Bagi sebagian orang, melanjutkan kuliah berarti harus memilih: mengejar pendidikan atau tetap bertahan dengan pekerjaan dan aktivitas yang sudah dijalani. Namun, pilihan itu tak selalu harus berujung pada salah satunya. Di sinilah Universitas Terbuka (UT) dinilai hadir dengan model pendidikan yang memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk tetap belajar sambil menjalani aktivitas profesionalnya.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Majelis Profesor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Jasruddin Daud Malago MSi, saat menjadi pemateri Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) mahasiswa baru masa registrasi 2026/2027 Ganjil di Kantor UT Makassar, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Prof Jasruddin, fleksibilitas pendidikan yang ditawarkan UT menjadi relevan dengan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Seseorang tidak selalu berkarier sesuai dengan bidang studi yang pernah ditempuh. Karena itu, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan secara fleksibel menjadi penting, baik bagi lulusan baru maupun mereka yang telah bekerja.
“Menurut saya sangat tepat ketika pemerintah membuka ruang dan regulasi di mana UT juga boleh menerima fresh graduate,” ujar Prof Jasruddin.
Ia mengatakan, perjalanan pendidikan dan karier seseorang tidak harus selalu berada di jalur yang sama. Minat, pengalaman, kompetensi, hingga kebutuhan dunia kerja dapat membuat seseorang memilih arah baru dalam kariernya.
“Program studinya boleh A, passion-nya B. Jadi kalau ada orang bekerja tidak sesuai dengan bidang pendidikannya di S1, itu bukan salah dan bukan masalah,” katanya.
Dalam konteks itulah, Prof Jasruddin melihat UT sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi tanpa perlu menghentikan aktivitas profesional yang sedang dijalani.
“UT itu kan boleh menerima orang yang sudah kerja. Daripada pergi kuliah tidak sesuai dengan bidangnya, UT ini jadi solusi,” ujarnya.
Meski menawarkan keleluasaan, sistem belajar jarak jauh bukan berarti mahasiswa bisa belajar tanpa komitmen. Fleksibilitas dalam PJJ membutuhkan kemampuan mengatur waktu, disiplin, motivasi, dan kemandirian dalam belajar. Mahasiswa dituntut mampu mengelola ritme belajar agar kebebasan yang dimiliki tidak berubah menjadi hambatan dalam menyelesaikan pendidikan.
Apresiasi terhadap peran UT juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Mewakili Pemprov Sulsel, Prof Dr Muhammad Jufri menilai UT telah menjadi salah satu pintu yang memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Selamat bergabung di Universitas Terbuka. Ini merupakan gerbang pendidikan yang akan melatih dan mengembangkan kompetensi mahasiswa menjadi generasi masa depan yang siap menjadi tenaga-tenaga berkualitas di berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Ia berharap mahasiswa UT tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, tetapi mampu membawa pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh untuk memberi dampak nyata bagi pembangunan Sulawesi Selatan dan Indonesia. Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar sepanjang hayat.
Sementara itu, Direktur UT Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim SE MM mengatakan OSMB menjadi tahap penting untuk membantu mahasiswa baru memahami karakter pendidikan jarak jauh sekaligus membangun kesiapan sejak awal perkuliahan. Para mahasiswa diperkenalkan dengan mekanisme akademik, layanan kemahasiswaan, sistem pembelajaran jarak jauh, hingga berbagai fasilitas pendukung.
OSMB yang digelar pada Sabtu kemudian dilanjutkan dengan PKBJJ pada Minggu (23/8/2026) untuk sejumlah wilayah layanan UT Makassar.
Rangkaian ini menjadi pengingat bahwa kuliah tidak selalu harus berlangsung melalui pertemuan tatap muka dengan jadwal yang tetap. Di UT Makassar, kesempatan belajar dibuka lebih lebar—agar pekerjaan tetap berjalan, kehidupan tetap bergerak, tetapi cita-cita memperoleh pendidikan tinggi juga tidak harus berhenti di tengah jalan.



