TANGERANG SELATAN — Pengalaman Universitas Terbuka (UT) dalam mengelola pendidikan jarak jauh (PJJ) menjadi rujukan bagi Universiti Malaysia Sabah (UMS) dalam mengembangkan sistem pembelajaran digital. Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi UMS ke UT Pusat, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Selasa (6/10/2026), yang menjadi bagian dari studi banding sekaligus penjajakan kolaborasi di bidang pendidikan jarak jauh.
Delegasi UMS yang dipimpin Dr. Nurul bersama enam mahasiswa disambut jajaran pimpinan UT. Turut hadir Ketua Hubungan Internasional UT ing. Mohamad Rajih Radiansyah, B.AS., M.Sc. , Staf Ahli Bidang Kerja Sama Cynthia Ayu Manggarani, S.E., M.Sc. pakar teknologi pendidikan Prof. Dr. R. Benny Agus Pribadi, M.A. , serta para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran, dan Kerja Sama dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Bagi UMS, pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk belajar dari UT yang telah lebih dahulu dan sepenuhnya menyelenggarakan PJJ. Sementara bagi UT, forum tersebut membuka ruang lebih luas untuk membangun jejaring akademik dengan perguruan tinggi di Malaysia.
Manajer Urusan Internasional UT, Ing. Mohamad Rajih Radiansyah, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan kesempatan bagi UMS untuk melihat secara langsung pengalaman UT dalam membangun dan mengelola sistem PJJ berbasis teknologi.
“Kami sangat senang dapat menginisiasi kolaborasi ini. Para mahasiswa UMS dapat melihat langsung bagaimana kami mengelola operasional pendidikan jarak jauh berbasis teknologi modern,” ujar Rajih.
Sementara itu, bagi UMS yang kini tengah mengembangkan sistem Open Distance Learning (ODL), Dr. Nurul mengatakan UMS ingin mempelajari pengalaman UT yang telah lama menerapkan sistem PJJ. Menurutnya, penerapan PJJ di UMS masih berada pada tahap awal dan belum mencakup seluruh program studi.
“PJJ di UMS masih dalam tahap awal perkembangan. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menyerap skema tata kelola PJJ yang diterapkan UT untuk diterapkan di UMS,” ungkapnya.
Prof. Benny A. Pribadi memaparkan perjalanan evolusi PJJ di UT mulai dari pemanfaatan bahan ajar cetak, siaran radio dan televisi, hingga penggunaan Learning Management System (LMS) yang kini berkembang dengan dukungan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI).
Pertukaran pengalaman tersebut menjadi relevan di tengah semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tinggi. Sistem PJJ memungkinkan perguruan tinggi memberikan akses pembelajaran yang lebih fleksibel bagi mahasiswa dengan latar belakang, lokasi, dan kebutuhan yang beragam. Upaya memperluas akses tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan kesempatan belajar sepanjang hayat.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga kemampuan perguruan tinggi menyesuaikan model pembelajaran dengan perkembangan kebutuhan mahasiswa. Pengalaman UT dalam melewati berbagai fase teknologi pembelajaran menjadi salah satu pengetahuan yang dapat dibagikan kepada UMS.
Selain mendapatkan pemaparan mengenai PJJ UT, delegasi UMS juga memperkenalkan profil dan perkembangan institusinya. Pertukaran informasi ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam pengembangan pendidikan digital dan riset. Pemanfaatan teknologi serta penguatan inovasi pendidikan tersebut turut berkaitan dengan SDG 9, khususnya dalam mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Delegasi UMS melihat secara langsung berbagai fasilitas dan proses yang mendukung penyelenggaraan PJJ, sehingga memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pengelolaan pendidikan jarak jauh.
Kedua pihak juga membuka peluang untuk memperluas kerja sama melalui program pertukaran mahasiswa dan kolaborasi riset di bidang pendidikan digital. Penjajakan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia. Melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya, UT dan UMS membuka ruang untuk membangun kolaborasi pendidikan yang lebih luas dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.



