Tangerang Selatan, 2 Oktober 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali mengukuhkan posisinya sebagai kampus yang tak pernah berhenti membuka jalan bagi akses pendidikan tinggi. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, UT menerima kunjungan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (PUSLAPDIK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat dijangkau semua kalangan, tanpa terkecuali.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh jajaran UT. Suasana akrab dan penuh keterbukaan mencerminkan semangat yang sama: menjadikan pendidikan tinggi sebagai hak setiap warga negara, bukan privilege bagi segelintir orang.
Sejak berdiri, UT dikenal sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi belajar tanpa batas ruang dan waktu. Dengan sistem pendidikan jarak jauh, UT telah menjadi jawaban bagi jutaan masyarakat, mulai dari pekerja, ibu rumah tangga, hingga generasi muda di pelosok negeri. Kehadiran PUSLAPDIK dalam kesempatan ini menambah energi baru untuk memperluas cakupan layanan pembiayaan, agar biaya tak lagi menjadi alasan bagi anak bangsa untuk berhenti bermimpi.

Kolaborasi UT dan PUSLAPDIK bukan sekadar soal dana pendidikan. Lebih jauh, ini tentang misi membangun masa depan. Melalui dukungan pembiayaan yang tepat sasaran, mahasiswa dari keluarga prasejahtera tetap bisa melanjutkan studi. Upaya ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas yang menekankan pentingnya inklusivitas dan keadilan dalam akses belajar.
Diskusi yang berlangsung juga menyinggung peluang kerja sama di bidang inovasi digital untuk layanan pembiayaan pendidikan. Dengan lebih dari tujuh ratus ribu mahasiswa aktif yang tersebar di seluruh penjuru, UT menjadi mitra strategis untuk mewujudkan transformasi pendidikan nasional yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
UT percaya bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Kehadiran PUSLAPDIK menegaskan komitmen itu: bersama-sama membangun mekanisme pembiayaan yang meringankan beban mahasiswa, sembari memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Pada kesempatan ini, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama (DPKS) UT, Ali Tarigan, menyambut hangat kunjungan dari PUSLAPDIK ini. Ali Tarigan menyampaikan dan menegaskan bahwa UT selalu konsisten hadir salam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak bangsa. “Sesuai dengan namanya, Universitas Terbuka. Artinya terbuka lebar bagi semua kalangan dari mana saja bisa kuliah di UT tanpa harus meninggalkan tempat tinggal mereka,” ungkap Ali.
Selain itu, Ali Tarigan juga mengungkapkan bahwa UT hadir tidak hanya di Indonesia, tapi juga di berbagai negara dari berbagai belahan dunia. “Saat ini UT sudah hadir bahkan di 56 negara, dengan jumlah mahasiswa yang kurang lebih 6.000 mahasiswa. Ini artinya UT hadir ke rumah-rumah masyarakat di mana pun berada,” tambahnya.


Masih dalam kesempatan yang sama, Sofiana Nurjanah, Koordinator Pokja Program Indonesia Pintar (PIP) Kemendikdasmen, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UT. Menurut Sofiana, UT sebagai institusi pendidikan tinggi menjadi jawaban khususnya dalam hal keterbatasan akan akses pendidikan tinggi. Dengan terjalinnya kolaborasi antara UT dengan PUSLAPDIK, harapannya nanti akan memberikan semangat dan penguatan khususnya kepada siswa kelas akhir yang akan menempuh pendidikan tinggi agar tetap bersemangat untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Kunjungan ini memperlihatkan bahwa kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan lembaga pembiayaan bukan sekadar formalitas. Lebih dari itu, ini adalah gerakan kolektif untuk mengikis kesenjangan, menguatkan daya saing generasi muda, dan memastikan bahwa semangat belajar masyarakat Indonesia akan terus hidup di tengah segala keterbatasan.
Dengan langkah ini, Universitas Terbuka semakin menegaskan dirinya: kampus rakyat, kampus harapan, sekaligus kampus masa depan.

