mematuhi tata tertib. UT Palembang juga berharap cuaca, kesiapan sarana, dan jaringan tidak menjadi kendala selama pelaksanaan berlangsung.

“Kami juga berharap faktor eksternal seperti cuaca tidak menjadi kendala, sarana dan prasarana berjalan optimal, dan tingkat kehadiran mahasiswa bisa mencapai 100 persen,” katanya.

Respons positif datang dari Aliyah, mahasiswa semester 4 Program Studi Administrasi Publik. Ia menilai ujian online membuat proses ujian terasa lebih praktis dan efisien.

“Hari ini saya mengikuti ujian Administrasi Pemerintahan Desa. Ujian online lebih mudah dan waktu terasa lebih efektif. Ujian berlangsung sampai pukul 17.00 WIB,” katanya.

Setelah rangkaian UAS berakhir, UT Palembang juga membuka registrasi mata kuliah bagi mahasiswa yang memperoleh nilai di bawah standar. Langkah ini menjadi bagian dari layanan akademik agar mahasiswa tetap memiliki ruang untuk memperbaiki capaian belajarnya.

Penerapan UAS 100 persen online ini mempertegas posisi UT Palembang dalam transformasi pendidikan tinggi jarak jauh. Sejalan dengan semangat SDGs, terutama pendidikan berkualitas, inovasi, dan pengurangan kesenjangan akses, digitalisasi ujian bukan sekadar perubahan sistem. Ia menjadi cara kampus hadir lebih dekat dengan kehidupan mahasiswa yang terus bergerak, bekerja, belajar, dan berjuang menyelesaikan pendidikan.