Bagi banyak orang, kuliah masih terasa seperti mimpi yang harus ditunda. Bukan karena tidak mau, tetapi karena waktu yang sempit, biaya yang terbatas, atau tuntutan hidup yang tidak bisa ditinggalkan. Di Pangkalpinang, situasi itu perlahan mulai berubah. Universitas Terbuka (UT) Pangkalpinang membuka jalan agar lebih banyak masyarakat bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus mengorbankan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang digelar pada Rabu (1/4/2026) di Kantor UT Pangkalpinang. Kegiatan ini turut dihadiri Direktur UT Pangkalpinang, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, serta perwakilan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) dari berbagai kabupaten dan kota yang sekaligus mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda).
Direktur UT Pangkalpinang, Unggul Utan Sufandi, S.Kom., M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di wilayah Babel.
“Agenda utama hari ini yg pertama adalah penandatanganan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kep. Babel dengan memposisikan UT sebagai salah satu motor penggerak dalam peningkatan APK pendidikan tinggi,” kata Unggul.
Usai penandatanganan, kegiatan berlanjut ke Rakorda bersama sembilan pengurus SALUT yang tersebar di Pulau Bangka dan Belitung. Dalam ekosistem layanan UT, SALUT memiliki peran penting sebagai mitra strategis yang menjangkau masyarakat hingga ke daerah.
“Tentunya tujuannya melakukan konsolidasi kegiatan di wilayah kerja UT Pangkal Pinang, dimana SALUT merupakan salah satu mitra strategis UT Pangkalpinang,” terangnya.
Dalam forum tersebut, UT Pangkalpinang juga menetapkan target peningkatan jumlah mahasiswa. Dari sekitar 10 ribu mahasiswa saat ini, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 15 ribu mahasiswa pada tahun ini.
“Jadi, nanti kita memberikan target kepada SALUT. Saat ini jumlah mahasiswa UT Pangkal Pinang mencapai 10 ribu orang dan ditargetkan tahun ini jumlah mahasiswa mencapai 15 ribu orang,” bebernya.
Target tersebut sejalan dengan karakteristik UT yang menawarkan sistem pembelajaran fleksibel. Mahasiswa dapat menjalani perkuliahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas lain yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.
“UT merupakan perguruan tinggi negeri dengan akreditasi A serta dengan biaya yang terjangkau,” ujarnya.
Unggul juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Babel yang terus mendorong peningkatan akses pendidikan tinggi melalui kerja sama ini. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan peluang tersebut, baik lulusan baru maupun mereka yang telah bekerja.
“Harapan kita semua dengan adanya kerjasama ini, kedepan masyarakat yang mau kuliah di UT Pangkalpinang ini terus bertambah. Khususnya, bagi mahasiswa yang baru lulus sekolah atau pun yang sudah bekerja,” harapnya.
Dukungan juga datang dari Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, Saipul Bakhri. Ia menilai kehadiran UT menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Harapan kita UT terus berperan membangun pendidikan khususnya, kemudian meningkatkan kualitas pendidikan dengan kondisi tingkat pendidikan perguruan tinggi kita saat ini yang belum terlalu baik. Maka, upaya yang kita lakukan dengan serius dengan adanya kerjasama dengan UT ini agar makin banyak masyarakat yang bisa kuliah di UT,” jelas Saipul.
Menurutnya, fleksibilitas sistem pembelajaran UT membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMA dan SMK yang sebelumnya terkendala akses maupun kesempatan.
“Tentu kita mendorong, kalau anak-anak kita lulusan SMA/SMK terbatas akses atau kesempatannya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lain. Tapi, bisa melanjutkan kuliah di UT dan disini tidak terbatas hingga masyarakat bisa kuliah kapan pun sembari melakukan aktivitas,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh upaya tersebut dan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Kami pemerintah daerah sangat mendukung sekali ya, bagi masyarakat yang mau kuliah ayo kuliah dan manfaatkan waktu untuk menempuh pendidikan baik itu sarjana maupun pasca sarjana di UT,” jelasnya.
Selain itu, ragam program studi yang ditawarkan UT dinilai menjadi keunggulan tersendiri karena memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam menentukan arah pendidikan mereka.
“Diperguruan tinggi lain mungkin terbatas ya, tapi UT ini lebih beragam, lebih fleksibel dan program studi umum juga lebih banyak, jadi masyarakat memiliki banyak alternatif jurusan apabila memilih kuliah di UT,” kata Saipul.
Upaya memperluas akses pendidikan tinggi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs ke-4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata. Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi sebagian masyarakat, kehadiran UT menjadi ruang yang membuka kemungkinan baru.
Lebih dari sekadar institusi pendidikan, UT Pangkalpinang hadir sebagai jembatan harapan. Tempat di mana mimpi yang sempat tertunda bisa kembali diperjuangkan, dan masa depan tidak lagi ditentukan oleh keterbatasan, melainkan oleh keberanian untuk mengambil kesempatan.



