Profil Pimpinan

Drs. Ojat Darojat, M.Bus., Ph,D.

Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D.

“Keutamaan orang yang berilmu dari ahli ibadah laksana bulan purnama di atas seluruh bintang”

“Pak Ojat”, itulah kawan dan rekan-rekannya di Lingkungan Universitas Terbuka (UT) menyapa Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. Sosok pria bersahaja ini menjabat sebagai Rektor Universitas Terbuka. Selepas dilantik pada 26 Juli 2017, beliau secara resmi memimpin Universitas Terbuka.

Pak Ojat lahir di Sumedang, 26 Oktober 1966. Pria berdarah Sunda ini mempunyai hobi yang unik yakni traveling. Traveling yang dimaksud Pak Ojat bukanlah traveling biasa namun academic journey untuk mengikuti seminar dan konferensi baik nasional maupun internasional. Ketika mendengar seminar/konferensi yang belum pernah diikuti, beliau akan bersemangat membuat tulisan bagus untuk dikompetisikan di konferensi/seminar tersebut.

Semenjak kecil Pak Ojat merupakan anak yang cerdas, beliau sering kali menjadi bintang kelas. Pun ketika menyelesaikan gelar sarjananya di IKIP Bandung, penggemar lalapan ini menjadi lulusan terbaik. Prestasi akademik ini yang juga membuat beliau memperoleh beasiswa untuk menyelesaikan studi diploma IV dan magisternya di La Trobe University, Australia, dan doktoralnya dengan beasiswa dari Bank Dunia di Simon Fraser University, Kanada. Kedua pendidikan pascasarjana tersebut diselesaikan beliau dengan hasil yang memuaskan. Hadist Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi yang berbunyi “Keutamaan orang yang berilmu dibanding dengan ahli ibadah, seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang” inilah yang dipegang teguh oleh Pak Ojat dan mendasari hasratnya akan ilmu.

Sudah lebih dari 25 tahun, beliau mengabdikan hidupnya untuk kemajuan UT. Berbagai jabatan sudah pernah diamanahkan ke bapak dua anak ini. Mulai dari Ketua Program Studi, Ketua Jurusan, dan Pembantu Dekan III di FKIP-UT, Kepala UPBJJ-UT Bogor, Kepala LPBAUSI, hingga saat ini sebagai orang nomor 1 di UT. Di UT pula Pak Ojat untuk diangkat menjadi guru besar/profesor pada tahun 2016. Pada awalnya, penyuka warna biru dan putih ini memang tidak bekerja di UT. Sebelum diwisuda, beliau telah bekerja di perusahaan swasta asal Cina selama satu tahun hingga tahun 1990. Selepas dari perusahaan swasta tersebut, pengabdiannya di UT dimulai sejak tahun 1991 hingga sekarang.

Dengan jabatan yang sekarang diembannya, Pak Ojat berharap dapat berkontribusi lebih untuk kemajuan UT. UT menjadi yang terdepan di Asia dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh dengan standard global yang menjangkau semua orang termasuk mereka yang hidup di daerah terpencil dimana akses pendidikan tinggi sulit masuk, sehingga istilah ‘openess’ dapat terimplementasikan secara luas bagi orang, tempat, ide atau gagasan, serta penerapan cara-cara baru dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A.

”Tahlukkan dan surgakan hidup”

Demikian motto yang selalu dipegang oleh Wakil Rektor I Universitas Terbuka terpilih untuk periode Tahun 2017 – 2021, yaitu Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. yang di biasa di panggil Bapak Yunus.

Pria supel ini lahir di Cirebon bertepatan dengan hari pahlawan yaitu pada tanggal 10 November 1965.

Gelar Sarjananya diraih dari Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Indoneesia (UI) pada tahun 1988. Tahun 1995, gelar master diperolehnya dari Ohio State University (Columbus, Ohio) dalam Primary Education Program. Sementara itu, gelar Doktor diraihnya dari Program Studi Pengembangaan Kurikulum pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, tahun 2009.

Karier sebagai dosen Universitas Terbuka dirintisnya sejak tahun 1989. Selain sebagai dosen, Dr. Mohamad Yunus juga pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan II, III, dan I FKIP-UT dalam kurun waktu antara 1998 – 2005. Tak lama setelah menyelesaikan S3-nya, tugas sebagai Kepala UPBJJ-UT Bogor pun disandangnya sejak Desember 2009. Sekitar Juli 2011, beliau ditarik kembali ke UT Pusat untuk diamanahi sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Bahan Ajar, Ujian, dan Sistem Informasi (LPBAUSI). Enam bulan kemudian, yakni Desember 2011, tugas sebagai Pembantu Rektor IV (Bidang Kerja Sama dan Penguatan Institusi) tersampir di pundaknya.

Pria yang memiliki hoby menikmati dan memasak kuliner tradisional ini mempunyai kesan yang mendalam selama bekerja di UT. Dalam pandangannya UT merupakan lembaga pendidikan yang unik sekaligus asyik. Unik karena banyak tantangan dan ruang berkreasi. Asyik karena kendati sebagai instansi negeri, hubungan antarpersonal, termasuk antarstaf dengan pimpinan atau sebaliknya, sangat cair, hangat dan kekeluargaan. Kesejahteraan pegawai pun mendapat perhatian luar biasa. Dan tak kalah pentingnya ialah, keberanian yang luar biasa dari para pimpinan UT untuk memberikan kepercayaan dan ruang gerak yang leluasa bagi pegawainya untuk melakukan inovasi dan terobosan, sekaligus membangun kaderisasi yang kuat.

Dalam amatannya, UT adalah perguruan tinggi besar dengan jumlah mahasiswa yang besar, serta ragam dan sebaran mahasiswa yang besar. Keunggulan layanan berbasis IT, kesanggupan melakukan perbaikan yang terus-menerus, serta orientasi layanan yang mengutamakan kepentingan atau kepuasan pengguna merupakan sesuatu yang harus selalu diupayakan, disempurnakan dan diwujudkan.

Wakil Rektor II UT Muzammil

Drs. Moh. Muzammil, M.M

Pria kelahiran Madiun 17 September 1961 ini menjalani kehidupannya mengalir begitu saja. “Tugas manusia hanya berdoa dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Hasil akhirnya bukan ranah manusia lagi, melainkan domain Tuhan”. Begitulah prinsip hidup Moh. Muzammil yang kerap dipanggil Muzammil atau Jamil ini. Sebelum menjabat sebagai Wakil Rektor II, ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Manajemen, Ketua Jurusan Manajemen, Pembantu Dekan III, Dekan Fakultas Ekonomi dan Wakil Rektor IV.

Pria yang hobinya travelling dan membaca ini memegang teguh motto hidupnya, yaitu migunani tumraping liyan, yang artinya dalam menjalani hidup dan kehidupan ini kita harus bermanfaat bagi sesama. Setiap orang akan menuai apa yang dia perbuat.

Ia sangat menginginkan UT ke depan sustainable, terus tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu ia mengharapkan UT harus terus-menerus adaptif terhadap perubahan, selalu melakukan creating value untuk pelanggannya. Untuk mencapai itu semua, tidak ada cara lain kecuali semua SDM UT harus menjadi manusia-manusia pembelajar. Itu lah harapan ia untuk UT ke depan.

Ir. Adi Winata, M.Si.

Keberhasilan adalah hasil kerja keras yang jujur dan ikhlas

Ir. Adi Winata, M.Si. dilantik pada 15 Juli 2019 sebagai Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan Universitas Terbuka (UT) periode 2019-2023. Dalam menjalani hidup, Pria yang akrab dipanggil Adi ini memiliki motto “Keberhasilan adalah hasil kerja keras yang jujur dan ikhlas.”

Adi lahir di Sumedang, 28 Juli 1961. Di sela kesibukannya, ia menyempatkan waktu untuk menyalurkan hobinya, seperti jogging, golf dan berpetualang off-road dengan mobil Jeep. Pada tahun 1985, Adi meraih gelar Sarjana dari jurusan Manajemen Hutan di Institut Pertanian Bogor (IPB). Gelar Magister diraihnya dari jurusan Ilmu Lingkungan di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1993.

Lebih dari 30 tahun Adi telah mengabdikan hidupnya untuk UT. Jabatan-jabatan yang pernah diamanahkan antara lain sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (2004 – 2008), Kepala UPBJJ-UT Jakarta (2008 – 2016), Kepala UPBJJ-UT Palembang (2016 – 2018), dan Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (2018 – 2019).

Dengan jabatan yang diamanahkannya saat ini Adi berharap, UT menjadi perguruan tinggi negeri terdepan dalam hal pendidikan tinggi jarak jauh dan mampu melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa terbatas waktu, tempat dan usia.

Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., Ph.D.

“Anugerah Tuhan berikan sesuai kepantasan hamba-Nya. Maka, pantaskan diri kita untuk menerima anugerah terbaik.”

Rahmat Budiman mulai mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Universitas Terbuka sejak 2 Februari 2021. Selain menjabat Wakil Rektor, Beliau juga merupakan Sekretaris Jenderal the Asian Association of Open Universities (AAOU) periode 2020-2022 yang bertugas kesekretariatan AAOU.

Pria yang akrab disapa “Rahmat” ini mengawali Pendidikan Tinggi S1 di Universitas Pakuan dengan mengambil jurusan Sastra Inggris dilanjutkan menempuh program S2 di Universitas Indonesia dengan pengutamaan linguistik, lulus dengan predikat Cum Laude. Sementara itu, gelar program S3 (Ph.D) ia raih di University of Dundee, Inggris setelah mendapatkan beasiswa dari Bank Dunia. Lahir di Bogor 16 Januari 1971, penyuka teh pahit dan kopi ini mengawali karir di Universitas Terbuka pada tahun 1999 sebagai Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra kemudian disusul jabatan lainnya seperti Ketua Jurusan Bahasa dan sastra di FHISIP UT, Penanggung Jawab Bidang Protokoler dan Hubungan Internasional di PPHIK, lalu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) dan saat ini sebagai Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama.

Menurutnya, pengalaman bekerja di UT menjadikannya pribadi yang profesional dan empati yang tinggi. “Selain ke luar negeri, saya pernah ke Sabang sampai Sorong, bahkan ke salah satu pulau terluar, yaitu Tahuna. Saya yakin pendidikan adalah salah satu cara meningkatkan taraf hidup masyarakat.”

Ayah dari dua orang putri ini sangat menjaga kerapihan dan keserasian tampilannya. Lebih lanjut disampaikan bahwa ia memiliki personal fashion stylist, yaitu istrinya.

 

Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka masa jabatan 2018-2022

Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si.

Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Ikhtiar dan berdoa, mungkin dua kata itu cocok menggambarkan bagaimana perjuangan Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka (FE-UT). Pria yang akrab disapa Pak Ali ini berangkat dari keluarga sarat dengan pendidikan agama yang kuat. Pendidikan seperti inilah yang membuat ia selalu mengiringi usahanya dengan berdoa. “Bersama kesulitan ada kemudahan. Maksimalkan ikhtiar. Berdoa sebelum, saat, dan setelah ikhtiar.” jawabnya ketika ditanya soal moto hidupnya. Ia telah melalui banyak lika liku kehidupan sebelum menduduki posisinya yang sekarang.

Pak Ali atau Gus Ali biasa ia dipanggil oleh sahabat-sahabat dekatnya, mengawali kariernya di UT pada tahun 2000 sebagai dosen di FE. Di tahun-tahun berikutnya, kariernya di UT pun mulai merangkak naik. Pada tahun 2007, ia dipilih menjadi Ketua Program Studi Akuntansi pada Jurusan Akuntansi FE-UT. Setelah 3 tahun menempati jabatan tersebut, ia diberi tugas untuk melanjutkan pendidikannya ke gelar doktoral di Universitas Indonesia.

Sejak kecil, anak bungsu dari 11 bersaudara ini selalu dididik secara disiplin dalam tradisi keagamaan yang kuat. Pendidikan seperti ini membuatnya selalu memaksimalkan usahanya hingga ia selalu meraih prestasi sedari kecil. Di UT sendiri, track record-nya juga cemerlang. Selain sering terlibat dalam berbagai tim pengembangan UT, ia pernah meraih penghargaan sebagai dosen berprestasi dan Ketua Program Studi Berprestasi. Ia juga kerap mengikuti berbagai pelatihan peningkatan kompetensi diri selama menjabat di UT. Pengalaman organisasi di luar UT pun juga tak kalah, hingga saat ini ia kerap kali menduduki posisi sebagai ketua di berbagai organisasi, terutama yang berkaitan dengan bidang sosial keagamaan.

Latar belakang dan berbagai prestasi tersebut menjadikan Pak Ali sebagai sosok yang dapat dipercaya untuk menduduki jabatan-jabatan strategis. Setahun setelah menyelesaikan gelar doktoralnya, ia dipilih menjadi Asisten Direktur Bidang Kemahasiswaan pada Program Pascasarjana UT. Hanya 1 tahun menduduki posisi tersebut, ia lantas diberi mandat untuk memimpin Fakultas Ekonomi UT hingga sekarang.

Dalam kesehariannya, selain memainkan peran penting di UT, pria kelahiran Demak yang menyelesaikan SMP dan SMA di Kudus serta Sarjana dan Magister di Bandung ini hampir tak pernah menolak ketika diminta mengisi ceramah di acara-acara pengajian. “Hidup itu sebenarnya menjalankan titah pengabdian saja, apa yang Allah kehendaki itulah yang kita ikuti.” tuturnya saat berbicara pandangannya tentang hidup.

Ketika ditanya harapannya tentang UT, ia melihat UT dengan PTJJ-nya saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya mandat menjadi Cyber University bukanlah hal yang ringan. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus ditaklukkan. Oleh karena itu, kompetensi dan kualitas UT menjadi Cyber University harus terus ditingkatkan. “Kita semua mesti berpikir out of the box kalau ingin bertahan, dan one step ahead, harus melangkah lebih” pesannya. Ia menambahkan “Orang yang terbaik itu adalah orang yang paling manfaat buat orang lain.”

Dr. Sofjan Aripin, M.Si.

“SEHAT UNTUK KERJA DAN KERJA UNTUK SEHAT”

Semoga kita selalu diberikan kesehatan lahir dan batin dalam melayani mahasiswa maupun masyarakat dan bangsa ini, sebagai pelayan dibidang Pendidikan Tinggi Jarak Jauh (PTJJ), saya sangat bersyukur atas rahmat dan amanah yang diemban sebagai dosen maupun tugas-tugas tambahan yang diamanahkan. Semenjak bergabung di FISIP UT tahun 1991 dan diangkat sebagai CPNS tahun 1992 dengan latar belakang studi S1, S2 dan S3 Administrasi Publik dengan berbagai tugas tambahan akademik sebagai Ketua Prodi S1 Administrasi Pembangunan, Sekretaris Pembukaan Prodi ACP(cikal bakal Magister Administrasi Publik), Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Asdir 3 PPs, dan Dekan FHISIP UT maupun tugas tambahan dibidang pengelolaan kantor UPBJJ spesialis dalam pembukaan kantor UPBJJ baru, yang diawali dengan perintisan dan pembukaan kantor UPBJJ UT Pangkalpinang di Provinsi Bangka Belitung tahun 2003 – 2007 dan perintisan dan pembukaan kantor UPBJJ UT Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016 – 2018.

Rasa syukur tentunya saya sampaikan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa atas kepercayaan pimpinan UT khususnya warga FHISIP dalam pemberian amanah dan tugas ini, serta dukungan semua teman-teman di UT dalam menjalankan amanah ini, sehingga layanan PTJJ ini dapat dirasakan dan dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini saya sampaikan, karena kerja di UT dibentuk atas dasar kerja sama dan kerja bersama dalam suatu sistem yang sistematis dan pelayanan yang masif.

Dr. Agus Santoso, M.Si. Dekan FMIPA UT Dr. Agus Santoso, M.Si.

“Tawakal dan Berserah kepada Allah SWT”

Ada banyak hal yang seharusnya kita pahami dalam meniti hidup ini. Semua itu rahasia Tuhan, manusia hanya bisa mengatur sebuah rencana tapi Tuhan lah yang akan menentukan. Setidaknya kita telah mengupayakan yang terbaik untuk hidup kita, hasilnya serahkan kepada Sang Pencipta. Jalani hidup dengan apa adanya seperti air mengalir merupakan prinsip yang di pegang oleh Dr. Agus Santoso, M.Si.

Melalui kesederhanaanya pria ini mampu mengubah hidupnya menjadi sebuah kesuksesan. Sebuah institusi pendidikan dapat dibangun menjadi salah satu kampus idaman adalah impian dari semua pendidik tidak terkecuali Dr. Agus Santoso, M.Si. Sosok berpenampilan bersahaja ini telah membawanya menjadi salah satu putra terbaik UT. Pria yang juga merupakan alumni Universitas Terbuka ini turut menyumbang keberhasilannya dalam membangun almamater tercinta. Sempat berkarier di perusahaan swasta yang bergerak di bidang kayu lapis sebelum bergabung dengan UT pada tahun 1992. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kepala UPBJJ-UT Malang menekankan bahwa menjalani hidup itu harus jujur, disiplin dan bekerja sebaik mungkin.

Dr. Agus Santoso, M.Si. dianugerahi tiga orang putri, putri pertamanya tercatat sebagai mahasiswi UGM Yogyakarta, kemudian putri ke dua yang tercatat sebagai siswa di Sekolah Menengah Atas, dan putri ke tiga tercatat sebagai siswa di Sekolah Menengah Pertama. Bapak yang kerap menghabiskan waktu luang bersama keluarga ini selalu menginspirasi dalam beraktivitas, terus semangat, dan fokus berkarya.

Segenap pengalaman bekerja, studi, penelitian, dan pengabdiannya di UT tersebut telah memupuk kepercayaan untuk memimpin sebagai Dekan FST (sebelumnya FMIPA) untuk masa jabatan 2017-2021. Begitu juga dengan harapannya kepada UT agar dapat meningkatkan layanan yang sekaligus dapat menunjang kuantitas. Tentunya juga mempunyai terobosan di bidang SDM agar terus tumbuh dan berkembang.

Ibu Dewi Padmo Ketua LPPM UT 2021 Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D.

 “Kerja tuntas berkualitas”

Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D dilantik pada tanggal 10 Maret 2021 sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) periode tahun  2021 – 2025. Wanita yang dikenal di lingkungan Universitas Terbuka (UT) dengan panggilan Dewi Padmo, mempunyai motto “Kerja tuntas berkualitas”.

Lahir di Surakarta, 24 Juli 1961, Ibu Dewi Padmo mempunyai hobi bernyanyi, berkebun dan membaca. Gelar Sarjana diraihnya dari jurusan Teknologi Pendidikan di IKIP  Jakarta pada tahun 1986. Pada tahun 1991, gelar master diraihnya dari Concordia University (Montreal, Canada) program Educational Technology. Sementara itu, gelar  Doktor diraihnya dari program Instructional System di Florida State University (Tallahassee, USA) tahun 2012.

Lebih dari 30 tahun Ibu Dewi Padmo ikut memajukan UT. Jabatan-jabatan pernah diembannya, diantaranya Penanggungjawab Sub Bidang Evaluasi Pada Pusat Produksi  Media, Penanggungjawab Pusat Produksi Media, Kepala Pusat Produksi Multi Media (P2M2), Asisten Pembantu Rektor I, Pjs. Ketua Lembaga Penelitian, Ketua Lembaga  Pengembangan Bahan Ajar, Ujian, dan Sistem Informasi (LPBAUSI), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Pembantu Rektor II dan Kepala Pusat  Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN) periode 2018 -2021.

Dengan jabatan yang diamanahkannya saat ini Ibu Dewi Padmo berharap, UT selalu menjadi yang terbaik dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Indonesia dan  dunia.

Wagimin, S.H., CN.

LIKA LIKU HIDUP ADALAH HAL YANG ‘SERU’

Wagimin, S.H., CN.

Wagimin, S.H., CN. atau yang akrab disapa Pak Wagimin, adalah salah satu pejabat Universitas Terbuka yang saat ini bertugas sebagai Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Kerja Sama UT. Terhitung mulai awal tahun 2017 tepatnya pada pelantikan pejabat UT tanggal 3 Januari 2017, ia secara resmi menjadi Kepala BKUK untuk masa jabatan 2017-2021.

Pak Wagimin bisa dibilang salah satu sosok yang turut serta dalam membesarkan UT. Ia telah mengabdikan hidupnya selama lebih dari 30 tahun untuk kemajuan UT. Pusat Komputer (Puskom) UT menjadi tempat pertama ia mengontribusikan kemampuannya. Pak Wagimin cukup lama bertugas di unit yang mempunyai peranan penting di UT ini. Ia termasuk salah satu orang yang ikut mengembangkan aplikasi komputer UT di awal berdirinya. Semakin lama kariernya pun semakin meningkat. Ia selanjutnya diberi kepercayaan untuk menjabat di beberapa posisi penting di UT seperti Kepala Sub Bagian Anggaran Rutin dan Pembangunan; Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan, Kepala Bagian Perencanaan dan Kerja Sama; Kepala Bagian Umum, Hukum, dan Tatalaksana; hingga di posisinya saat ini.

Menurut cerita Pak Wagimin, ia merasakan banyak pengalaman menarik ketika bekerja di UT. Seberapa beratnya pengalaman tersebut, ia tetap menganggapnya sebagai lika liku hidup yang ‘seru’ dan harus disyukuri. “Waktu di Puskom. Karena masih muda, bujangan, tidur di kantor itu sudah biasa. Waktu itu Puskom-UT masih di Salemba (menumpang di Pusat Ilmu Komputer UI) dan rumah saya di belakang sini (Tangsel). Kalau kita habis lembur, naik bus dari Senayan bangun-bangun di Depok, ketiduran.” kenangnya sambil tertawa ketika menceritakan pengalamannya ketika di awal-awal bekerja di UT.

Pak Wagimin adalah putra asli Gunung Kidul. Sejak lahir pada 8 September 1962 lalu hingga SMA, ia tinggal di tanah kelahirannya. Ketika lulus dari SMA, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Waktu itu ia bercita-cita ingin melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, namun keadaan ekonominya tidak memungkinkan untuk mewujudkan impiannya itu. Namun, kesabaran dan rasa bersyukurnya membuahkan hasil. Ia diterima di UT dan dapat melanjutkan pendidikan ke universitas ternama hingga jenjang Spesialis Notariat.

Sosok yang bersahabat dan humoris ini berharap kepada seluruh generasi yang nanti akan melanjutkan perjuangan membesarkan UT, agar selalu bekerja dengan baik dan ikhlas. Ia mengingatkan bahwa besarnya UT adalah untuk kepentingan bersama. “Layani mahasiswa dengan baik” pesannya ketika menjelaskan pentingnya mahasiswa bagi UT.

Share This Post

Share